6 Fakta Henti Jantung, Penyakit yang Dialami Didi Kempot

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Kamis, 07 Mei 2020 | 11:14 WIB
6 Fakta Henti Jantung, Penyakit yang Dialami Didi Kempot
Ilustrasi henti jantung penyakit Didi Kempot. (Shutterstock)

3. Henti jantung bisa diselamatkan jika penanganan cepat

Jika denyut nadi kembali berdenyut atau terdeteksi, maka akan ditinjau apakah pasien tersebut masih bernapas atau tidak. Jika masih bernafas, maka pasien diberikan bantuan pernapasan seperti pemasangan selang bantu pernapasan berupa ventilator.

Kemudian, pasien akan dilakukan pengecekkan terhadap tekanan darah dan dilakukan evaluasi lanjutan terhadap irama jantung, kecepatan nadi, dan pemeriksaan kondisi penyakit di tubuh pasien untuk melihat potensi penyebab henti jantung.

“Pada intinya, pasien henti jantung masih dapat diselamatkan jika dilakukan evakuasi ke rumah sakit dalam waktu yang cepat. Semakin cepat Resusitasi Jantung Paru dilakukan akan semakin tinggi harapan hidup pasien,” jelas Ivan.

riwayat penyakit jantung. (Shutterstock)
riwayat penyakit jantung. (Shutterstock)

4. Tidak selalu disebabkan riwayat penyakit jantung

Henti jantung tidak selalu disebabkan karena adanya riwayat penyakit jantung pada pasien. Pasien henti jantung dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti diare yang berakibat pada kekurangan cairan berlebih, tension pneumothorax, dan berbagai riwayat penyakit lainnya.

Ivan mencontohkan, jika pembuluh darah kekurangan cairan, maka pembuluh darah akan kekurangan oksigen sehingga tidak dapat bekerja secara maksimal. Jika pasien mengalami tension pneumothorax, maka pasien akan mengalami kondisi dimana udara yang terkumpul pada rongga pleura tidak dapat keluar namun udara dari dinding dada dan paru-paru terus masuk ke rongga tersebut sehingga akan menekan paru-paru dan jantung.

Selanjutnya: Pengobatan henti jantung

5. Pengobatan tergantung riwayat penyakit

baca juga

Jika pasien telah ditemukan riwayat penyakit yang menyebabkan henti jantung, maka pasien tersebut akan diberikan pengobatan utama yang berbeda tergantung dari riwayat penyakitnya.

Jika pasien henti jantung didiagnosis mengalami serangan jantung, pasien masih dapat dibantu melalui kateterisasi jantung. Tapi kalau pasien mengalami kekurangan cairan, pasien akan diberikan cairan agar jantung bisa bekerja.

"Semua penyebab henti jantung akan di evaluasi untuk diberikan tindakan medis yang tepat” kata Ivan.

Namun jika memang memiliki riwayat penyakit jantung, Ivan mengingatkan sebaiknya tidak melakukan aktivitas atau olahraga berat agar terhindar dari henti jantung.

Ilustrasi obat henti jantung. (Shutterstock)
Ilustrasi obat henti jantung. (Shutterstock)

6. Pencegahan Henti jantung dibagi dua kategori

Terdapat dua kategori pasien dalam melakukan pencegahan henti jantung. Kategori pertama adalah preventif primer, pasien yang tidak memiliki gejala penyakit apapun dan berusia lebih dari 40 tahun, memiliki faktor risiko seperti tensi tinggi, punya riwayat keturunan jantung, merokok dan meminum alkohol, atau riwayat yang berpotensi henti jantung lainnya.

Untuk seseorang dengan kategori tersebut, sebaiknya dilakukan medical check up secara rutin dan melakukan pola hidup sehat, jelas Ivan.

Kategori kedua adalah preventif sekunder di mana pasien sudah memiliki penyakit sebelumnya, seperti riwayat penyakit jantung, stroke, gula, dan sebagainya. Pasien dalam kategori ini harus melakukan pengobatan secara disiplin sesuai dengan anjuran dokter.

