Unik, Cara Walikota Risma Agar Anak Surabaya Tidak Bosan Belajar di Rumah

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi
Unik, Cara Walikota Risma Agar Anak Surabaya Tidak Bosan Belajar di Rumah
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Foto dok. Humas Pemkot Surabaya)

Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengaku memiliki cara agar anak tidak bosan selama belajar di rumah saja. Apa triknya?

Suara.com - Unik, Cara Walikota Risma Agar Anak Surabaya Tidak Bosan Belajar di Rumah

Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengaku memiliki cara agar anak tidak bosan selama belajar di rumah saja. Ia bersama Dinas Pendidikan Surabaya mengupayakan anak-anak bisa senang belajar dengan elektronik.

Salah satu yang dia manfaatkan adalah pelajaran olahraga agar anak tetap melakukan aktivitas fisik dengan bimbingan guru olahraga, seperti senam misalnya.

"Jadi sebetulnya itu bisa dilakukan, anak-anak juga sering belajar hanya dia melihat di televisi atau di video, itu mereka belajar seperti itu. Nah, ini yang coba kita masuki konten-konten supaya tetap ada kontak antara sekolah dengan anak-anak," ujar Risma dalan acara diskusi di Akademi Edukreator, Rabu (7/5/2020).

Ia mengatakan, untuk pengaturan waktu tidak perlu diatur oleh sekolah. Tapi waktu di mana anak-anak yang inginkan agar semangat belajar mereka melonjak drastis. Namun tetap dengan bimbingan orangtua.

"Kami minta diupayakan jamnya itu tergantung anak-anak minta. Di mana karena kami berharap itu ada pendampingan dari orang tua," jelasnya.

Nilai positif dari pandemi ini menurut Risma, jika dulu program pemerintah sangat sulit sekali orangtua dilibatkan dalam pendidikan anak-anak dan menyerahkan seutuhnya kepada sekolah. Kini, tidak lagi orang tua harus terlibat dan melihat perkembangan anak.

"Justru dengan sekarang ini mungkin yang dulu, misalkan orang tua menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak-anak ke sekolah tapi dengan sekarang ini kita justru bisa mengajak para orang tua mendampingi anak-anaknya belajar," katanya.

Jadi kini, tidak hanya guru, orangtua berkontribusi aktif agar pendidikan bisa berjalan dengan lancar. Anak-anak bisa memanfaatkan teknologi yang selama ini dianggap jadi bumerang untuk pembelajaran anak.

"Yang saya tidak pernah bayangkan saat bagaimana kondisi normal kemarin, kami mengajak keterlibatan orangtua sangat agak sulit sekali, tapi justru sekarang ini lebih mudah," tutupnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS