Kim Jong Un Disebut Sempat dalam Kondisi Vegetatif, Apa Maksudnya?

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 28 April 2020 | 17:00 WIB
Kim Jong Un Disebut Sempat dalam Kondisi Vegetatif, Apa Maksudnya?
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Gambar ini diambil pada 2 Maret 2020. [AFP]

Suara.com - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un sempat dirumorkan meninggal dunia oleh beberapa media Jepang dan China pada Sabtu (25/4/2020) malam.

Sebelumnya, media mingguan Jepang "Shunkan Gendai" mengklaim bahwa pemimpin Korea Utara dalam keadaan vegetatif setelah mengalami komplikasi usai menjalani operasi jantung.

Tetapi, seperti apa itu keadaan vegetatif dan mungkinkah pemimpin Korea Utara itu kembali pulih?

Keadaan vegetatif adalah ketika seseorang bangun tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda kesadaran. Dalam kondisi vegetatif, dilansir oleh The Sun, orang mungkin bisa melakukan beberapa hal, seperti:

  1. Membuka mata mereka
  2. Bangun dan tidur secara berkala
  3. Memiliki refleks dasar, seperti berkedip ketika dikejutkan oleh suara keras atau menarik tangan ketika diisentuh
  4. Mampu mengatur detak jantung dan pernapasan tanpa bantuan.
Ilustrasi rumah sakit. (Shutterstock)
Ilustrasi rumah sakit. (Shutterstock)

Namun, seseorang dalam kondisi vegetatif tidak akan menunjukkan respons. Misalnya, mereka tidak akan bisa mengikuti objek dengan matanya atau menanggapi suara.

Jika seseorang berada dalam kondisi vegetatif selama lebih dari 4 minggu, mereka dianggap berada dalam kondisi vegetatif yang berkelanjutan.

Bila sudah lebih dari 6 bulan, kondisi ini disebabkan oleh cedera otak non-traumatis. Bisa juga orang melaluinya lebih dari 12 bulan jika disebabkan oleh cedera otak traumatis yang dianggap sebagai kondisi vegetatif permanen.

Seberapa besar kemungkinan pasien kondisi vegetatif bisa pulih?

Jika seseorang berada dalam kondisi vegetatif permanen, pemulihannya sangat sulit diprediksi. Namun, bukan berarti tidak mungkin.

baca juga

Pemulihan pasien kondisi vegetatif tergantung pada jenis cedera otak yang dialami, usia mereka, berapa lama dalam kondisi vegetatif dan seberapa parah cederanya.

Cedera otak non-traumatis mungkin disebabkan oleh penyakit lain di dalam tubuh. Sedangkan, cedera traumatis biasanya merupakan serangan kekerasan, jatuh, luka tembak dan ledakan bom.

Orang dalam kondisi vegetatif permanen sangat tidak mungkin pulih dari cedera otak. Sebab, kondisi itu tergolong mustahil dipulihkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Benarkah Kim Jong Un Meninggal dan Terbaring di Peti Mati?

CEK FAKTA: Benarkah Kim Jong Un Meninggal dan Terbaring di Peti Mati?

News | Selasa, 28 April 2020 | 13:18 WIB

Jadi Fans Inter Milan,  Kim Jong Un Tak Ragu Tembak Fans Juventus

Jadi Fans Inter Milan, Kim Jong Un Tak Ragu Tembak Fans Juventus

Foto | Selasa, 28 April 2020 | 12:00 WIB

Presiden Trump Klaim Tahu Kondisi Sebenarnya Kim Jong Un

Presiden Trump Klaim Tahu Kondisi Sebenarnya Kim Jong Un

News | Selasa, 28 April 2020 | 11:14 WIB

Terkini

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 20:18 WIB

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Riau | Sabtu, 12 September 2026 | 20:17 WIB

×