Anak Sulit Fokus dan Disiplin Saat Belajar di Rumah, Ini Penyebabnya

Bimo Aria Fundrika, Frieda Isyana Putri

Jum'at, 24 April 2020 | 13:00 WIB
Anak Sulit Fokus dan Disiplin Saat Belajar di Rumah, Ini Penyebabnya
Ilustrasi belajar di rumah - (Unsplash/@anniespratt)

Suara.com - Lebih dari satu bulan sudah pemerintah Indonesia mengimbau untuk menjalankan pembatasan interaksi sosial (social distancing) sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus Corona Covid-19.

Kondisi tersebut mengharuskan kita banyak berkegiatan di rumah aja, seperti bekerja ataupun belajar.

Nah, berbicara soal belajar, salah satu tantangan yang sering dihadapi para orangtua saat anak belajar di rumah adalah sulitnya mendisiplinkan dan membuat anak tetap fokus belajar.

Hal ini disebabkan tidak berada di ruang kelas, tidak langsung berhadapan dengan guru, dan anak-anak berada di rumah menghadapi laptop atau ponsel.

Ilustrasi KBM online - (Unsplash/@anniespratt)
Ilustrasi belajar di rumah - (Unsplash/@anniespratt)

Frida Dwiyanti, Sampoerna Academy Primary Principal, menyebutkan fokus berkaitan pada rentang konsentrasi anak.

Secara teori, usia anak adalah rentang waktu mereka dapat berkonsentrasi. Misalnya, anak berusia lima tahun, maka akan kuat berkonsentrasi selama lima menit. Sama halnya dengan anak usia tujuh tahun, maka dia akan kuat berkonsentrasi selama tujuh menit.

"Tapi perlu kita lihat kasusnya satu per satu. Karena anak-anak kan berbeda-beda," katanya dalam Live IG bersama Parentalk, Kamis (23/4/2020).

Contohnya, ada anak yang lebih condong ke cara belajar visual sehingga lebih betah melihat, atau ada anak auditori yang lebih terpacu dalam mendengar, atau bahkan ada anak yang kinestetik yang mengharuskan bergerak.

Oleh karena itu, lama pengajarannya harus dilihat. Semakin bawah level kelasnya, semakin pendek waktunya, misal 15-30 menit saja sudah cukup.

baca juga

"Karena semakin lama tidak baik untuk anak, anak juga akan capek dan cepat bosan, enggak konsentrasi," lanjutnya.

Maka dari itu, kata Frida, guru harus tetap melibatkan anak dalam pembelajaran. Misalnya memberikan interaksi seperti tanya jawab, diskusi, secara jelas dan tanpa berbelit-belit.

Supaya apa yang tersampaikan sambung dia, sesuai dengan kurikulum kita bisa tersampaikan dan tercerna dan diterima anak-anak.

"Fokus itu penting, gurunya fokus, anaknya fokus. Jadi dua belah pihak, antara anak dan guru, meski tidak berada di tempat yang sama, masih bisa berinteraksi. Meskipun interaksinya terpisah antara gadget sama media," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Cara Agar Anak Tak Jenuh Belajar di Rumah, Paling Enak Nomor Empat

5 Cara Agar Anak Tak Jenuh Belajar di Rumah, Paling Enak Nomor Empat

Lifestyle | Kamis, 16 April 2020 | 06:57 WIB

Belajar di Rumah, 5 Cara Ini Bikin Anak Jadi Suka dan Menguasai Matematika

Belajar di Rumah, 5 Cara Ini Bikin Anak Jadi Suka dan Menguasai Matematika

Lifestyle | Rabu, 15 April 2020 | 13:09 WIB

KBM Online Diperpanjang, Siswa di DIY Belajar di Rumah Sampai 28 April 2020

KBM Online Diperpanjang, Siswa di DIY Belajar di Rumah Sampai 28 April 2020

Jogja | Selasa, 14 April 2020 | 06:28 WIB

Terkini

Kabar Baik Industri Tekstil, Pemerintah Kaji Pembebasan PPN Pekerja Outsourcing

Kabar Baik Industri Tekstil, Pemerintah Kaji Pembebasan PPN Pekerja Outsourcing

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 15:19 WIB

5 Efek Pintu Depan Lurus Tembus ke Pintu Belakang Menurut Feng Shui

5 Efek Pintu Depan Lurus Tembus ke Pintu Belakang Menurut Feng Shui

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 15:19 WIB

Mengapa Musin Hujan Tahun Ini Telat? El Nino Kuat Jadi Dalang di Balik Kemarau Panjang

Mengapa Musin Hujan Tahun Ini Telat? El Nino Kuat Jadi Dalang di Balik Kemarau Panjang

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:18 WIB

Menkeu Suahasil Mau RI Belajar dari Korea Selatan demi Jadi Negara Maju

Menkeu Suahasil Mau RI Belajar dari Korea Selatan demi Jadi Negara Maju

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 15:17 WIB

Mengabadikan Indonesia Lewat Lensa, BRI inFrame 2026 Angkat Cerita Ekonomi Kerakyatan

Mengabadikan Indonesia Lewat Lensa, BRI inFrame 2026 Angkat Cerita Ekonomi Kerakyatan

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 15:17 WIB

Mengejar DP Rumah vs Beli Pengalaman: Mengapa Gen Z Memilih Realistis?

Mengejar DP Rumah vs Beli Pengalaman: Mengapa Gen Z Memilih Realistis?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 15:17 WIB

Gus Ipul Anggap Gus Lilur Tebar Fitnah soal Dugaan Aliran Rp480 M ke Muktamar ke-35 NU, Siap Somasi

Gus Ipul Anggap Gus Lilur Tebar Fitnah soal Dugaan Aliran Rp480 M ke Muktamar ke-35 NU, Siap Somasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:17 WIB

Cegah Capres Membludak, Demokrat Condong Sepakati Syarat Minimal 2 Fraksi

Cegah Capres Membludak, Demokrat Condong Sepakati Syarat Minimal 2 Fraksi

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:16 WIB

Dukung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Pemprov Jateng Ajak Warga Nobar di Kantor Gubernur

Dukung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Pemprov Jateng Ajak Warga Nobar di Kantor Gubernur

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 15:16 WIB

Gaya Hidup Aesthetic ala Gen Z: Menikmati Keindahan atau Mengejar Standar?

Gaya Hidup Aesthetic ala Gen Z: Menikmati Keindahan atau Mengejar Standar?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 15:15 WIB

×