Soal Herd Immunity, WHO Tak Yakin Pasien Sembuh Punya Antibodi Corona

M. Reza Sulaiman

Sabtu, 18 April 2020 | 14:25 WIB
Soal Herd Immunity, WHO Tak Yakin Pasien Sembuh Punya Antibodi Corona
Ilustrasi virus corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Soal Herd Immunity, WHO Tak Yakin Pasien Sembuh Punya Antibodi Corona

Wacana tentang herd immunity alias kekebalan kelompok ramai diperbincangkan terkait virus Corona Covid-19. Klaim herd immunity menyeruak menyusul sudah 2 juta orang lebih yang positif terifeksi virus.

Berdasarkan klaim tersebut, secara berangsur jumlah infeksi akan menurun karena tubuh sudah memiliki antibodi terhadap virus Corona Covid-19.

Namun, pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meragukan klaim tersebut. Berdasarkan temuan saat ini, tidak ada bukti konkret yang mengatakan setiap pasien sembuh dari virus Corona Covid-19 memiliki antibodi.

"Informasi awal yang kami terima saat ini, hanya sepersekian persen dari populasi yang memproduksi antibodi," tutur Mike Ryan, pejabat WHO, dilansir Reuters.

Menurutnya, klaim herd immunity bermanfaat jika sebagian besar populasi yang terifeksi memproduksi antibodi virus Corona Covid-19.

Sayangnya, temuan sementara saat ini menyatakan sebaliknya.

"Ekspektasinya adalah, sebagian besar orang memiliki antibodi tersebut. Jika iya, maka ini bisa berhasil. Namun bukti-bukti yang ada saat ini tidak mendukung ke arah sana, sehingga ini (herd immunity) bukan solusi bagi pemerintah," tutur Mike lagi.

Sementara itu, Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus baru-baru ini membandingkan dampak pandemi virus Corona Covid-19 dengan pandemi flu babi H1N1 yang terjadi pada tahun 2009.

baca juga
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus

“Kami tahu bahwa Covid-19 menyebar dengan cepat dan kami tahu itu mematikan, sepuluh kali lebih mematikan daripada pandemi flu 2009. Kita tahu bahwa virus dapat menyebar dengan lebih mudah di lingkungan yang ramai," kata petinggi WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Kita tahu bahwa penemuan, pengujian, isolasi, perawatan kasus di awal untuk setiap kasus, dan melacak setiap kontak sangat penting untuk menghentikan transmisi," tambahnya.

Oleh karena itu, Ghebreyesus meminta pemerintah di negara masing-masing untuk memperlambat keputusan membuka lockdown atau melonggarkan kontrol terhadap warga.

"Dengan kata lain, jalan turun jauh lebih lambat daripada naik. Itu berarti langkah-langkah kontrol harus diangkat perlahan-lahan dan dengan kontrol," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu WHO dan Apa yang WHO Kerjakan?

Apa Itu WHO dan Apa yang WHO Kerjakan?

News | Sabtu, 18 April 2020 | 14:22 WIB

Perangi Virus Corona, Didier Drogba Bantu Keluarga Miskin di Pantai Gading

Perangi Virus Corona, Didier Drogba Bantu Keluarga Miskin di Pantai Gading

Bola | Sabtu, 18 April 2020 | 14:21 WIB

Terpaksa Harus Mudik, Ini Tips Mudik Aman saat Wabah Corona Covid-19

Terpaksa Harus Mudik, Ini Tips Mudik Aman saat Wabah Corona Covid-19

Health | Sabtu, 18 April 2020 | 14:10 WIB

Terkini

Kapolres Sukoharjo Dicopot Buntut Penggerebekan Ponpes, DPR Ingatkan Polisi Jangan Langgar Hukum

Kapolres Sukoharjo Dicopot Buntut Penggerebekan Ponpes, DPR Ingatkan Polisi Jangan Langgar Hukum

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:04 WIB

Danantara Siap-siap 'Akusisi', Menkeu Tanggapi Isu Kemenkeu Jadi Pemilik Saham BEI

Danantara Siap-siap 'Akusisi', Menkeu Tanggapi Isu Kemenkeu Jadi Pemilik Saham BEI

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 20:00 WIB

Heboh Isu Penangkapan Jenderal, Listyo Sigit Prabowo Bersuara Lantang Singgung NKRI

Heboh Isu Penangkapan Jenderal, Listyo Sigit Prabowo Bersuara Lantang Singgung NKRI

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:55 WIB

Danantara Mulai Garap Proyek Kampung Haji di Mekkah Akhir 2026

Danantara Mulai Garap Proyek Kampung Haji di Mekkah Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:51 WIB

OJK Tutup BPR Agritrans Batumarta di OKU, Ini Penyebab dan Nasib Simpanan Nasabah

OJK Tutup BPR Agritrans Batumarta di OKU, Ini Penyebab dan Nasib Simpanan Nasabah

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:51 WIB

6 Serum Anti-Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Intip Rekomendasinya

6 Serum Anti-Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Intip Rekomendasinya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 19:43 WIB

Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Health | Selasa, 03 November 2026 | 19:41 WIB

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:38 WIB

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

×