Dongeng 'Kamu Pahlawan Ku' Jadi Cara Mudah Kenalkan Anak Tentang Covid-19

Reza Gunadha, Lilis Varwati

Senin, 04 Mei 2020 | 00:02 WIB
Dongeng 'Kamu Pahlawan Ku' Jadi Cara Mudah Kenalkan Anak Tentang Covid-19
Ilustrasi mendongeng. (Shutterstock)

Suara.com - Dongeng 'Kamu Pahlawan Ku' Jadi Cara Mudah Kenalkan Anak Tentang Covid-19

Dampak pandemi virus corona seringkali membuat anak-anak bingung. Mereka juga menjadi salah satu kelompok yang terdampak dengan harus melakukan kegiatan sekolah dari rumah.

Oleh karena itu, anak-anak juga perlu diberi penjelasan terkait pandemi Covid-19 dengan sederhana. Dongeng bisa menjadi salah satu metode yang mudah diserap oleh anak-anak dalam menyerap informasi.

Kementerian Perempuan dan Peelindungan Anak (PPA) sendiri, baru saja meluncurkan buku dongeng berjudul 'Kamu Pahlawan ku'. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mengatakan, buku dongeng tersebut diluncurkan untuk memberikan pemahaman khusus kepada anak-anak terkait situasi pada masa pandemi.

"Buku ini adaptasi dari 'My Heroes You', buku cerita yang dikembangkan oleh kelompok ahli di comunity antar lembaga dan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial untuk anak-anak di seluruh dunia," kata Bintang dalam teleconference melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Minggu (3/5/2020).

Dongen Kamu Pahlawanku. (dok: YouTube/BNPB)
Dongen Kamu Pahlawanku. (dok: YouTube/BNPB)

Menurut Bintang, buku dongeng itu bisa menjadi bahan bacaan keluarga kepada anak-anaknya. Buku dongeng itu juga tersedia dalam bentuk audio dan video.

"Harapan saya anak-anak seluruh Indonesia bisa menikmati buku ini dan mengambil pesan bermanfaat di dalamnya," ucapnya.

Selain mudah dimengerti, buku dongeng juga dinilai bisa jadi hiburan bagi anak-anak. Pendongeng M. Ariyo mengatakan, membacakan cerita dongeng juga bisa menjadi hiburan bagi anak agar tidak bosan selama di rumah.

"Ketika buku ini saya baca, ini bisa sangat menarik. Anak-anak bisa terhibur tapi secara mudah juga bisa mengerti untuk melindungi dirinya dan teman dekatnya," kata Ariyo dalam kesempatan yang sama.

baca juga

Buku dongeng tersebut telah diterjemahkan ke dalam 100 bahasa di dunia termasuk Indonesia. Sementara itu, di Indonesia juga diterjemahkan dalam bahasabdaerahbseperti Bugis, Karo, dan beberapa bahasa Papua.

Buku tersebut dapat diakses dimelalui laman Kementerian PPA, kemenppa.go.id atau juga situs resmi resmi UNICEF/indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Orang Dewasa, Karantina Juga Berdampak pada Kesehatan Mental Anak

Tak Hanya Orang Dewasa, Karantina Juga Berdampak pada Kesehatan Mental Anak

Health | Sabtu, 02 Mei 2020 | 15:12 WIB

Dongeng Legendaris Si Kancil yang Cerdik, Materi Belajar dari Rumah TVRI

Dongeng Legendaris Si Kancil yang Cerdik, Materi Belajar dari Rumah TVRI

Health | Jum'at, 01 Mei 2020 | 09:44 WIB

Akibat Virus Corona, Kedai Kopi Ini Disulap Jadi Studio Dongeng Anak

Akibat Virus Corona, Kedai Kopi Ini Disulap Jadi Studio Dongeng Anak

Tekno | Senin, 30 Maret 2020 | 05:30 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×