Update Corona Covid-19 Indonesia: 1.414 Positif, Harapan Sembuh 18,8 Persen

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Senin, 30 Maret 2020 | 18:06 WIB
Update Corona Covid-19 Indonesia: 1.414 Positif, Harapan Sembuh 18,8 Persen
Update Corona Covid-19 di Indonesia. (Shutterstock)

Suara.com - Dari hari ke hari, temuan kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah dengan jumlah selalu di atas 100 kasus.

Seperti hari ini, Senin (30/3/2020), Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto, mengungkap ada penambahan 129 kasus baru sehingga jumlah total kasus mencapai 1.414 positif Covid-19.

"Beberapa kasus aktif sepanjang 29 Maret sampai 30 Maret pukul 12.00 WIB, konfirmasi positif 129 orang sehingga total 1.414 kasus," ujar Yurianto di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (30/3/2020).

Sementara itu, jumlah orang yang jiwanya melayang karena virus ini bertambah sebanyak 8 orang. Sehingga jumlah total kematian Indonesia mencapai 122 orang. Maka jika dibagi berdasarkan total kasus, fatality rate atau risiko kematian Indonesia untuk kasus Covid-19 sebesar 11 persen.

Sedangkan mereka yang sembuh bertambah 11 orang dalam sehari, dan jumlah total kesembuhan dari status positif menjadi negatif sebanyak 75 orang. Maka dilihat dari total kasus, Indonesia memiliki tingkat kesembuhan 18,8 persen.

"Kasus sembuh bertambah 11 orang, sehingga total sembuh ada sebanyak 75 orang. Kasus kematian bertambah 8 orang, total kasus kematian 122 orang," ungkap Yurianto.

Dari jumlah total kasus baru, tertinggi ada di Jawa Barat dengan temuan 25 kasus baru. Di susul DKI Jakarta, ada sebanyak 24 kasus baru. Berikutnya Banten sebanyak 22 kasus baru.

Angka kesembuhan Indonesia yang terbilang lambat ini sempat dikomentari Ketua Satgas Covid-19, Prof. dr Zubairi Djoerban Sp.PD. Ia mengungkap untuk menyatakan seseorang sembuh dari corona memang tidak mudah. Pasien harus menerima 2 kali pemeriksaan dengan hasil negatif.

"Karena terlalu lama (pemeriksaanya), padahal untuk memulangkan 2 kali tes sudah negatif," ujar Prof. Zubairi saat berbincang dengan Suara.com beberapa waktu lalu.

baca juga

Di sisi lain, Prof. Zubairi juga menyoroti pemeriksaan spesimen di Indonesia yang terbilang sangat lambat. Bahkan tak jarang pemeriksaan harus dipotong 2 hari libur di akhir pekan Sabtu-Minggu, sehingga minimalnya membutuhkan waktu 6 hari untuk mendapatkan hasil.

"Masalahnya untuk ini juga terkait dengan tesnya, jadi kalau misalnya seseorang di tes hari ini, hasilnya lama 3 hari kerja. Sekarang hari apa? Rabu, Kamis, Jumat, kemudian Sabtu libur, Minggu libur. Jadi baru Selasa ada hasil. Terlalu lama," kata dia.

Meski begitu, ia mengatakan jumlah temuan kasus masih terbilang kecil, belum terungkap semua seumpama ungkapan gunung es, di mana masih banyak yang belum temukan. Sehingga angka temuan belum menjadi angka pasti dan belum bisa diukur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LIVE STREAMING: Anies Baswedan Update Tim Tanggap COVID-19

LIVE STREAMING: Anies Baswedan Update Tim Tanggap COVID-19

Video | Senin, 30 Maret 2020 | 17:59 WIB

Ridwan Kamil Bolehkan RT sampai Kecamatan di Jawa Barat 'Lockdown'

Ridwan Kamil Bolehkan RT sampai Kecamatan di Jawa Barat 'Lockdown'

Jabar | Senin, 30 Maret 2020 | 17:58 WIB

Berlapis-lapis, Dokter China Tunjukkan Cara Pakai APD sebelum 'Perang'

Berlapis-lapis, Dokter China Tunjukkan Cara Pakai APD sebelum 'Perang'

Health | Senin, 30 Maret 2020 | 18:02 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×