Wow, Bayi 4 Bulan Bisa Bedakan Pelukan Orangtua dan Orang Asing

Kamis, 23 April 2020 | 06:00 WIB
Wow, Bayi 4 Bulan Bisa Bedakan Pelukan Orangtua dan Orang Asing
menggendong bayi (canyonviewpediatrics)

Suara.com - Wow, Bayi 4 Bulan Bisa Bedakan Pelukan Orangtua dan Orang Asing

Tahun pertama bayi menjadi masa perkembangan yang penting, baik secara fisiologis maupun emosional. Umumnya, mereka belum bisa berkomunikasi secara verbal.

Sehingga sentuhan memiliki peran penting dalam komunikasi praverbal. Para ilmuwan dari Universitas Toho di Tokyo, Jepang, baru-baru ini menerbitkan hasil penelitian yang mengukur cara respons bayi secara fisik terhadap pelukan.

"Seperti kebanyakan orangtua, kami suka memeluk anak-anak kami. Kita juga tahu bahwa anak-anak suka dipeluk oleh orangtua mereka. Tetapi yang mengejutkan kami, sebagai ilmuwan, adalah betapa sedikitnya yang kami ketahui tentang pelukan," kata salah satu peneliti Sachine Yoshida seperti dilansir dari situs Medical Health.

ilustrasi menggendong bayi. (Shutterstock)

Penelitian menyebut bahwa denyut jantung bayi yang berumur 4 bulan akan merasa rileks ketika dipeluk oleh orangtua atau pengasuhnya. Selain itu, bayi usia empat bulan lebih juga bisa membedakan antara pelukan orangtua dan orang asing.

Secara umum, studi mencatat, orangtua memegang atau memeluk bayi karena dua alasan berbeda. Pertama memposisikan bayi untuk disusui atau digendong.

Selain itu untuk mengungkapan kasih sayang, perasaan cinta, kebahagiaan, dan kehangatan kepada anak.

Para peneliti kemudian melakukan studi apakah bayi merasakan makna pelukan atau hanya merespons secara positif sentuhan dengan mengukur tingkat RRI.

"RRI adalah kebalikan dari tingkat detak jantung, yang berarti bahwa rasio RRI meningkat ketika tingkat detak jantung menurun," kata peneliti.

Baca Juga: Studi Sebut Mesin untuk Rapid Test Covid-19 Ini Paling Tidak Akurat

Para peneliti menganggap nilai RRI yang lebih tinggi menandakan tingkat relaksasi yang lebih besar pada bayi dan menandakan sebagai respons positif.

Dalam studi tersebut, peneliti meminta para ibu mengangkat bayinya dari box kemudian menggendong dan memeluk bayi dengan erat selama 20 detik.

Tiga elektrokardiogram yang dilekatkan peneliti pada bayi melacak RRI sementara accelerometer memberikan data pergerakan.

Saat bayi berusia lebih dari empat bulan dipeluk oleh orangtuanya, para peneliti menemukan bahwa pengukuran RRI meningkat. Hal itu menunjukkan bahwa anak merasa pelukan itu menenangkan.

Studi ini mencatat bahwa orang mungkin menganggap pelukan sebagai jenis kontak sosial yang tak terucap antara bayi dan orangtua atau pengasuhnya. Namun para peneliti melihat bukti bahwa efek pelukan memang bisa bersifat timbal balik.

“Orangtua juga menunjukkan peningkatan rasio interval detak jantung yang tinggi dengan memeluk bayi mereka. Kami menemukan bahwa bayi dan orangtua merasa rileks dengan berpelukan," kata Yoshida.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI