Bangga! Studi Buktikan Pisang Lokal Lebih Bergizi Daripada Pisang Impor

M. Reza Sulaiman

Senin, 18 Mei 2020 | 19:33 WIB
Bangga! Studi Buktikan Pisang Lokal Lebih Bergizi Daripada Pisang Impor
Ilustrasi pisang lokal dari Indonesia. (Shutterstock)

Suara.com - Bangga! Studi Buktikan Pisang Lokal Lebih Bergizi Daripada Pisang Impor

Jangan remehkan buah lokal. Sebab, studi terbaru menyebut kandungan gizi buah lokal bahkan lebih baik daripada buah impor.

Sebuah studi ilmiah yang dilkaukan oleh Ma Chung Research Center for Photosynthetic Pigments (MRCPP) Universitas Ma Chung, Malang, menunjukkan buah pisang Agung Semeru dari Lumajang memiliki kandungan pro-vitamin A lebih tinggi 40-90 persen dibanding pisang cavendish impor.

Peneliti MRCPP, Universitas Ma Chung, Rosita D Chandra di Malang, Jawa Timur, Senin (18/5/2020), mengatakan hasil penelitiannya telah diterbitkan di jurnal internasional bergengsi Q2, yakni International Journal of Food Science.

"Selain kaya akan pro-vitamin A, pisang Agung Semeru ini kaya akan nutrisi, seperti asam amino, asam organik, dan gula yang dibutuhkan tubuh sehat. Kebutuhan harian seseorang mendapat asupan vitamin A dan nutrisi itu cukup dengan mengonsumsi 150 gram pisang khas Kabupaten Lumajang ini," kata Rosita, dilansir Antara.

Ia mengemukakan asupan vitamin A sangat penting untuk mata, juga diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan sel dan jaringan tubuh jika terjadi kerusakan. Bahkan vitamin A ini adalah salah satu vitamin yang penting untuk kinerja organ tubuh dan sistem kekebalan tubuh.

Baru-baru ini Organisasi Pangan Dunia (FAO) memprediksi dampak pandemi virus corona pada krisis pangan dunia, termasuk Indonesia.

Sejumlah daerah di Indonesia bahkan dilaporkan telah mengalami defisit pasokan bahan pangan. Defisit terjadi pada pasokan beras, jagung, cabai, bawang merah, telur ayam, gula pasir, dan bawang putih. Pemerintah terus memastikan rantai distribusi bahan pokok tersebut tidak terhambat.

ilustrasi vitamin A. (Shutterstock)
ilustrasi vitamin A. (Shutterstock)

Tidak dapat dipungkiri, kecukupan bahan pangan menjadi amunisi utama sebuah negara bertahan di tengah pandemi COVID-19. Namun, terdapat laporan bahwa Indonesia masih menggantungkan ketersediaan sejumlah bahan pangan dari impor karena minimnya produksi di dalam negeri.

baca juga

Sementara itu, Direktur MRCPP dan peneliti utama Dr Tatas Brotosudarmo mengemukakan penelitian pisang Agung Semeru khas Kabupaten Lumajang ini melihat potensi pisang lokal sebagai salah satu solusi untuk mengatasi krisis pangan di Indonesia.

Brotosudarmo yang juga Wakil Ketua Bidang Sains dan Kebijakan, Akademi Ilmuwan Muda Indonesia itu mengusulkan pemerintah harus melihat kembali potensi biodiversitas pangan lokal Indonesia untuk menghadapi krisis pangan ke depan.

"Penelitian dari Rosita D. Chandra ini memberikan landasan ilmiah bahwa pisang Agung Semeru khas Kabupaten Lumajang ini mampu mencukupi kebutuhan asupan vitamin dan nutrisi untuk masyarakat," ucapnya.

Dengan hasil penelitian ini, masyarakat Indonesia bisa mendapatkan asupan makanan yang kaya gizi dengan harga yang relatif murah karena ketersediaannya melimpah. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seorang Pria Pamer Cara Kece Panen Pisang, Warganet: Ini Baru Kerja Cerdas!

Seorang Pria Pamer Cara Kece Panen Pisang, Warganet: Ini Baru Kerja Cerdas!

Otomotif | Senin, 18 Mei 2020 | 16:05 WIB

Resep Es Pisang Ijo Fiber Creme, Takjil Segar dan Mengenyangkan

Resep Es Pisang Ijo Fiber Creme, Takjil Segar dan Mengenyangkan

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2020 | 15:00 WIB

Resep Smoothie Pisang dan Kurma, Sajian Kaya Manfaat Untuk Berbuka Puasa

Resep Smoothie Pisang dan Kurma, Sajian Kaya Manfaat Untuk Berbuka Puasa

Lifestyle | Sabtu, 16 Mei 2020 | 14:05 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×