alexametrics

Duh, Pemerintah Indonesia Sulit Dapat Reagen Untuk Tes Corona Covid-19

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
Duh, Pemerintah Indonesia Sulit Dapat Reagen Untuk Tes Corona Covid-19
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (Capture Youtube BNPB Indonesia)

Reagen sedang dicari dan dibutuhkan banyak negara.

Suara.com - Duh, Pemerintah Indonesia Sulit Dapat Reagen Untuk Tes Corona Covid-19

Juru bicara pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengakui jika pemerintah kesulitan mendapatkan alat kit atau reagen untuk pemeriksaan virus corona atau Covid-19. Pasalnya alat ini sedang dicari dan dibutuhkan banyak negara.

"Seperti kita maklumi dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, maka semua negara di dunia yang terdampak Covid-19 membutuhkan reagen ini. Sementara dihadapkan pada kapasitas produksi, reagen ini yang terbatas," ujar Achmad Yurianto di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis, (23/4/2020).

Petugas mengatur sampel - sampel darah peserta Rapid Test di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (20/4). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas mengatur sampel - sampel darah peserta Rapid Test di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (20/4). [Suara.com/Alfian Winanto]

Karena kondisi tersebut, hanya ada 43 laboratorium berkapasitas Biosafety Level (BSL) II yang bisa beroperasi. Padahal ada 47 laboratorium bisa memeriksa virus corona.

Baca Juga: Jubir COVID-19 Yuri: Tak Ada Untungnya Pemerintah Memanipulasi Data

Reagen ini harus didatangkan dari luar negeri. Sehingga gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 berusaha maksimal memburu reagen dari berbagai negara yang memproduksi. Beruntung kini pemerintah sudah mendapatkannya dari Korea Selatan.

"Secara bertahap dan secara berkelanjutan untuk mendapatkan reagen dalam rangka memenuhi kebutuhan. Pada tanggal 16 April kita sudah mendapatkan 10.000 tes. Pada tanggal 19 April 50.000 test. Pada tanggal 21 April 12.300 tes dan hari ini akan kita dapatkan lagi 15.000 tes yang saat ini sedang dalam penerbangan dari Korea Selatan ke Jakarta kita berharap malam ini sudah tiba," jelas Yurianto.

Rencananya pada 24 April akan ada 400.000 reagen kembali yang akan diterima. Reagen ini akan segera didistribusikan ke seluruh laboratorium BSL II yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Sehingga pengujian sampel secara masif bisa kita lakukan. Sehingga pasien dalam pengawasan yang saat ini dirawat di berbagai Rumah Sakit bisa segera kita periksa. Termasuk pasien konfirmasi positif yang sedang dirawat bisa segera kita ikuti perkembangan laboratoriumnya," tutupnya.

Hingga 23 April 2020, ada sebanyak 195.948 orang dalam pemantauan (ODP) dan sebanyak 18.283 pasien dalam pengawasan (PDP) di Indonesia.

Baca Juga: Perusahaan Ini Jual Masker dari Bra, Langsung Laris Manis Diborong!

Sementara itu, hari ini sudah ada sebanyak 59.935 spesimen atau sampel yang diperiksa dari 48.647 orang. Dari pemeriksaan itu didapati sebanyak 7.775 orang dinyatakan positif.

Komentar