Dipesan Pemerintah untuk Obati Covid-19, Klorokuin di AS Tuai Kontroversi

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 22 Maret 2020 | 13:50 WIB
Dipesan Pemerintah untuk Obati Covid-19, Klorokuin di AS Tuai Kontroversi
Ilustrasi obat-obatan [shutterstock]

Suara.com - Pemerintah Indonesia telah memasok obat untuk infeksi Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona baru atau SARS-CoV-2. Obat tersebut adalah klorokuin dan avigan.

"Pemerintah mulai mendatangkan obat yang sudah digunakan di sejumah negara dan mendapat respons positif, namanya klorokuin," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, Sabtu (21/3/2020).

Di saat yang bersamaan, pernyataan Presiden Amerika, Donald Trump tentang klorokuin justru menuai kontroversi, lapor BBC.

Dalam jumpa pers di Gedung Putih, pada Kamis (19/3/2020), Trump mengatakan klorokuin sudah diizinkan oleh BPOM AS yaitu Food and Drug Administration (FDA) untuk digunakan sebagai obat Covid-19.

Namun, pernyataan ini dibantah oleh Direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS, Anthony Fauci.

ilustrasi obat-obatan terlarang. (Shutterstock)
ilustrasi obat-obatan (Shutterstock)

"Jawabannya adalah tidak. Informasi yang Anda bilang itu baru berupa cerita kesaksian, bukan hasil penelitian dari uji coba klinis. Jadi kita tak boleh membuat pernyataan soal itu," tegasnya, saat jumpa pers di Gadung Putih, Jumat (20/3/2020).

FDA sendiri memang belum menyetujui obat apa pun untuk digunakan dalam pengobatan virus corona, meski obat malaria ini adalah solusi yang sudah dicoba oleh beberapa negara, termasuk di China, Korea Selatan dan Prancis.

Tapi sayangnya, dilansir dari New York Times, upaya perawatan ini belum melibatkan jenis penelitian besar yang dikendalikan secara hati-hati yang akan memberikan komunitas medis di seluruh dunia bukti bahwa obat ini bekerja dalam skala yang signifikan.

Hanya ada studi laboratorium yang menemukan bahwa klorokuin mencegah virus corona baru menyerang sel, menunjukkan bahwa obat dapat membantu mencegah atau membatasi infeksi.

Sebuah analisis pada 10 Maret terhadap penelitian yang ada juga menemukan hanya ada sedikit bukti kuat obat malaria ini sebagai pengobatan penyakit yang disebabkan SARS-CoV-2, demikian dilansir dari Science Direct.

Kendati demikian, dokter secara hukum dapat meresepkan obat untuk penyakit atau kondisi apa pun yang menurut mereka sesuai secara medis.

Tetapi, tidak semua orang dapat mengonsumsinya. Obat ini tidak aman untuk orang yang menderita aritmia jantung, atau mereka yang mengalami gangguan ginjal atau hati.

University of Minnesota diketahui tengah melakukan penelitian di mana orang yang hidup dengan pasien Covid-19 diberi hidroksi klorokuin untuk mengetahui apakah itu dapat mencegah infeksi.

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belajar di Rumah Selama Corona, Disdik Surabaya Gelar Lomba Nge-Vlog

Belajar di Rumah Selama Corona, Disdik Surabaya Gelar Lomba Nge-Vlog

Jatim | Minggu, 22 Maret 2020 | 13:46 WIB

Ini 3 Fokus Prioritas Jokowi Lawan Virus Corona

Ini 3 Fokus Prioritas Jokowi Lawan Virus Corona

News | Minggu, 22 Maret 2020 | 13:45 WIB

Andrea Dian Positif Covid-19, Rekan Artis Ramai-ramai Beri Dukungan

Andrea Dian Positif Covid-19, Rekan Artis Ramai-ramai Beri Dukungan

Entertainment | Minggu, 22 Maret 2020 | 13:40 WIB

Terkini

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB