Terpaksa Harus Mudik, Ini Tips Mudik Aman saat Wabah Corona Covid-19

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 18 April 2020 | 14:10 WIB
Terpaksa Harus Mudik, Ini Tips Mudik Aman saat Wabah Corona Covid-19
Petugas Gugus Tugas COVID-19 melakukan pendataan pemudik yang berkendara motor di Perbatasan Tasikmalaya-Ciamis, Jembatan Cirahong, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (10/4). [ANTARA FOTO/Adeng Bustomi]

Suara.com - Terpaksa Harus Mudik, Ini Tips Mudik Aman Tak Menularkan Corona Covid-19.

Ramadan dan Idul Fitri di Indonesia selalu identik dengan mudik alias pulang ke kampung halangan. Namun, lantaran pandemi virus corona atau Covid-19 yang masih melanda hingga kini, pemerintah mengimbau masyarakat jangan mudik tahun ini.

Meski imbauan itu telah gencar disebarluaskan, tapi ada saja yang nekat mudik atau terpaksa mudik, karena alasan mendesak. Lalu, apa yang harus dilakukan bila Anda terpaksa harus mudik agar tak jadi sumber penularan Corona Covid-19?

Dokter Spesialis Penyakit Paru Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp. P (K) mengatakan, yang ditakutkan dari tradisi mudik adalah berkerumun dan berdesak-desakkan. Sehingga kebiasaan inilah yang berisiko untuk banyak orang akan terpapar berbagai virus, termasuk Corona Covid-19.

"Sebetulnya kan sebaiknya tidak mudik, karena mudik identik dengan keramaian. Keramaian itu artinya orang berdesak-desakan, sehingga mungkin terjadi interaksi dekat antar orang dan ini adalah wahana yang cukup potensial untuk terjadi penularan antar-manusia," ujar Dr. Erlina dalam diskusi online Bakrie Center Foundation, Jumat (17/4/2020).

Petugas Gugus Tugas COVID-19 menempelkan stiker pada kendaraan bermotor di Perbatasan Tasikmalaya-Ciamis, Jembatan Cirahong, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (10/4). [ANTARA FOTO/Adeng Bustomi]
Petugas Gugus Tugas COVID-19 menempelkan stiker pada kendaraan bermotor di Perbatasan Tasikmalaya-Ciamis, Jembatan Cirahong, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (10/4). [ANTARA FOTO/Adeng Bustomi]

Ia mengatakan berkerumun inilah yang pada akhirnya merusak tujuan pemerintah, yakni memutus mata rantai penularan Covid-19 di Indonesia.

Jika pun terpaksa harus mudik dan tidak ada cara lain, maka lakukan antisipasi dengan naik kendaraan yang tidak memungkinkan terjadi penularan. Setelah tiba, maka tetap lakukan karantina mandiri, berdiam diri di rumah.

"Kalau toh terpaksa mudik, naik mobil yang jaraknya tidak memungkinkan terjadi penularan, dan sampai di kampung seharusnya mengkarantina diri di rumah," paparnya.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Jakarta itu juga menyebut sampai di kampung halaman tidak berkeliling ke rumah-rumah saudara untuk silahturahmi. Inilah yang rentan memicu terjadinya penularan dari satu orang ke orang lain.

baca juga

"Bukan bersilahturahmi ke sana kemari, karena bisa jadi Anda tidak bergejala tapi bisa saja OTG (orang tanpa gejala), tapi mempunyai virus di saluran napasnya dan ini bahaya untuk orang-orang di kampung," katanya.

Apalagi kata Ketua Tim Penanganan Covid-19 di RS Persahabatan itu, orang yang tinggal di kampung adalah orang-orang yang rentan, mengingat usia yang tidak muda lagi dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Orang-orang ini bila tertular dampaknya bisa sangat berat.

"Apalagi kalau ketemu orangtua, nenek kakek yang jelas-jelas sistem imunnya rendah. Ini bisa menularkan jadi kalaupun terbiasa pulang kampung jagalah jarak, isolasi diri dan istirahat, jangan begadang," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Temukan Ada Pasien Corona Covid-19 Alami Gejala Serangan Jantung

Dokter Temukan Ada Pasien Corona Covid-19 Alami Gejala Serangan Jantung

Health | Sabtu, 18 April 2020 | 11:38 WIB

Mudik Lebaran saat Wabah Covid-19? Mungkin Dilarang Pemerintah

Mudik Lebaran saat Wabah Covid-19? Mungkin Dilarang Pemerintah

Otomotif | Jum'at, 17 April 2020 | 17:10 WIB

Pemerintah Mulai Serius Larang Mudik Lebaran Tahun Ini

Pemerintah Mulai Serius Larang Mudik Lebaran Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 17 April 2020 | 10:42 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×