Kasus NF Slenderman Satu dari 300 Kekerasan Seksual Pada Anak Tiap Tahunnya

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 15 Mei 2020 | 22:05 WIB
Kasus NF Slenderman Satu dari 300 Kekerasan Seksual Pada Anak Tiap Tahunnya
Ilustrasi kekerasan seksual pada anak (Suara.com/Ema Rohimah)

Suara.com - Kasus NF Slenderman Satu dari 300 Kekerasan Seksual Pada Anak Tiap Tahunnya

Psikolog sekaligus Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto mengungkap kasus kejahatan seksual pada anak masih terus terjadi di Indonesia, bahkan belum ada penurunan yang signifikan.

"Iya kita nggak punya data terperinci, karena datanya di kepolisian. Cuma laporan terus ada, dan dari data kasus yang dicatat dan belum turun hingga saat ini," ujar Kak Seto saat dihubungi suara.com, Jumat (15/5/2020).

Sementara itu berdasarkan data dari Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dari 2011 hingga Mei 2019, tercatat sebanyak 2.462 kasus anak sebagai korban kekerasan seksual baik itu pemerkosaan, pencabulan, sodomi hingga pedofilia.

Jika dirata-ratakan maka setiap tahunnya ada 300 anak yang menjadi kornan kekerasan seksual. Bahkan selama 5 bulan dari Januari hingga Mei 2019, sudah tercatat 55 kasus.

Tidak hanya dunia nyata, data KPAI juga menyebut bagaimana anak menjadi korban kejahatan seksual di internet. Tercatat pada periode 2010 hingga Mei 2019 ada sebanyak 583 anak menjadi korban.

Ilustrasi korban kekerasan seksual, kdrt. (Shutterstock)
Ilustrasi korban kekerasan seksual. (Shutterstock)

Mirisnya sebagian angka ini hanyalah yang terlapor, karena adanya kasus atau pemberitaan. Sedangkan di luar sana masih banyak anak sebagai korban kejahatan seksual namun tidak tercatat. 

Itulah mengapa kata Kak Seto, betapa pentingnya kepedulian keluarga, tetangga, hingga orang sekampung untuk wajib melaporkan jika ada anak yang dicurigai sebagai korban kejahatan atau penganiayaan.

"Memang kalau bisa orang terdekat yang tahu harus berani melapor. Bahkan bukan hanya berani tapi harus karena ada sanksinya. Kalau siapapun yang melihat kekerasan pada anak diam saja tidak menolong atau minimal melapor itu sanksi minimal bisa 5 tahun penjara," tutup Kak Seto.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Hamil Remaja NF Slenderman dan 4 Berita Kesehatan Lainnya

Dampak Hamil Remaja NF Slenderman dan 4 Berita Kesehatan Lainnya

Health | Jum'at, 15 Mei 2020 | 21:07 WIB

Google Trends Malam Ini, Jumat 15 Mei 2020: Park Ji Hoon Hingga Slenderman

Google Trends Malam Ini, Jumat 15 Mei 2020: Park Ji Hoon Hingga Slenderman

Health | Jum'at, 15 Mei 2020 | 19:10 WIB

Kasus NF Slenderman, Kak Seto: Waspada Mereka yang Penuh Bujuk Rayu

Kasus NF Slenderman, Kak Seto: Waspada Mereka yang Penuh Bujuk Rayu

Health | Jum'at, 15 Mei 2020 | 18:28 WIB

Terkini

Kakanwil Imigrasi Sumut Hadiri Pelantikan DPP Horas Bangso Batak, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Kakanwil Imigrasi Sumut Hadiri Pelantikan DPP Horas Bangso Batak, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Sumut | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:14 WIB

Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi RI Tetap Solid, Negara Masih Sangat Kuat

Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi RI Tetap Solid, Negara Masih Sangat Kuat

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:12 WIB

Kenapa Halloween Dirayakan Setiap Tanggal 31 Oktober? Ini Sejarahnya

Kenapa Halloween Dirayakan Setiap Tanggal 31 Oktober? Ini Sejarahnya

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Tegur Terduga Pencuri Motor di Palembang, Polisi Ditembak hingga Peluru Nyaris Kena Kepala

Tegur Terduga Pencuri Motor di Palembang, Polisi Ditembak hingga Peluru Nyaris Kena Kepala

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:09 WIB

Pecatan TNI Gadaikan 13 Mobil Rental di Dairi untuk Berjudi, Modus Kampanye Pilkades

Pecatan TNI Gadaikan 13 Mobil Rental di Dairi untuk Berjudi, Modus Kampanye Pilkades

Sumut | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:08 WIB

Urutan Pakai Bedak Padat dan Krim Kelly agar Hasil Makeup Tidak Dempul

Urutan Pakai Bedak Padat dan Krim Kelly agar Hasil Makeup Tidak Dempul

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:05 WIB

Driver Taksi Online Dirampok Lalu Jasadnya Dibuang ke Asahan, 2 Pelaku Ditangkap dan Ditembak

Driver Taksi Online Dirampok Lalu Jasadnya Dibuang ke Asahan, 2 Pelaku Ditangkap dan Ditembak

Sumut | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:03 WIB

Aturan Tidak Naik Kelas Berlaku Lagi pada 2027/2028, Apa yang Perlu Diketahui?

Aturan Tidak Naik Kelas Berlaku Lagi pada 2027/2028, Apa yang Perlu Diketahui?

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Dari Pungli hingga Iuran Mandiri, Korupsi Tingkat Desa yang Terus Dimaklumi

Dari Pungli hingga Iuran Mandiri, Korupsi Tingkat Desa yang Terus Dimaklumi

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Airlangga Sebut AI Bukan Gantikan Pekerjaan, Tapi Ciptakan Lapangan Kerja & Keterampilan Baru

Airlangga Sebut AI Bukan Gantikan Pekerjaan, Tapi Ciptakan Lapangan Kerja & Keterampilan Baru

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:58 WIB

×