Jangan Asal Buka Puasa Pakai Makanan Manis, Ahli Ungkap Alasannya

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 23 April 2020 | 05:30 WIB
Jangan Asal Buka Puasa Pakai Makanan Manis, Ahli Ungkap Alasannya
Ilustrasi perempuan berbuka puasa bersama. (Shutterstock)

Suara.com - Jangan Asal Buka Puasa Pakai Makanan Manis, Ahli Ungkap Alasannya

Setelah berpuasa selama kurang lebih 14 jam, tubuh tentu kehilangan banyak energi. Oleh karena itu berbuka puasa menjadi waktu yang tepat mengembalikan tenaga dengan mengonsumsi gula sebagai sumber energi.

Namun, penting juga untuk memperhatikan asupan makanan dan minuman manis untuk berbuka. Terutama untuk pasien diabetes melitus.

"Kalau mau berbuka pilih yang enggak cuma sekadar manis dari gula tapi juga yang mengandung serat misalnya buah-buahan. Itu gula sederhana tapi baik untuk tubuh dan mengandung serat juga nutrisi," kata Head of Nutrifood Research Center Astri Kurniati saat Media Workshop online bersama Nutrifood, Rabu (22/4/2020).

Ilustrasi buah-buahan potong. (Shutterstock)
Ilustrasi buah-buahan potong. (Shutterstock)

Selain itu, Astri juga mengingatkan agar tetap memilih sumber makanan sehat ketika periode buka puasa sampai dengan sahur. Salah satunya dengan memilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah dan oatmel yang tinggi serat.

"Jadi kita bisa kenyang lebih lama. Cukup konsumsi air dari periode buka sampai sahur delapan gelas per hari dicukupkan jangan sampai dehidrasi. Buah dan sayur juga protein," paparnya.

Selain makanan, aktifitas fisik juga harus tetap dilakukan selama berpuasa. Menurut Astri, waktu olahraga paling tepat adalah mendekati waktu berbuka atau 2 hingga 3 jam setelah berbuka dengan durasi 30 menit.

"Pilih olahraga ringan intensitasnya dan jangan dipaksakan," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Jiwa dan NAPZA Dinkes DKI Jakarta dr. Endang Sri Wahyuningsih, MKM., mengingatkan tetap menjaga asupan gula, garam, dan lemak sesuai anjuran.

baca juga

Berdasarkan anjuran Kemenkes, asupan gula yang cukup selama satu hari sebanyak empat sendok makan, garam satu sendok teh, dan lemak lima sendok makan. Jumlah kalori juga harus diperhatikan jangan sampai makan terlalu berlebihan.

"Untuk kalori memang disarankan untuk laki-laki 1800-2200, perempuan 1500-2000 kalori," jelasnya.

Khusus terhadap pasien diabetes melitus, Endang menyarankan agar selalu mengontrol gula darah dalam tubuh, rutin meminum obat, juga rajin melakukan aktivitas fisik.

"Karena memang bisa meningkatkan sensitifitas tubuh terhadap insulin. Jadi akan mempermudah gula masuk ke dalan sel-sel tubuh," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Agar Segar Sepanjang Hari, Ini Tips Menjalani Puasa Bagi Hijaber Pemula

Agar Segar Sepanjang Hari, Ini Tips Menjalani Puasa Bagi Hijaber Pemula

Lifestyle | Selasa, 21 April 2020 | 21:00 WIB

5 Kesalahan yang Membuat Berat Badan Naik saat Puasa Ramadan

5 Kesalahan yang Membuat Berat Badan Naik saat Puasa Ramadan

Health | Selasa, 21 April 2020 | 08:30 WIB

Jelang Ramadan: Bagaimana Cara Minum Obat saat Puasa?

Jelang Ramadan: Bagaimana Cara Minum Obat saat Puasa?

Health | Senin, 20 April 2020 | 09:00 WIB

Terkini

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

×