Para Ahli Ungkap Sifat Umum Pria yang Melakukan Kekerasan Seksual

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Jum'at, 15 Mei 2020 | 12:13 WIB
Para Ahli Ungkap Sifat Umum Pria yang Melakukan Kekerasan Seksual
Ilustrasi kekerasan seksual, pelecehan seksual - (Suara.com/Ema Rohimah)

Antonia Abbey, seorang psikolog sosial di Wayne State University telah menemukan bahwa pria muda yang menyatakan penyesalan cenderung tidak melakukannya pada tahun berikutnya. Sementara mereka yang menyalahkan korban mereka lebih mungkin melakukannya lagi.

"Seorang pemerkosa yang melakukan pola perilaku itu berulang kali biasanya akan berkilah: Saya merasa telah membayarnya atau dia membangkitkan gairah seksual saya," kata Abeby.

Ada perdebatan sengit di antara para ahli tentang apakah ada titik di mana kekerasan seksual menjadi perilaku yang mengakar dan berapa persentase serangan yang dilakukan oleh predator seks.

Sebagian besar peneliti sepakat bahwa batas antara pelaku yang sesekali dan sering melakukan pelecehan seksual tidak begitu jelas.

Minum minuman keras, tekanan yang dirasakan untuk melakukan hubungan seks, kepercayaan pada ujaran "diam berarti boleh" adalah faktor yang membuat pria melakukan kekerasan seksual. Mereka juga sering kali terbelenggu pada anggapan, bahwa perempuan adalah bagian yang berbeda dalam masyarakat.

"Namun tampaknya ada atribut pribadi yang mendorong seseorang melakukan kekerasan seksual. Mereka sangat terangsang untuk melakukan pemerkosaan dan empati rendah," kata Dr. Malamuth.

Ilustrasi korban kekerasan seksual, kdrt. (Shutterstock)
Ilustrasi korban kekerasan seksual, kdrt. (Shutterstock)

Narsisme juga bekerja memperbesar peluang pria melakukan kekerasan seksual dan pemerkosaan.

Menurut para ahli, tak sedikit laki-laki yang melakukan pelecehan seksual sebagai bentuk kekuasaan. Dr. Malamuth telah memperhatikan bahwa pemerkosa yang melakukan berulang sering kali menceritakan kisah penolakan yang di sekolah menengah.

Ketika para lelaki yang dulu tidak populer dan menjadi lebih sukses, mereka membalasnya dengan melakukan pelecehan seolah memiliki kekuasaan atas wanita.

Sebagian besar subjek dalam penelitian ini secara bebas mengakui, bahwa mereka melakukan seks nonkonsensual atau tanpa persetujuan. Sayangnya para pelaku tidak menganggapnya sebagai perkosaan yang nyata.

Studi terhadap pemerkosa yang dipenjara menemukan alibi yang sama. Mereka tidak menyangkal terjadinya kekerasan seksual, tapi mereka mengaku didorong oleh 'sesuatu hal' untuk melakukan pemerkosaan.

"Mereka tidak merasa kalau mereka adalah orang jahat di konteks ini," kata kata Dr. Hamby.

Para ahli mencatat satu sifat terakhir yang dimiliki oleh pria yang melakukan perkosaan, yakni mereka tidak sadar bahwa mereka adalah akar masalahnya.

Kekerasan seksual juga bisa terjadi pada pria dan dilakukan oleh perempuan, namun beberapa penelitian di atas dikhususkan pada kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh pria. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

NF Remaja Pembunuh Bocah Ternyata Hamil, Kisah Hidup Sebenarnya Terkuak

NF Remaja Pembunuh Bocah Ternyata Hamil, Kisah Hidup Sebenarnya Terkuak

News | Jum'at, 15 Mei 2020 | 10:27 WIB

NF Slenderman Hamil Akibat Rudapaksa, Ini Risiko Melahirkan di Usia Remaja

NF Slenderman Hamil Akibat Rudapaksa, Ini Risiko Melahirkan di Usia Remaja

Health | Jum'at, 15 Mei 2020 | 10:34 WIB

5 Fakta NF Pembunuh Bocah di Sawah Besar, Diperkosa 3 Orang hingga Hamil

5 Fakta NF Pembunuh Bocah di Sawah Besar, Diperkosa 3 Orang hingga Hamil

News | Kamis, 14 Mei 2020 | 20:03 WIB

Terkini

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB