Terungkap, Ternyata Ini Alasan Orang Alami Phobia atau Fobia

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Minggu, 10 Mei 2020 | 16:40 WIB
Terungkap, Ternyata Ini Alasan Orang Alami Phobia atau Fobia
Ilustrasi fobia atau phobia di tempat ramai. (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa orang kerap mengalami fobia (phobia) atau rasa takut berlebihan yang bagi orang lain tak wajar. Objek ketakutan itu bisa dari tempat, situasi, atau benda tertentu.

Tidak seperti gangguan kecemasan pada umumnya, fobia biasanya terhubung dengan sesuatu yang spesifik.

Orang dengan fobia sering menyadari bahwa ketakutan mereka tidak rasional, tetapi mereka tidak dapat berbuat apa-apa.

Ketakutan semacam itu dapat mengganggu pekerjaan, sekolah, dan hubungan pribadi.

Melansir dari situs healthline, faktor genetik dan lingkungan dapat menyebabkan fobia.

Anak-anak yang memiliki hubungan darah dengan orangtua gangguan kecemasan berisiko terkena fobia.

Selain itu pengalaman menyedihkan, seperti hampir tenggelam, juga dapat menimbulkan fobia.

Ilustrasi fobia, gugup bicara di depan umum. (Shutterstock)
Ilustrasi fobia, atau phobia gugup bicara di depan umum. (Shutterstock)

Orang dengan kondisi medis berkelanjutan atau masalah kesehatan sering mengalami fobia. Ada insiden tinggi orang yang mengalami fobia setelah cedera otak traumatis, penyalahgunaan zat natkotika dan depresi.

Fobia (phobia) memiliki gejala yang berbeda dari penyakit mental serius seperti skizofrenia.

baca juga

Pada skizofrenia, orang mengalami halusinasi visual dan pendengaran, delusi, paranoia, gejala negatif seperti anhedonia, dan gejala tidak teratur.

Fobia mungkin tidak rasional, tetapi orang dengan fobia tidak akan mengalami halusinasi apa pun.

Di luar itu, seperti faktor usia, status sosial ekonomi, dan jenis kelamin hanya menjadi faktor risiko untuk fobia tertentu. Contohnya, wanita lebih cenderung memiliki fobia hewan. Anak-anak atau orang dengan status sosial ekonomi rendah lebih mungkin untuk mengalami fobia sosial. Pria merupakan mayoritas dari mereka yang menderita fobia dokter gigi.

Secara umum, gejala fobia ditunjukan dengan jantung berdebar, sesak napas, bicara cepat atau tidak mampu berbicara, mulut kering, sakit perut, mual, tekanan darah tinggi, gemetar atau bergetar, nyeri dada atau sesak, pusing, dan berkeringat.

Meski begitu, seseorang dengan fobia tidak harus mengalami serangan panik untuk mendapat diagnosis yang akurat.

Pada tingkat tertentu fobia bisa menganggu aktivitas sehari-sehari. Jika Anda ingin menghilangkan fobia bisa teknik terapi, obat-obatan, atau kombinasi keduanya.

Terapi perilaku kognitif (CBT) adalah pengobatan terapeutik yang paling umum digunakan untuk fobia. Terapi itu melibatkan paparan sumber ketakutan dalam pengaturan yang terkendali. Dampaknya dapat membebani orang dan mengurangi kecemasan.

Terapi ini berfokus pada mengidentifikasi dan mengubah pikiran negatif, keyakinan disfungsional, dan reaksi negatif terhadap situasi fobia.

Sedangkan pengobatan dengan obat antidepresan dan anti-kecemasan dapat membantu menenangkan reaksi emosional dan fisik terhadap rasa takut.

Seringkali, kombinasi pengobatan dan terapi profesional adalah yang paling bermanfaat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Covid-19 Bikin Cemas, Ini 4 Tips Hadapi Situasi Buruk

Pandemi Covid-19 Bikin Cemas, Ini 4 Tips Hadapi Situasi Buruk

Health | Kamis, 07 Mei 2020 | 09:05 WIB

Menganggap Cemas Berbahaya Bisa Tingkatkan Risiko Kematian, Benarkah?

Menganggap Cemas Berbahaya Bisa Tingkatkan Risiko Kematian, Benarkah?

Health | Kamis, 07 Mei 2020 | 15:30 WIB

Jangan Asal Diagnosis Diri! Kenali Beda Takut, Cemas dan Phobia

Jangan Asal Diagnosis Diri! Kenali Beda Takut, Cemas dan Phobia

Health | Kamis, 07 Mei 2020 | 13:45 WIB

Terkini

Bahlil Beberkan Tahap Kedua Impor Minyak Rusia Berjalan, RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang

Bahlil Beberkan Tahap Kedua Impor Minyak Rusia Berjalan, RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:00 WIB

APMF 2026 Dorong Industri Bangun Blueprint Baru saat Teknologi dan Perilaku Konsumen Kian Dinamis

APMF 2026 Dorong Industri Bangun Blueprint Baru saat Teknologi dan Perilaku Konsumen Kian Dinamis

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia

Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI

Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI

Jatim | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:49 WIB

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:45 WIB

LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun

LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi

Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia

Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT

Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:42 WIB

PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah

PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah

Surakarta | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:41 WIB

×