Jangan Abaikan Anak dengan Kleptomania, Begini Cara Mengatasinya!

Senin, 04 Mei 2020 | 19:30 WIB
Jangan Abaikan Anak dengan Kleptomania, Begini Cara Mengatasinya!
Joon Yeong, anak pemeran utama yang menderita kleptomania (Instagram/@theworldofthemarried)

Suara.com - Drama Korea The World of The Married tidak hanya menceritakan persoalan keluarga, tetapi juga kondisi psikologis tokohnya.

Salah satunya, Lee Joon-yeong yang diperankan oleh Jeon Jin-seo. Tokoh Lee Joon-yeong digambarkan sebagai anak pemeran utama yang memiliki gangguan perilaku kleptomania.

Gangguan perilakunya semakin terlihat jelas ketika kedua orangtuanya bercerai. Lalu, ia berulang kali mengambil barang teman sekolahnya dan menyimpannya di satu tempat.

Ia juga menjalani konseling untuk mengatasi kondisinya, meski tanpa dampingan dan sepengetahuan orangtuanya.

Seperti yang Anda ketahui, kleptomania adalah gangguan perilaku yang membuat orang suka mengutil atau mencuri. Tetapi, perilakunya tentu berbeda dengan pencurian, karena mereka cenderung mencuri barang yang tak dibutuhkan.

Ilustrasi mencuri, pencurian, pencuri. [Shutterstock]
Ilustrasi mencuri, pencurian, pencuri. [Shutterstock]

Dilansir oleh Healthline, orang dengan kleptomania sangat sulit untuk mengatasi kondisi sendiri tanpa bantuan medis. Perawatan untuk orang kleptomania biasanya meliputi kombinasi psikoterapi dan obat-obatan yang bisa mengatasi pemicu serta penyebabnya.

Perawatan paling umum adalah terapi perilaku kognitif untuk mengobati kleptomania. Pada terapi perilaku kognitif ini, terapis akan membantu Anda belajar menghentikan perilaku buruk dan mengatasi kognisi yang menyebabkannya.

Terapi juga biasanya akan menggunakan dua metode dalam menangani orang kleptomania, antara lain:

1. Desensitisasi sistematis, yakni kondisi di mana Anda berlatih teknik relaksasi untuk belajar mengendalikan dorongan mencuri.

Baca Juga: Seperlima Anak-anak di Britania Raya Alami Kelaparan Selama Lockdown Corona

2. Kepekaan terselubung, yakni kondisi di mana Anda membayangkan diri sendiri mencuri dan menghadapi konsekuensi negatif dari tindakan tersebut.

Selain itu, terdapat obat-obatan yang diresepkan untuk mengatasi suasana hati yang terkait atau gangguan kesehatan mental, seperti depresi atau gangguan obsesif-kompulsif.

Dokter juga mungkin akan meresepkan obat untuk menyeimbangkan opioid untuk mengontrol kimia otak yang mendorong perilaku mencuri.

Meskipun kleptomania sulit disembuhkan, tetapi itu bisa dikontrol. Perawatan terus-menerus memang diperlukan untuk menghindari kekambuhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI