Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya

Dinda Rachmawati

Jum'at, 16 Januari 2026 | 08:32 WIB
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
The Habibie Center menyelenggarakan media briefing bertajuk “Menjawab Tantangan Menuju Eliminasi Kusta yang Inklusif dan Berkelanjutan di Indonesia” (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • The Habibie Center mengadakan media briefing di Jakarta Selatan untuk membahas eliminasi kusta yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
  • Kementerian Kesehatan memasukkan skrining kusta ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mulai tahun ini untuk mendeteksi kasus.
  • Indonesia bersama India dan Brasil termasuk tiga negara dengan beban kasus kusta tertinggi, memerlukan pendekatan komprehensif.

Suara.com - Penyakit kusta masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Meski dapat disembuhkan dan penularannya bisa dicegah melalui deteksi serta pengobatan dini, kusta kerap terlambat ditangani akibat rendahnya kesadaran, keterbatasan skrining.

Apalagi stigma dan diskriminasi di tengah masyarakat yang sangat kuat. Dampaknya, tidak hanya dirasakan secara medis, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup, relasi sosial, hingga kondisi ekonomi penyintas kusta dan keluarganya.

Dalam upaya menjawab tantangan tersebut, The Habibie Center menyelenggarakan media briefing bertajuk “Menjawab Tantangan Menuju Eliminasi Kusta yang Inklusif dan Berkelanjutan di Indonesia” di Perpustakaan Wisma Habibie Ainun, Jakarta Selatan. 

Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis untuk memperkuat pemahaman publik, mendorong kebijakan berbasis bukti, serta menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam percepatan eliminasi kusta di Indonesia.

Media briefing ini menghadirkan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination Mr. Yohei Sasakawa, serta Ketua Dewan Pembina The Habibie Center Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, MBA, IPU, ASEAN Eng. 

Dalam kesempatan tersebut, The Habibie Center memaparkan temuan awal dari program “Developing an Alternative Model for Community-Based Early Detection and Combating Stigma of Leprosy in Indonesia”. 

Program ini dirancang untuk mengembangkan model intervensi berbasis bukti yang menitikberatkan pada deteksi dini kusta dan pengurangan stigma di tingkat komunitas. Ke depan, model ini diharapkan dapat direplikasi secara luas dan diintegrasikan ke dalam kebijakan publik nasional.

Program tersebut menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) dan dilaksanakan secara kolaboratif bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Selain itu, The Habibie Center juga bermitra dengan organisasi internasional, yakni The Nippon Foundation dan Sasakawa Health Foundation. 

Keterlibatan Mr. Yohei Sasakawa sebagai WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination memperkuat perspektif global sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam percepatan eliminasi kusta di Indonesia.

baca juga

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam paparannya menegaskan bahwa pemerintah tengah mempercepat langkah eliminasi kusta melalui berbagai terobosan. Salah satunya adalah dengan memasukkan skrining kusta ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang mulai diterapkan tahun ini.

“Kita tinggal ubah sedikit isinya. Tadinya belum ada skrining lepra (kusta), sekarang kita masukkan skrining lepra. Mulai tahun ini,” ujar Budi.

Ia mengungkapkan, saat ini tercatat sekitar 13.000 hingga 15.000 kasus kusta di Indonesia. Namun, angka tersebut diyakini masih berpotensi lebih besar karena adanya kasus yang belum terdeteksi. 

Oleh karena itu, skrining secara masif terus didorong, termasuk dengan memberikan apresiasi kepada kepala daerah dan puskesmas yang aktif menemukan kasus kusta.

Selain skrining melalui CKG, Kementerian Kesehatan juga akan melakukan pemeriksaan PCR di wilayah Indonesia Timur serta memastikan pasien mendapatkan pengobatan hingga sembuh, baik dalam durasi enam maupun dua belas bulan. 

Budi pun menyampaikan optimisme bahwa Indonesia dapat mencapai target bebas kusta pada tahun 2030.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dubes WHO Yohei Sasakawa Sorot Fakta Pahit Kusta: Diskriminasi Lebih Menyakitkan dari Penyakitnya

Dubes WHO Yohei Sasakawa Sorot Fakta Pahit Kusta: Diskriminasi Lebih Menyakitkan dari Penyakitnya

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 17:34 WIB

Skrining Riwayat Kesehatan Jadi Syarat Layanan BPJS, Begini Caranya

Skrining Riwayat Kesehatan Jadi Syarat Layanan BPJS, Begini Caranya

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 12:57 WIB

Begini Cara Skrining BPJS Kesehatan Online Pakai HP, Mudah dan Praktis!

Begini Cara Skrining BPJS Kesehatan Online Pakai HP, Mudah dan Praktis!

Lifestyle | Senin, 05 Januari 2026 | 11:55 WIB

Terkini

Ulasan Buku Yamihara: Teror Psikologis di Balik Interaksi Manusia

Ulasan Buku Yamihara: Teror Psikologis di Balik Interaksi Manusia

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Polisi Tangkap Bandar Sabu di Cengkareng, Sita 75,78 Gram Narkotika

Polisi Tangkap Bandar Sabu di Cengkareng, Sita 75,78 Gram Narkotika

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:54 WIB

Fitnah Temui Dubes Singapura, Dino Patti Djalal Duga Ada 'Tim Siluman' Penyebar Hoaks

Fitnah Temui Dubes Singapura, Dino Patti Djalal Duga Ada 'Tim Siluman' Penyebar Hoaks

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:53 WIB

Persiapan Menuju PON 2028, Gunung Slamet Jadi Kawah Candradimuka Atlet Trail Run Jateng

Persiapan Menuju PON 2028, Gunung Slamet Jadi Kawah Candradimuka Atlet Trail Run Jateng

Jawa Tengah | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:52 WIB

Dari FYP ke Kamus: Slang Gen Z Bukti Kreativitas atau Kerusakan Bahasa?

Dari FYP ke Kamus: Slang Gen Z Bukti Kreativitas atau Kerusakan Bahasa?

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Apakah Bedak Marcks Cocok untuk Kulit Berminyak? Wajah Bebas Kilap Seharian

Apakah Bedak Marcks Cocok untuk Kulit Berminyak? Wajah Bebas Kilap Seharian

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:46 WIB

Review Natur Hair Shampoo Anti Dandruff , Mengandung Tea Tree Oil untuk Atasi Ketombe

Review Natur Hair Shampoo Anti Dandruff , Mengandung Tea Tree Oil untuk Atasi Ketombe

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Kebakaran Gunung Sumbing Padam, Ahmad Luthfi Minta Percepat Rehabilitasi

Kebakaran Gunung Sumbing Padam, Ahmad Luthfi Minta Percepat Rehabilitasi

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:44 WIB

5 Sunscreen yang Tidak Perih di Mata, Tear-Free dan Alcohol-Free untuk Kulit Sensitif

5 Sunscreen yang Tidak Perih di Mata, Tear-Free dan Alcohol-Free untuk Kulit Sensitif

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:41 WIB

Siap-siap Beli, Harga Emas Antam Diproyeksikan Turun ke Rp2,3 Juta/Gram

Siap-siap Beli, Harga Emas Antam Diproyeksikan Turun ke Rp2,3 Juta/Gram

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:40 WIB

×