Pandemi Covid-19 Bikin Cemas, Ini 4 Tips Hadapi Situasi Buruk

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 07 Mei 2020 | 09:05 WIB
Pandemi Covid-19 Bikin Cemas, Ini 4 Tips Hadapi Situasi Buruk
Ilustrasi cemas menghadapi pandemi Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi Covid-19 Bikin Cemas, Ini 4 Tips Hadapi Situasi Buruk.

Ketika menghadapi situasi yang tidak menyenangkan, manusia sebenarnya memiliki pilihan untuk bersikap.

Respons cemas umumnya menjadi wajar dialami banyak orang ketika mengalami perubahan situasi.

Contohnya, seperti masa pandemi Covid-19 yang terkonfirmasi di Indonesia pada awal Maret. Masyarakat mendadak cemas dan takut tertular virus corona hingga mengakibatkan panic buying.

Psikiater dr. Jiemi Ardian Sp Kj menjelaskan bahwa memang cemas bisa ditandai dengan munculnya perasaan takut dan khawatir. Jika kedua gejala itu muncul bisa berdampak pada reaksi fisik dan emosional.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi cemas dan stres. (Foto: Shutterstock)

"Bisa jadi sakit maag karena nggak nafsu makan, nyeri otot, itu didahului rasa cemas. Kalau keluhan psikologis bisa pikiran," kata Jiemi dalam siaran langsung Instagram bersama Persatuan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI), Rabu (6/5/2020).

Menurut Jiemi, orang awam akan kesulitan mengukur batas wajar kecemasan. Sebab diperlukan alat ukur khusus yang biasanya digunakan oleh para psikiater.

Meski begitu, menurutnya, sebelum tingkat cemas jadi mengkhawatirkan, manusia punya empat pilihan dalam menghadapi situasi yang dirasa telah menganggu.

"Pertama, mengubah situasi. Covid-19 bisa diubah situasinya? Nggak bisa. Berarti lanjut ke pilihan kedua," kata Jiemi.

baca juga

Pilihan kedua merupakan mengubah respons diri terhadap situasi. Caranya, mengalihkan perhatian dengan kegiatan lain, sehingga fokus tidak hanya terhadap situasi yang tidak menyenangkan.

Nggak mau mengubah, mau biasa aja? Ya uda pilihan ketiga, menerima tanpa menghakimi. Ini kondisinya, terima apa adanya aja," tambah Jiemi.

Jika diri juga sulit menerima situasi baru yang terjadi dan tetap menghakimi maka pilihan terakhir sulit dihindari.

"Ya uda pilihan keempat menderita aja, boleh. Sebenarnya menderita itu kita yang pilih. Padahal ada pilihan yang lain," ucapnya.

Lebih jauh, Jiemi mengatakan bahwa manusia menjadi menderita karena memaksakan realita seperti maunya sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisa Rusak Mental, Kenali Tanda Toxic Relationship yang Tidak Disadari

Bisa Rusak Mental, Kenali Tanda Toxic Relationship yang Tidak Disadari

Health | Senin, 04 Mei 2020 | 15:19 WIB

Tak Hanya Orang Dewasa, Karantina Juga Berdampak pada Kesehatan Mental Anak

Tak Hanya Orang Dewasa, Karantina Juga Berdampak pada Kesehatan Mental Anak

Health | Sabtu, 02 Mei 2020 | 15:12 WIB

Data Psikiater: 1.522 Orang Indonesia Depresi Akibat Corona

Data Psikiater: 1.522 Orang Indonesia Depresi Akibat Corona

News | Jum'at, 01 Mei 2020 | 12:52 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×