"Di tengah pandemi Covid-19 ini, pasien tetap harus melakukan konsultasi dengan dokter terutama untuk penyakit yang memang harus segera ditangani atau diobati. Banyak cara yang bisa dilakukan seperti telemedicine atau konsultasi dokter secara online,” katanya.

Ia menambahkan, untuk menghindari henti jantung, lakukan pola hidup sehat dengan mengurangi makanan yang mengandung kolesterol dan rutin berolahraga minimum 40 menit untuk membakar gula dan lemak. Hindari merokok, meminum alkohol, dan makanan tinggi gula. Juga tidur yang cukup minimal 8 jam dalam sehari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beri Nasihat Untuk Sulis, Didi Kempot: Terus Kreatif!

Beri Nasihat Untuk Sulis, Didi Kempot: Terus Kreatif!

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2020 | 10:35 WIB

Yuni Shara : Dari Ngamen Didi Kempot Tak Pernah Bawakan Lagu Orang

Yuni Shara : Dari Ngamen Didi Kempot Tak Pernah Bawakan Lagu Orang

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2020 | 10:26 WIB

Ganjar Pranowo Ajak Sobat Ambyar Joget dalam Tribute to Didi Kempot

Ganjar Pranowo Ajak Sobat Ambyar Joget dalam Tribute to Didi Kempot

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2020 | 08:38 WIB

Terkini

Kejagung Tetapkan Kolonel Budi Utomo Tersangka Korupsi MBG

Kejagung Tetapkan Kolonel Budi Utomo Tersangka Korupsi MBG

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:44 WIB

ASUS ExpertBook P3 G1 Hadir, Laptop Bisnis Intel Core Ultra Mulai Rp14 Jutaan

ASUS ExpertBook P3 G1 Hadir, Laptop Bisnis Intel Core Ultra Mulai Rp14 Jutaan

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 17:44 WIB

Wonderland Hadir di Jambi, Pilihan Rekreasi Keluarga di Tengah Kawasan Hijau

Wonderland Hadir di Jambi, Pilihan Rekreasi Keluarga di Tengah Kawasan Hijau

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 17:44 WIB

Rupiah Balik Rp18.000, Warga Mulai Ramai-Ramai Jual Dolar

Rupiah Balik Rp18.000, Warga Mulai Ramai-Ramai Jual Dolar

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:41 WIB

Mengenang Anthonius: Selamatkan Ratusan Nyawa Penumpang Pesawat di Palu

Mengenang Anthonius: Selamatkan Ratusan Nyawa Penumpang Pesawat di Palu

Sulsel | Selasa, 29 September 2026 | 17:40 WIB

Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja

Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja

Jogja | Selasa, 29 September 2026 | 17:37 WIB

AI Bikin Produk Digital Makin Cepat, Tapi Berguna bagi Bisnis?

AI Bikin Produk Digital Makin Cepat, Tapi Berguna bagi Bisnis?

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:37 WIB

BRIN Ungkap Dampak Buruk Vape: Masalah Diabetes sampai Celah Penyebaran Narkoba

BRIN Ungkap Dampak Buruk Vape: Masalah Diabetes sampai Celah Penyebaran Narkoba

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:36 WIB

Sempat Tembus Rp18.000, Rupiah Ditutup di Rp17.981 per Dolar AS

Sempat Tembus Rp18.000, Rupiah Ditutup di Rp17.981 per Dolar AS

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 17:34 WIB

Diumumkan Meninggal Lewat Pengeras Suara Masjid, Pria di Sampang Tiba-tiba Pulang Segar Bugar

Diumumkan Meninggal Lewat Pengeras Suara Masjid, Pria di Sampang Tiba-tiba Pulang Segar Bugar

Jatim | Selasa, 29 September 2026 | 17:34 WIB

×