Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil

Yasinta Rahmawati | Fajar Ramadhan | Suara.com

Kamis, 15 Januari 2026 | 16:08 WIB
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
Peresmian Peningkatan Kapabilitas Lini Produksi MMS dan R&D Bayer Indonesia, Rabu (14/1/2026). (Suara.com/Fajar Ramadhan)
  • Menteri Kesehatan RI menyoroti angka kematian bayi yang tinggi di Indonesia.
  • Pemerintah fokus pada penguatan kesehatan ibu dan bayi melalui program Multiple Micronutrient Supplement (MMS) untuk cegah stunting.
  • Bayer berinvestasi untuk tingkatkan produksi MMS di Cimanggis dan perkuat R&D guna dukung upaya pemerintah.

Suara.com - Dunia kesehatan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk angka kematian bayi dan ibu. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap, angka kematian bayi dan ibu di Indonesia cukup besar.

Di Indonesia angka kematian bayi sendiri bisa mencapai 33 ribu per tahun. Dalam hal ini, berarti hampir sekitar empat bayi meninggal setiap jamnya.

"Jika angka kematian bayi kita sekitar 33 ribu per tahun, dibagi 365 hari dan 24 jam, maka setiap jam hampir empat bayi meninggal. Selama kita duduk dan berbicara satu jam, tiga bayi meninggal di Indonesia,” ujar Menkes dalam Peresmian Peningkatan Kapabilitas Lini Produksi MMS dan R&D Bayer Indonesia, Rabu (14/1/2026).

Sementara untuk kasus angka kematian ibu mencapai sekitar 4.100 kasus per tahun. Dengan demikian, kemungkinan setiap dua jam, dua ibu bisa meninggal dunia.

"Dalam dua jam kita bicara seperti ini saja, ada dua ibu yang meninggal. Itu yang ingin saya kurangi,” sambungnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Peresmian Peningkatan Kapabilitas Lini Produksi MMS dan R&D Bayer Indonesia, Rabu (14/1/2026). (Suara.com/Fajar Ramadhan)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Peresmian Peningkatan Kapabilitas Lini Produksi MMS dan R&D Bayer Indonesia, Rabu (14/1/2026). (Suara.com/Fajar Ramadhan)

Untuk itu, program penguatan kesehatan ibu, bayi, hingga anak agar tidak terkena stunting menjadi salah satu yang difokuskan. Dalam hal ini, pemerintah melihat peran industri juga sangat penting demi menjamin kesehatan ibu serta bayi agar sehat dan tidak alami stunting.

Salah satu program yang mendukung hal tersebut yakni pemberian multiple micronutrient supplement (MMS) bagi ibu hamil. Ini merupakan suplemen multivitamin lengkap yang khusus untuk ibu hamil, menggantikan Tablet Tambah Darah (TTD) konvensional, berisi 15 nutrisi penting.

“Dari penelitian MMS ini, ibu hamil nantinya gizinya jauh lebih baik. Kemudian, bayinya lahirnya juga lebih sehat, mengurangi bayi lahir yang pendek, dan juga mengurangi bayi lahir yang stunting,” ujarnya.

Dukungan Program Pemerintah

Sementara mendukung program pemerintah, Bayer melakukan peningkatan fasilitas manufaktur, termasuk untuk memproduksi MMS serta penguatan Bayer Global R&D Center di Bayer Supply Center Consumer Health Cimanggis, Depok.

Head of Bayer Supply Center Consumer Health Cimanggis, Priscilla Silvan Prarizta mengatakan, MMS yang diproduksi di Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis sesuai dengan standar formulasi UNIMMAP, yang mengandung 15 vitamin dan mineral esensial bagi ibu hamil.

“Bayer menginvestasikan 1.4 juta euro atau setara 26 miliar Rupiah untuk mengoptimalkan output produksi hingga 20 persen. Kini, kapasitas produksi Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis mencapai 2,4 miliar tablet per tahun untuk kebutuhan domestik maupun global,” kata Priscilla.

Peresmian Peningkatan Kapabilitas Lini Produksi MMS dan R&D Bayer Indonesia, Rabu (14/1/2026). (Suara.com/Fajar Ramadhan)
Peresmian Peningkatan Kapabilitas Lini Produksi MMS dan R&D Bayer Indonesia, Rabu (14/1/2026). (Suara.com/Fajar Ramadhan)

Komitmen ini dilakukan demi mendukung upaya Pemerintah dalam menurunkan stunting melalui penyediaan suplementasi mikronutrien berkualitas tinggi dan aman bagi ibu hamil.

“Investasi untuk pengembangan fasilitas produksi MMS ini diharapkan dapat mendukung upaya Pemerintah dalam menurunkan stunting melalui penyediaan suplementasi mikronutrien berkualitas tinggi dan aman bagi ibu hamil, sekaligus memastikan akses yang lebih luas bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” sambungnya.

Selain manufaktur, pihaknya juga melakukan penguatan pusat Riset dan Pengembangan (R&D).Bayer VP Global Technical Excellence and R&D Operations, Jerry Meisel menjelaskan, fasilitas R&D ini tidak mengembangkan obat atau molekul baru, melainkan berfokus pada peningkatan kualitas produk dan optimalisasi formulasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trauma Mengintai Korban Bencana Sumatra, Menkes Kerahkan Psikolog Klinis

Trauma Mengintai Korban Bencana Sumatra, Menkes Kerahkan Psikolog Klinis

News | Kamis, 08 Januari 2026 | 09:55 WIB

Tiket Domestik Mahal, Relawan Nakes ke Lokasi Bencana di Sumatra Lewat Malaysia

Tiket Domestik Mahal, Relawan Nakes ke Lokasi Bencana di Sumatra Lewat Malaysia

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 15:34 WIB

Jangan Anggap Sepele! Larangan Selama Kehamilan yang Sering Diabaikan

Jangan Anggap Sepele! Larangan Selama Kehamilan yang Sering Diabaikan

Your Say | Sabtu, 20 Desember 2025 | 20:55 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB