Sering Lelah Meski Tidak Banyak Gerak saat Pandemi? Begini Kata Ahli

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 18 Mei 2020 | 11:48 WIB
Sering Lelah Meski Tidak Banyak Gerak saat Pandemi? Begini Kata Ahli
ilustrasi kelelahan

Suara.com - Saat pandemi virus crona, banyak orang mengalami rasa lelah meskipun bergerak lebih sedikit daripada waktu sebelumnya. Ternyata rasa lelah tersebut bisa disebabkan karena otak Anda yang bekerja lebih keras.

Dilansir dari Huffpost, meskipun energi Anda tidak digunakan untuk pergi ke kantor, sekolah, maupun hal lain. Tetapi pandemi telah mengubah drastis gaya hidup yang memiliki dampak lebih besar pada kesehatan mental dan tingkat energi.

Stres jangka panjang yang mungkin dirasakan sebagai akibat Covid-19 dan aliran berita yang terus-menerus tentang hal itu tidak bisa diremehkan dan bisa menyebabkan keausan pada tubuh.

"Orang-orang menghadapi tantangan yang benar-benar mengaktifkan sistem saraf simpatik, jadi ini semacam respons klasik," kata Craig N. Sawchuk, seorang psikolog di Mayo Clinic.

“Anda mendapatkan pelepasan hormon seperti adrenalin dan kortisol berlebihan dan konstan, di situlah kita mengalami masalah fisik ini," tambahnya.

Ilustrasi lelah, malas. (Unsplash)
Ilustrasi lelah, malas. (Unsplash)

Menurut Sawchuk, ketika otak Anda terus-menerus berusaha beradaptasi dengan ketidakpastian, ketakutan, dan tantangan, tubuh secara fisik menjadi lelah karena mengelola stres emosional.

"Dan di situlah Anda mulai melihat beberapa masalah energi mulai terjadi di mana Anda merasa lelah," kata Sawchuk.

"Kita mungkin benar-benar beristirahat lebih banyak, kadang-kadang tanpa sengaja tapi itu bukan jenis istirahat yang restoratif," tambahnya.

Sawchuk menyatakan, bahwa energi fisik, emosional, dan mental yang semuanya berasal dari wadah yang sama. Sehingga menguras berbagai sistem dalam kehidupan secara terus-menerus malah bisa melemahkan tubuh.

Ilustrasi kelelahan. [Shutterstock]
Ilustrasi kelelahan. [Shutterstock]

Bagi Sawchuk, bagian dari membangun ketahanan adalah belajar untuk menerima dan beradaptasi dengan keadaan. Dengan kata lain, tidak ada yang harus disesalkan dengan segala sesuatu yang tertunda.

"Kita harus waspada ketika kita membuat perbandingan yang tidak adil antara diri kita dengan orang-orang yang kita pikir melakukan yang terbaik," kata Sawchuk.

“Tujuan Anda bukan untuk menjadi sempurna. Tujuan Anda adalah menjadi cukup baik. Menjadi cukup baik adalah bersikap baik kepada diri kita sendiri," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas! Stres Bisa Membuat Kulit Mengalami Gatal-Gatal

Awas! Stres Bisa Membuat Kulit Mengalami Gatal-Gatal

Health | Senin, 18 Mei 2020 | 11:04 WIB

Ketahui 5 Manfaat Musik untuk Kesehatan Mental

Ketahui 5 Manfaat Musik untuk Kesehatan Mental

Video | Sabtu, 16 Mei 2020 | 07:00 WIB

PBB: Pandemi Covid-19 Munculkan Krisis Kesehatan Mental Global

PBB: Pandemi Covid-19 Munculkan Krisis Kesehatan Mental Global

Health | Jum'at, 15 Mei 2020 | 08:59 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB