Kasus Anak Telan Magnet Meningkat Selama WFH, Orangtua Dianggap Lengah

Risna Halidi

Rabu, 06 Mei 2020 | 15:34 WIB
Kasus Anak Telan Magnet Meningkat Selama WFH, Orangtua Dianggap Lengah
Ilustrasi bola magnet (Pixabay/jules_88)

Suara.com - Kasus Anak Telan Magnet Meningkat Selama WFH, Orangtua Dianggap Lengah

Seorang balita Melbourne, Australia harus dilarikan ke gawat darurat Rumah Sakit Monash Children setelah menelan 32 magnet di rumah.

Balita tersebut bernama Imogen Ferguson. Insiden fatal sendiri terjadi ketika Imogen yang masih berusia dua tahun tengah bermain dengan kakaknya Heidi. Jika Imogen menelan 32 magnet, sang kakak Heidi menelan dua magnet.

Menurut Rumah Sakit Monash Children, mereka telah melihat empat kasus serupa dalam dua minggu terakhir. Ini membuat RS harus memperingatkan agar orangtua senantiasa waspada pada setiap kegiatan anak-anak saat masa isolasi atau kegiatan di rumah aja.

Berbicara kepada media lokal, kepala bedah anak-anak Rumah Sakit Monash Children, Profesor Chris Kimber mengatakan orangtua perlu waspada daripada sebelumnya dan mencegah anak-anak prasekolah memiliki akses ke mainan yang berbahaya.

"Dengan lebih banyak anak yang tinggal di rumah, dan lebih banyak waktu untuk menjelajahi rumah, ada peningkatan risiko magnet ini tertelan oleh anak-anak kecil. Magnet-magnet ini bisa sangat berbahaya, dan terkikis melalui jaringan usus ketika mereka mencoba dan terhubung satu sama lain dapat menyebabkan banyak lubang di usus dan berpotensi mengancam jiwa," kata Kimber seperti yang Suara.com kutip di News.com.au.

Jika benda kecil lain dapat menimbulkan bahaya tersedak pada anak-anak, magnet dianggap bisa berakibat lebih fatal jika tertelan.

Gaya magnet dapat menembus lapisan usus dan organ dan menyebabkan ulserasi, nekrosis, perforasi, fistula, volvulus, obstruksi, dan peritonitis.

Kasus serupa pernah terjadi pada Januari 2017 ketika Noah, seorang bocah lelaki asal Victoria berusia lima tahun menelan 30 magnet kulkas.

baca juga

Dokter di Rumah Sakit Anak Monash melaporkan bahwa anak itu "hanya beberapa jam dari kematian" ketika dibawa ke rumah sakit dan mengalami infeksi parah di perutnya.

Selama operasi darurat, dokter menemukan magnet telah membentuk lingkaran di dalam usus dan menyebabkan 10 lubang.

Akibatnya, dokter harus memotong dan membuang sebagian dari usus anak tersebut. Noah juga harus menghabiskan waktu lebih dari sebulan di rumah sakit untuk bisa dinyatakan pulang.

Untuk menghindari insiden serupa, orangtua didorong untuk memeriksa apakah ada magnet dari item apa pun yang dapat masuk ke mulut anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usir Bosan di Rumah Aja, Yuk Bereksperimen dengan Pakaianmu di Lemari!

Usir Bosan di Rumah Aja, Yuk Bereksperimen dengan Pakaianmu di Lemari!

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2020 | 11:43 WIB

Ustaz: Meski di Rumah Aja, Jangan Malas Mandi!

Ustaz: Meski di Rumah Aja, Jangan Malas Mandi!

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2020 | 03:00 WIB

Di Rumah Aja, Eksperimen dengan Makeup, Yuk!

Di Rumah Aja, Eksperimen dengan Makeup, Yuk!

Lifestyle | Senin, 04 Mei 2020 | 20:18 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

×