Kematian Mendadak Didi Kempot, Ini Pentingnya Rutin Check Up Kesehatan

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 06 Mei 2020 | 03:15 WIB
Kematian Mendadak Didi Kempot, Ini Pentingnya Rutin Check Up Kesehatan
Didi Kempot. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ & Instagram/@kitajimaya_wr)

Suara.com - Kematian Mendadak Didi Kempot, Ini Pentingya Rutin Check Up Kesehatan

Kematian mendadak penyanyi campursari Didi Kempot menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan banyak penggemarnya.

Kepergian God Father of Broken Heart itu mengingatkan banyak orang tentang pentingnya memeriksakan kesehatan secara rutin.

Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH., MMB, FINASIM, FACP, FACG, serangan jantung atau stroke merupakan penyebab utama kematian mendadak karena sakit.

Itulah yang menjadi alasan Prof Ari untuk mengingatkan pentingnya melakukan check-up, bahkan bagi mereka yang tidak berisiko sekalipun.

Kerabat meratapi pusara almarhum penyanyi campursari Dionisius Prasetyo atau Didi Kempot sesuasi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Desa Majasem, Ngawi, Jawa Timur, Selasa (5/5). [ANTARA FOTO/Joni Pratama]
Kerabat meratapi pusara almarhum penyanyi campursari Dionisius Prasetyo atau Didi Kempot sesuasi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Desa Majasem, Ngawi, Jawa Timur, Selasa (5/5). [ANTARA FOTO/Joni Pratama]

"Bagi orang yang memang tidak ada risiko sakit jantung, mereka dianjurkan untuk check-up setelah berusia di atas 40 tahun. Bahkan, check-up harus dilakukan lebih awal jika kita mempunyai faktor risiko sakit jantung," ungkap Prof Ari dalam penjelasan tertulis melalui aplikasi WhatsApp yang diterima Suara.com, Senin (5/5/2020).

Dengan check-up, sambung dia, seseorang bisa mendeteksi adanya penyakit atau gangguan kesehatan yang memang hanya bisa ditemukan proses tersebut. Lenih lanjut Prof Ari mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada proses penyakit yang terjadi tiba-tiba, melainkan manifestasi klinisnya bisa tiba-tiba.

"Hanya, masalahnya, gangguan kesehatan harus diidentifikasi dengan pemeriksaan sehingga check-up merupakan hal penting yang harus rutin dilakukan sehingga kita tidak akan terkejut bila ada kematian mendadak yang terjadi di sekitar kita," ujarnya.

Bahkan, gangguan pencernaaan seperti nyeri ulu hati atau kembung (begah) yang baru dirasakan ketika umur kita di atas 40 tahun, juga merupakan keluhan yang harus segera dievaluasi.

baca juga

Prof Ari menuturkan bahwa beberapa faktor risiko dari penyakit jantung koroner antara lain berusia lebih dari 40 tahun, kegemukan atau obesitas, merokok, hipertensi, kolesterol tinggi atau hiperkolesterol, hipertrigliserida, penyakit kencing manis atau DM, riwayat  keluarga dengan sakit jantung, kurang olahraga rutin, dan stres.

"Kita juga mengetahui bahwa faktor risiko jantung koroner tersebut ada yang bisa kita cegah agar terhindar dari serangan jantung. Sekali lagi, umur memang rahasia Allah. Kita manusia hanya bisa berusaha untuk hidup sehat," ujar dia.

Oleh karena itu Prof Ari menyarankan untuk segera berobat ke dokter jika ada keluhan yang terjadi, terutama sesak napas, nyeri dada atau nyeri dulu hati setelah beraktivitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Jantung, Didi Kempot Meninggal Punya Riwayat Sakit Asma

Bukan Jantung, Didi Kempot Meninggal Punya Riwayat Sakit Asma

Jawa Tengah | Selasa, 05 Mei 2020 | 11:41 WIB

Didi Kempot Meninggal karena Henti Jantung, Pahami Risiko Penyakit Ini

Didi Kempot Meninggal karena Henti Jantung, Pahami Risiko Penyakit Ini

Health | Selasa, 05 Mei 2020 | 10:38 WIB

Didi Kempot Meninggal Dunia, Diduga Serangan Jantung

Didi Kempot Meninggal Dunia, Diduga Serangan Jantung

Jawa Tengah | Selasa, 05 Mei 2020 | 08:55 WIB

Terkini

Bangkit Berkat Huntara, Warga Agam Kini Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Lokal

Bangkit Berkat Huntara, Warga Agam Kini Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Lokal

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:36 WIB

SMP dan SMA Sekolah Tumbuh Gandeng Neon Bit Kembangkan Pembelajaran Coding dan Robotik

SMP dan SMA Sekolah Tumbuh Gandeng Neon Bit Kembangkan Pembelajaran Coding dan Robotik

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:30 WIB

4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?

4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel

Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:05 WIB

BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0

BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

×