Covid-19 Bisa Sebabkan Sindrom Peradangan Langka pada Anak, Ini Gejalanya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 11 Mei 2020 | 14:30 WIB
Covid-19 Bisa Sebabkan Sindrom Peradangan Langka pada Anak, Ini Gejalanya!
Ilustrasi anak. (Pixabay)

Suara.com - Beberapa pasien di rumah sakit anak-anak California telah mengembangkan kondisi sindrom peradangan langka yang mungkin terkait virus corona Covid-19.

Sebeumnya, kondisi ini juga telah dilaporkan pada beberapa minggu terakhir dalam kasus virus corona Covid-19 pediatrik di New York dan Inggris.

Setidaknya ada tiga pasien di Children's Hospital Los Angeles menunjukkan tanda-tanda sindrom multisistem inflamasi anak (PIMS), yang menurut dokter mirip dengan penyakit Kawasaki atau suatu kondisi yang menyebabkan pembengkakan pada arteri berukuran sedang di seluruh tubuh.

Menurut Mayo Clinic yang dikutip oleh Fox News, penyakit Kawasaki yang menyerang anak-anak terdiagnosis di AS setiap tahunnya. Kondisi ini sering menyebabkan peradangan pada arteri koroner anak.

Lalu, bagaimana dengan peradangan langka atau PIMS ini?

Ilustrasi bayi sakit (Pexels)
Ilustrasi bayi sakit (Pexels)

Ahli kesehatan lantas melakukan pengujian pada pasien yang menunjukkan gejala sindrom multisistem inflamasi anak. Ternyata mereka mengalami gejala seperti demam tinggi, tangan dan kaki bengkak, merah, bibir pecah-pecah, lidah dan mata merah.

Dr. Jacqueline Szmuszkovicz, seorang ahli jantung anak di Children's Hospital Los Angeles, mengatakan gejala yang dialami oleh pasien dengan peradangan langka ini berbeda dengan tanda-tanda penyakit Kawasaki.

"Fakta bahwa antibodi mereka kembali positif artinya peradangan ini mungkin merupakan respons terhadap infeksi corona Covid-19 di masa lalu," kata Dr. Jacqueline Szmuszkovicz.

Otoritas kesehatan Inggris mengatakan bahwa beberapa pasien anak yang sakit parah, termasuk beberapa yang positif virus corona Covid-19 dengan gambaran klinis tidak bisa mungkin mencakup gejala peradangan langka terkait virus tersebut.

baca juga

Pediatric Intensive Care Society (PICS) Inggris, mengutip peringatan email dari National Health Service (NHS) di Inggris, mengatakan bahwa para pejabat kesehatan telah melaporkan adanya peningkatan kecil dalam jumlah kasus anak-anak yang sakit kritis dengan gambaran klinis tidak biasa.

Secara lebih khusus, mereka mengalami kondisi yang disebut sindrom multisistem antiinflamasi anak yang bisa dihubungkan dengan virus corona jenis baru.

"Kasus-kasus ini memiliki kesamaan fitur tumpoang tindi dengan sindrom syok toksik dan penyakit Kawasaki atipikal dengan parametes darah yang konsisten dengan corona Covid-19. Nyeri perut dan gejala gastrointestinal termasuk gejala umum orang yang mengalami peradangan jantung," tulis NHS.

Szmuszkovicz mengatakan anak-anak yang mengalami demam berlangsung selama empat hari atau lebih harus mencari perhatian medis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Baik, Sudah 1,4 Juta Orang Sembuh dari Virus Corona Covid-19

Kabar Baik, Sudah 1,4 Juta Orang Sembuh dari Virus Corona Covid-19

Health | Senin, 11 Mei 2020 | 13:05 WIB

Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Hipoksia, Ini Bedanya dengan Hipoksemia

Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Hipoksia, Ini Bedanya dengan Hipoksemia

Health | Senin, 11 Mei 2020 | 13:25 WIB

Masa Isolasi Mandiri, Kenapa Orang Mudah Marah Selama di Rumah Aja?

Masa Isolasi Mandiri, Kenapa Orang Mudah Marah Selama di Rumah Aja?

Health | Senin, 11 Mei 2020 | 12:00 WIB

Terkini

BBM B50 Diduga Diselundupkan di Perairan Tanjung Emas

BBM B50 Diduga Diselundupkan di Perairan Tanjung Emas

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:12 WIB

Prancis Larang Warga Demo di Marseille, Akses Transportasi Umum di Batasi

Prancis Larang Warga Demo di Marseille, Akses Transportasi Umum di Batasi

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Suahasil Copot Robert Marbun, Sekjen Kemenkeu Era Purbaya

Suahasil Copot Robert Marbun, Sekjen Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:05 WIB

Berapa Harga iPhone Duo di Indonesia? Lebih Mahal dari Amerika

Berapa Harga iPhone Duo di Indonesia? Lebih Mahal dari Amerika

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Harta Kekayaan Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin yang Dibui Kasus Korupsi Rp18,7 Miliar

Harta Kekayaan Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin yang Dibui Kasus Korupsi Rp18,7 Miliar

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Terlilit Utang Rp80 Juta, Otak Aksi Berdarah Toko Emas Jember Disergap di SPBU Banyuwangi

Terlilit Utang Rp80 Juta, Otak Aksi Berdarah Toko Emas Jember Disergap di SPBU Banyuwangi

Jatim | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 10:56 WIB

Igor Tolic Ungkap Penyebab Kekalahan Persib Bandung Atas Madura United

Igor Tolic Ungkap Penyebab Kekalahan Persib Bandung Atas Madura United

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 10:54 WIB

Joki Baca Buku dan Komodifikasi Literasi, Solusi atau Sekadar Ilusi?

Joki Baca Buku dan Komodifikasi Literasi, Solusi atau Sekadar Ilusi?

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Flyover Latumenten Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Progres Sudah 83 Persen

Flyover Latumenten Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Progres Sudah 83 Persen

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Komisi I DPR Sebut Revisi UU Peradilan Militer Harus Segera Dibahas, Tak Perlu Tunggu 2 Tahun

Komisi I DPR Sebut Revisi UU Peradilan Militer Harus Segera Dibahas, Tak Perlu Tunggu 2 Tahun

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 10:34 WIB

×