Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital

Vania Rossa | Suara.com

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:58 WIB
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
Ilustrasi orang tua mendampingi anak main game. (Freepik)
  • Orang tua masa kini perlu mendampingi anak dalam game online, bukan hanya sekadar mengontrol aktivitas mereka.
  • Pendampingan ideal mencakup pembuatan batasan bermain yang disepakati, pemahaman jenis game, dan edukasi keamanan digital.
  • Orang tua juga harus mengajarkan pengelolaan uang dan pentingnya keamanan transaksi saat melakukan pembelian dalam game (top up).

Suara.com - Di era serba digital seperti sekarang, peran orang tua tak lagi sebatas mengawasi jam belajar atau memastikan anak makan tepat waktu. Ketika anak mulai akrab dengan dunia game online, orang tua juga dituntut hadir sebagai pendamping—bukan sekadar pengontrol. Gaming sudah menjadi bagian dari keseharian generasi muda, dan pendekatan yang bijak jauh lebih efektif dibanding larangan sepihak.

Lalu, seperti apa pendampingan yang ideal?

1. Membuat Batasan yang Jelas dan Disepakati Bersama

Durasi bermain tetap perlu diatur. Bukan dengan ancaman, tetapi lewat kesepakatan yang dipahami anak. Misalnya, game hanya dimainkan setelah tugas sekolah selesai atau maksimal beberapa jam di akhir pekan. Aturan yang dibicarakan bersama cenderung lebih dihargai daripada aturan yang dipaksakan.

2. Memahami Dunia yang Anak Mainkan

Orang tua tidak harus jago bermain game, tetapi memahami jenis game yang dimainkan anak adalah langkah penting. Apakah game tersebut kompetitif? Apakah ada fitur komunikasi dengan orang asing? Dari sini, orang tua bisa mengantisipasi risiko seperti cyberbullying atau interaksi yang tidak sehat.

3. Mengajarkan Etika dan Keamanan Digital

Game online sering terhubung dengan media sosial dan fitur chat. Anak perlu diberi pemahaman tentang pentingnya menjaga data pribadi, tidak membagikan password, dan berhati-hati terhadap tautan mencurigakan. Literasi digital menjadi bekal utama agar mereka tidak mudah tertipu.

4. Mengajarkan Pengelolaan Uang, Termasuk Saat Top Up

Salah satu aspek yang sering luput dari perhatian adalah kebiasaan top up untuk membeli diamond, UC, atau item dalam game. Di sinilah orang tua bisa masuk sebagai mentor finansial. Anak perlu belajar bahwa uang memiliki batas dan prioritas. Top up bisa dijadikan momen edukasi tentang budgeting: berapa alokasi hiburan, bagaimana cara memilih layanan yang aman, dan kenapa tidak semua promo harus diambil.

Keamanan transaksi juga menjadi perhatian penting. Tidak sedikit kasus akun game terkena banned atau saldo hilang karena menggunakan layanan ilegal atau tidak resmi. Padahal bagi anak, akun game adalah “aset” yang dibangun dari waktu dan usaha mereka.

Karena itu, memilih platform top up yang terintegrasi langsung dengan penyedia game resmi menjadi pertimbangan banyak orang tua. Selain meminimalkan risiko banned, transaksi yang transparan dan metode pembayaran yang jelas juga membantu anak belajar bertransaksi secara bertanggung jawab.

Country Director topup.id, Agung Dwi Sandi, menegaskan pentingnya aspek keamanan dalam transaksi digital untuk gamer. “Kami memahami bahwa bagi seorang gamer, akun adalah aset yang sangat berharga. Itulah mengapa sistem kami terintegrasi langsung dengan penyedia layanan game resmi agar transaksi lebih aman,” ujarnya.

Pada akhirnya, mendampingi anak gamer bukan soal membatasi kesenangan mereka, melainkan memastikan hobi tersebut berjalan sehat, aman, dan tetap dalam koridor nilai keluarga. Dengan batasan yang jelas, literasi digital yang kuat, serta pilihan transaksi yang aman, orang tua bisa hadir sebagai mitra—bukan lawan—di dunia digital anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sisi Gelap Algoritma: Monetisasi Atensi dan Eksploitasi Emosi Publik

Sisi Gelap Algoritma: Monetisasi Atensi dan Eksploitasi Emosi Publik

Your Say | Kamis, 19 Februari 2026 | 15:02 WIB

Pentingnya Berpikir Skeptis Digital di Era Banjir Informasi

Pentingnya Berpikir Skeptis Digital di Era Banjir Informasi

Your Say | Rabu, 18 Februari 2026 | 13:04 WIB

Menulis dengan Tanggung Jawab demi Tingkatkan Literasi Digital Masyarakat

Menulis dengan Tanggung Jawab demi Tingkatkan Literasi Digital Masyarakat

Your Say | Minggu, 15 Februari 2026 | 14:10 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB