facebook

Minum Air Rebusan Daun Sirih, Amankah?

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
Minum Air Rebusan Daun Sirih, Amankah?
Ilustrasi daun sirih (Shutterstock)

Daun sirih telah dipercaya memiliki beragam manfaat.

Suara.com - Minum Air Rebusan Daun Sirih, Amankah?

Indonesia sejak dahulu memang terkenal sebagai negara yang kaya akan tanaman herbal. Bahkan, sebelum ilmu kedokteran modern berkembang seperti saat ini, nenek moyang kita sudah memanfaatkan tumbuhan herbal sebagai pengobatan.

Salah satunya ialah daun sirih yang memiliki beragam manfaat. Kebanyakan daun sirih direbus lalu air rebusannya diminum. Tapi amankah proses tersebut?

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Pengembang Jamu Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr. Inggrid Tania mengatakan tidak bisa memastikan aman atau tidak karena harus melewati uji klinis.

Baca Juga: Penderita Asam Lambung Tak Boleh Minum Jamu, Mitos atau Fakta?

Sirih adalah salah satu herbal yang efektif menjaga kesehatan gigi. (shutterstock)
Sirih adalah salah satu herbal yang efektif menjaga kesehatan gigi. (shutterstock)

Tapi terlepas itu, ia membenarkan daun sirih mengandung antiseptik, antioksidan dan anti peradangan bagi tubuh. Hanya saja ada aturan yang harus dijalankan.

"Kalau disebut aman atau tidak aman, daun sirih itu kan sifatnya antiseptik antioksidan anti peradangan jadi sebenarnya bagus aja. Tapi memang jangan berlebihan jadi kalau mau konsumsi setiap hari nggak apa-apa. Asal jangan berlebihan," ujar dr. Inggrid saat diskusi online beberapa waktu lalu.

Ia mencontohkan, kadar daun sirih yang direbus harus tidak boleh berlebihan. Misalnya 5 lembar daun untuk sekali rebusan itu sudah maksimal. Apalagi belum ada penelitian lebih jauh terkait hal ini.

"Kalau dampaknya pada wanita belum menikah atau berusia muda sampai saat ini belum terkonfirmasi ya. Jadi selama ini yang bisa dikonfirmasi adalah manfaatnya," tutupnya.

Daun sirih memang sudah diakui sebagai tanaman obat atau fitofarmaka. Kandungan antiseptiknya juga disebut-sebut ampuh mencegah gigi berlubang karena bisa membunuh bakteri.

Baca Juga: Bulan Ramadan, Kapan Waktu yang Tepat untuk Olahraga saat Puasa?

Komentar