Antiseptik Bisa Cegah Virus Corona COVID-19? Pakar Ungkap Fakta

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 16 April 2020 | 15:05 WIB
Antiseptik Bisa Cegah Virus Corona COVID-19? Pakar Ungkap Fakta
Ilustrasi penggunaan antispetik. (shutterstock]

Suara.com - Antiseptik Bisa Cegah Virus Corona COVID-19? Pakar Ungkap Fakta.

Perkembangan wabah Corona Covid-19 di Indonesia masih terus mengalami peningkatan.

Hingga Rabu, 15 April 2020, ada 5.136 pasien positif terinfeksi Corona Covid-19. Angka ini diperkirakan terus bertambah.

Masih terus bertambahnya kasus Corona Covid-19, baik di Indonesia maupun di dunia, menjadi alasan WHO mengeluarkan panduan bagi masyarakat untuk mengurangi paparan dan transmisi penyakit atau infeksi melalui personal and respiratory hygiene, yaitu kebersihan diri dan saluran pernapasan, serta keamanan pangan.

Salah satu yang direkomendasikan digunakan dalam kebersihan diri adalah penggunaan antiseptik.

Seperti dalam keterangan pers yang diterima Suara.com, Kamis (16/4/2020), Ketua Departemen Laboratorium Mikrobiologi FKUI, dr Anis Kurniawati, Sp.MK mengatakan, bahwa di saat data efektivitas terhadap SARS-CoV-2 masih terbatas, penggunaan antiseptik dengan aktivitas mikrobisidal yang berspektrum luas, seperti Povidone-Iodine dapat mendukung dalam mencegah penyebaran infeksi saat wabah Covid-19.

Gejala dan pencegahan Virus Corona (Coronavirus) Covid-19.
Gejala dan pencegahan Virus Corona (Coronavirus) Covid-19.

Sementara itu, Educator and Trainer Mundipharma, dr. Mery Sulastri, juga mengatakan bahwa The Association for Professionals in Infection Control and Epidemiology (APIC) dan The US  Centers for Disease Control (CDC) merekomendasikan penggunaan sabun antiseptik untuk membunuh dan menghambat pertumbuhan organisme dan mengurangi jumlah mikroba lebih lanjut.

Dalam riset secara in vitro menunjukkan indikasi bahwa PVP-I skin cleanser 7,5 persen dan PVP-I Gargle and Mouthwash 1 persen, efektif melawan SARS COV, dan MERS CoV.

”Melihat penelitian secara in vitro yang telah terbukti dari PVP-I, saya yakin metode tersebut efektif untuk mencegah pertumbuhan dan penyebaran virus dari udara tetesan yang mengandung virus dari hidung dan mulut orang yang terinfeksi," ujar Dr Merry.

Ia juga melanjutkan bahwa metode tersebut juga berpotensi mengurangi viral load Corona Covid-19 pada hidung, nasofaring dan orofaring. Dengan demikian dapat membantu mengurangi infektivitas individu yang terinfeksi di komunitas dan membantu memutus pandemi Corona Covid-19.

”Hidung adalah salah satu jalur utama masuknya penyebab Covid-19. Oleh karena itu, kebersihan saluran pernapasan sangat penting. Untuk kebersihan saluran pernapasan, sebuah riset menunjukkan jika Iota Carrageenan memberikan efek antivirus terhadap sejumlah besar virus yang menyebabkan penyakit penapasan termasuk common cold dan influenza, termasuk human coronavirus.,” urai Dr Mery panjang lebar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Meninggal Lagi karena Corona, Beda Guna Disinfektan dan Antiseptik

Dokter Meninggal Lagi karena Corona, Beda Guna Disinfektan dan Antiseptik

Health | Jum'at, 27 Maret 2020 | 21:07 WIB

Jangan Salah Pakai, Antiseptik dan Disinfektan Kegunaannya Beda!

Jangan Salah Pakai, Antiseptik dan Disinfektan Kegunaannya Beda!

Health | Jum'at, 27 Maret 2020 | 15:20 WIB

Mengandung Antiseptik Alami, Ini Kegunaan Garam Cegah Virus Corona Covid-19

Mengandung Antiseptik Alami, Ini Kegunaan Garam Cegah Virus Corona Covid-19

Lifestyle | Rabu, 11 Maret 2020 | 08:00 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB