WHO Sebut Tak Semua Pasien Covid-19 Kebal dari Infeksi Kedua

Vania Rossa, Frieda Isyana Putri

Selasa, 14 April 2020 | 09:13 WIB
WHO Sebut Tak Semua Pasien Covid-19 Kebal dari Infeksi Kedua
Ilustrasi update COVID-19 - (Pixabay/thedarknut)

Suara.com - Pada Senin (13/4/2020) lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa tak semua pasien Covid-19 yang telah sembuh memiliki antibodi untuk melawan infeksi kedua.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa tak semua pasien akan memiliki kekebalan tubuh terhadap Covid-19, demikian dilaporkan CNBC.

"Soal pemulihan kemudian infeksi ulang, saya percaya kami tidak memiliki jawaban untuk hal itu. Masih belum diketahui," kata Dr Mike Ryan, direktur eksekutif WHO dari program kegawatdaruratan, dalam konferensi pers di markas WHO di Jenewa.

Sebuah studi pendahuluan dari para pasien di Shanghai menemukan bahwa beberapa pasien tak memiliki 'respons antibodi yang terdeteksi' sementara yang lainnya memiliki respons yang tinggi.

Dipaparkan oleh Dr Maria Van Kekrhove, ketua peneliti WHO untuk Covid-19, soal apakah pasien yang memiliki respons antibodi yang kuat kebal terhadap infeksi kedua adalah pertanyaan yang terpisah.

Lebih dari 300.000 dari total 1,87 juta kasus virus corona di seluruh dunia telah mengalami kesembuhan, catat WHO.

Mereka menambahkan bahwa masih memerlukan data dari pasien sembuh untuk bisa memahami respons antibodi mereka, apakah hal itu menyebabkan mereka kebal atau tidak dan berapa lama.

"Yang harus kita pahami lebih baik seperti apa respons antibodi terlihat menyoal kekebalan," kata Dr Van Kerkhove.

Dr Ryan mengatakan ada banyak pertanyaan soal apakah virus ini dapat muncul kembali setelah pasien sembuh dan dites negatif Covid-19.

baca juga

Menurutnya, ada banyak alasan mengapa kita melihat adanya kekambuhan infeksi entah itu infeksi yang sama ata infeksi lainnya. Secara umum, katanya, ada banyak situasi dalam kasus infeksi virus di mana seseorang belum jelas apakah virusnya benar-benar bersih dari tubuhnya.

"Beberapa pasien juga bisa bersih dari infeksi pertama namun bisa mengalami infeksi bakteri sekunder," imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, CDC AS berkata telah mencoba membuat tes untuk mendeteksi adanya antibodi virus corona untuk menentukan apakah seseorang tersebut kebal terhadap penyakit itu.

Meski begitu, masih belum jelas apakah tes tersebut bisa mengidentifikasi mereka yang kebal terhadap infeksi ulang, menurut WHO.

WHO juga memperingatkan untuk tidak terburu-buru mengangkat imbauan social distancing dan membuka kembali bisnis-bisnis di kota.

"Covid-19 naik lebih cepat, dan turun lebih lambat. Dengan kata lain, turun kasusnya lebih lambat ketimbang kasus naiknya," kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers yang sama.

Hal ini berarti upaya kendali juga harus diangkat secara perlahan dan dalam kontrol yang baik. Tidak bisa terjadi langsung dalam satu waktu, tuturnya.

Tedros menggaris bawahi hal-hal yang perlu dilakukan seluruh negara sebelum mereka mempertimbangkan mengangkat upaya social distancing, yaitu:

  • Penularan virus harus sudah terkendali
  • Sistem surveilans harus ada untuk mendeteksi, mengisolasi, dan merawat pasien
  • Wabah di rumah sakit harus sudah diminimalkan
  • Upaya preventif di beberapa lokasi penting seperti sekolah dan kantor harus ada
  • Risiko 'impor' penyakit dari luar negeri harus dalam kendali

"Upaya kendali hanya bisa diangkat ketika upaya kesehatan publik sudah ada, termasuk kapasitas yang signifikan untuk mengontak tracing," pungkas Tedros.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona Bermutasi, Ilmuwan Khawatir Pengembangan Vaksin Sia-sia

Virus Corona Bermutasi, Ilmuwan Khawatir Pengembangan Vaksin Sia-sia

Health | Selasa, 14 April 2020 | 08:31 WIB

Tetap Sehat, Ini Cara dan Jenis Olahraga yang Meningkatkan Imun Tubuh

Tetap Sehat, Ini Cara dan Jenis Olahraga yang Meningkatkan Imun Tubuh

Sport | Selasa, 14 April 2020 | 08:05 WIB

Virus Corona di China Naik Lagi, Tembus 100 Kasus Dalam Sehari

Virus Corona di China Naik Lagi, Tembus 100 Kasus Dalam Sehari

News | Selasa, 14 April 2020 | 07:40 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB