Pandemi Virus Corona Covid-19 Berisiko Tingkatkan Kasus Kanker, Kok Bisa?

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Kamis, 23 April 2020 | 18:48 WIB
Pandemi Virus Corona Covid-19 Berisiko Tingkatkan Kasus Kanker, Kok Bisa?
Ilustrasi pasien coronavirus Covid-19 menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 disebut bisa berisiko pada epidemi kasus kanker.

Temuan ini mengikuti penelitian baru yang telah menemukan bahwa upaya untuk mengatasi coronavirus "secara signifikan mempengaruhi" perawatan dan perawatan pasien dengan kanker.

Seperti dilansir dari Mirror, penelitian, yang diterbitkan dalam European Journal of Cancer, menyoroti bagaimana mengatur ulang sistem kesehatan dan implementasi langkah-langkah jarak sosial, termasuk lockdown nasional, memiliki efek negatif pada pasien dengan kanker.

Selain itu, ada juga keterlambatan rujukan mendesak. Sementara pasien yang menjalani pengobatan kanker, seperti kemoterapi, ditunda, atau operasi ditunda.

Siapa yang lebih berat mengalami efek kemoterapi, lelaki atau perempuan? (Shutterstock)
Ilustrasi kemoterapi. (Shutterstock)

Penelitian ini dilakukan secara kolaboratif oleh Queen's University Belfast, University of Split, Kroasia, dan King's College London. Profesor Universitas Queen Mark Lawler mengatakan ada risiko epidemi kanker di masa depan.

"Kami sudah melihat efek tidak langsung dari krisis Covid-19 pada perawatan kanker," katanya.

"Nomor rujukan mendesak menurun, endoskopi dan prosedur bedah lainnya sedang ditunda dan banyak spesialis kanker dialihkan ke perawatan spesifik Covid-19. Jika kita tidak bertindak, kita berisiko konsekuensi yang tidak diinginkan dari pandemi Covid-19 saat ini yang memicu epidemi kanker di masa depan," kata dia.

Dia menambahkan, bahwa penting mendorong pasien kanker, atau warga yang khawatir bahwa mereka mungkin memiliki gejala kanker, untuk terus mengakses sistem kesehatan. Selain itu, penting juga memastikan bahwa sistem kesehatan itu sesuai dengan tujuan untuk mendukung mereka.

Penelitian ini juga menyoroti bahwa karena semakin banyak orang khawatir tentang tanda-tanda dan gejala Covid-19, semakin sedikit orang yang mencari saran tentang gejala baru kemungkinan kanker, termasuk pendarahan yang tidak normal atau benjolan baru pada tubuh.

Baca Juga: Bacaan Niat Mandi Wajib atau Mandi Junub

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI