Ada Tes Swab dan Tes Antibodi untuk Virus Corona, Apa Bedanya?

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 16 April 2020 | 15:21 WIB
Ada Tes Swab dan Tes Antibodi untuk Virus Corona, Apa Bedanya?
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa negara pada beberapa waktu lalu telah melakukan pengujian baru untuk mendiagnosis Covid-19 pada seseorang, yaitu tes antibodi. Para ahli percaya tes ini lebih mampu mendeteksi secara cepat kasus virus corona.

Tes sebelumya, yang disebut sebagai tes polymerase chain reaction (PCR) atau swab merupakan cara deteksi virus corona baru dari sampel sekresi di tenggorokan atau usap hidung pada orang yang bergejala atau orang yang berisiko tinggi dan mungkin telah melakukan kontak dengan pasien positif.

Jika keduanya sama-sama untuk mendiagnosis infeksi Covid-19, lalu apa perbedaannya?

1. Tes PCR atau tes swab

Dilansir Irish Times, tes swab menggunakan sampel dari sekresi di tenggorokan dan menggunakan reagen lysis buffer untuk menghancurkan sel-sel terbuka dan partikel virus, jika ada.

Kemudian akan dikeluarkan materi genetik yang dikenal sebagai RNA dari virus. Tes akan mengubah RNA virus menjadi DNA, yang lebih stabil.

Cara menguji Covid-19 menggunakan teknik swab hidung (YouTube/The New England Journal of Medicine)
Cara menguji Covid-19 menggunakan teknik swab hidung (YouTube/The New England Journal of Medicine)

Lalu peneliti akan menggunakan PCR untuk memperkuat atau membuat fotokopi molekuler dari bentangan DNA tertentu, sehingga dapat diukur.

"Tes ini dirancang, sehingga memperkuat urutan genetik yang berasal dari virus," kata Profesor Anne Parle-McDermott, kepala sekolah bioteknologi DCU.

Berdasarkan India Today, tes ini membutuhkan waktu lima jam untuk mengetahui hasilnya.

baca juga

2. Tes antibodi atau tes serologi

CNN Internasional melaporkan tes antibodi atau tes serologi, tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis infeksi virus corona yang aktif. Sebaliknya, tes ini memeriksa protein dalam sistem kekebalan tubuh, atau antibodi, melalui sampel darah.

"Biasanya tubuh Anda akan menghasilkan satu jenis antibodi yang disebut IgM dalam seminggu atau 10 hari setelah terpapar virus. Lalu sekitar dua minggu setelah paparan, Anda memiliki jenis antibodi lain, IgG," kata Profesor Paul Moynagh dari Universitas Maynooth.

Setetes darah di masa yang akan datang dapat mendeteksi kanker (Shutterstock)
Ilustrasi mengambil sampel darah (Shutterstock)

Menurut Moynagh, jika tubuh telah membentuk antibodi terhadap virus corona baru, mereka akan bertahan lama setelah Sars-CoV-2 sendiri hilang.

"Artinya tes antibodi seharusnya dapat mengetahui apakah Anda telah 'bertemu' virus, bahkan jika Anda tidak memiliki tes untuk virus itu sendiri," sambungnya. Tes ini disebut lebih cepat untuk mendapatkan hasil awal, yaitu sekitar 15 hingga 30 menit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Curhat Bek Persija Menikah di Tengah Wabah Corona Hingga Batal Bulan Madu

Curhat Bek Persija Menikah di Tengah Wabah Corona Hingga Batal Bulan Madu

Bola | Kamis, 16 April 2020 | 15:03 WIB

Peneliti Harvard Sebut Wabah Covid-19 Bisa Berlanjut hingga 2024

Peneliti Harvard Sebut Wabah Covid-19 Bisa Berlanjut hingga 2024

Health | Kamis, 16 April 2020 | 14:55 WIB

Antiseptik Bisa Cegah Virus Corona COVID-19? Pakar Ungkap Fakta

Antiseptik Bisa Cegah Virus Corona COVID-19? Pakar Ungkap Fakta

Health | Kamis, 16 April 2020 | 15:05 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×