DBD dan TBC, Penyakit Menular yang Memperburuk Kematian Pasien Covid-19

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 14 April 2020 | 17:29 WIB
DBD dan TBC, Penyakit Menular yang Memperburuk Kematian Pasien Covid-19
Ilustrasi positif terinfeksi demam berdarah. (Shutterstock)

Suara.com - DBD dan TBC, Penyakit Menular yang Memperburuk Kematian Pasien Covid-19

Angka kasus positif virus corona Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah. Salah satu sebabnya, masih tingginya angka penyakit menular seperti demam berdarah dengue (DBD) dan tuberkulosis (TBC) di Indonesia.

Juru bicara pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan per Selasa (14/4/2020) kasus positif mencapai 4.839 orang, sebanyak 459 orang dinyatakan meninggal dunia.

"Sudah terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan PCR realtime sebanyak 4.839 orang. Sementara kita bersyukur pasien sembuh sudah ada 426 orang sampai hari ini akumulasinya. Yang kita perhatikan sodara kita yang terpaksa meninggal 459 orang," ujar Yurianto di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (14/4/2020).

Ia mengatakan musim pancaroba yang artinya ada kenaikan kasus demam berdarah di Indonesia. Di mana demam berdarah bisa berakibat buruk jika disertai dengan terinfeksinya virus corona atau Covid-19.

"Kita harus mewaspadai betul, di dalam konteks musim pancaroba ini penyakit demam berdarah ini akan sering kali, akan menjadi sangat buruk manakala disertai dengan covid-19," papar Yurianto.

Ilustrasi tuberkulosis. (Shutterstock)
Ilustrasi tuberkulosis. (Shutterstock)

Penyakit tuberculosis atau TBC yang angkanya juga cukup tinggi di Indonesia, dan sama-sama menginfeksi paru-paru juga turut ambil bagian memperparah kasus kematian di Indonesia karena Covid-19.

"Penyakit TBC yang cukup banyak berada di Indonesia ini juga jadi kontribusi cukup besar, di dalam kaitan penyebab kematian manakala disertai infeksi Covid-19," jelasnya.

Terlepas dari itu penyakit komorbid atau penyakit penyerta lainnya yang diderita pasien juga jadi penyebab kematian tertinggi akibat Covid-19. Seperti diabetes, hipertensi, sesak napas, gangguan pernapasan seperti asma hingga penyakit jantung.

baca juga

"Oleh karena itu, kita sadari ada banyak ancaman penyakit faktor komorbid pemberat sehingga menambah kasus kematian," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kendaraan Mengular di Hari ke-5 PSBB, Lenteng Agung Macet Parah Sore Ini

Kendaraan Mengular di Hari ke-5 PSBB, Lenteng Agung Macet Parah Sore Ini

News | Selasa, 14 April 2020 | 17:25 WIB

Takut Dianggap Manfaatkan Situasi, PKS Minta Baleg Tunda RUU Cipta Kerja

Takut Dianggap Manfaatkan Situasi, PKS Minta Baleg Tunda RUU Cipta Kerja

News | Selasa, 14 April 2020 | 17:22 WIB

Pasien Positif Corona di Banten Hampir 300 Warga, Terkini 280 Orang

Pasien Positif Corona di Banten Hampir 300 Warga, Terkini 280 Orang

Banten | Selasa, 14 April 2020 | 17:21 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×