Pasien Hipertensi Harus Minum Obat Seumur Hidup, Mitos atau Fakta?

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 19 Mei 2020 | 09:40 WIB
Pasien Hipertensi Harus Minum Obat Seumur Hidup, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi perempuan yang mengalami hipertensi. (Shutterstock)

Suara.com - Pasien Hipertensi Harus Minum Obat Seumur Hidup, Mitos atau Fakta?

Hipertensi masih menjadi salah satu penyakit dengan jumlah pasien tertinggi yang diderita masyarakat Indonesia.

Sayangnya, masih banyak informasi yang tidak dipahami secara utuh olah masyarakat, salah satunya soal obat.

Banyak masyarakat menganggap tidak perlu minum obat seumur hidup. Lantas benarkah anggapan tersebut? 

Ilustrasi pemeriksaan tekanan darah, hipertensi jas putih. (Shutterstock)
Ilustrasi pemeriksaan tekanan darah (hipertensi). (Shutterstock)

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Riana Handayani, MD mengatakan bahwa pasien tekanan darah tinggi atau hipertensi harus selalu minum obat seumur hidupnya. Hal itu dilakukan untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.

Riana Handayani, menjelaskan bahwa hipertensi bisa berakibat kerusakan pada organ lain dalam jangka waktu panjang.

"Dalam hal ini memang tekanan darah harus tetap terkontrol dengan obat-obatnya. Hal itu juga untuk mencegah kerusakan pada organ lain," kata Riana dalam diskusi online perayaan Hari Hipertensi Dunia, belum lama ini.

Sayangnya berdasarkan survei dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI), meski 98 persen pasien hipertensi minum obat, tetapi 72 persen di antaranya tidak minum obat secara rutin.

"Ini anggapan dari masyarakat sepertinya hipertensi ini seperti flu yang sembuh dengan sendirinya. Padahal ini efeknya jangka panjang dan bisa dari ujung kepala sampai ujung kaki. Artinya memang konsumsi obat itu harus seumur hidup," tuturnya.

Riana menyampaikan, penyakit hipertensi bisa berakibat fatal menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal, hingga menyebabkan stroke. Karena itu, ia menyarankan sebaiknya konsumsi obat dan konsultasi ke dokter harus rutin dilakukan.

Selain itu, pengobatan juga pencegahan hipertensi bisa dilakukan melalui pola gaya hidup. Terpenting adalah menjaga asupan kadar garam harian, rutin latihan fisik, dan tidur cukup.

"Konsumsi garam jangan lebih dari satu sendok teh setiap hari," kata Riana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Pakai Tensi Air Raksa Untuk Cek Tekanan Darah, Ahli Ungkap Sebabnya

Jangan Pakai Tensi Air Raksa Untuk Cek Tekanan Darah, Ahli Ungkap Sebabnya

Health | Senin, 18 Mei 2020 | 19:38 WIB

Studi: Tekanan Darah Tinggi Membuat Penderitanya 'Buta-Emosi'

Studi: Tekanan Darah Tinggi Membuat Penderitanya 'Buta-Emosi'

Health | Sabtu, 16 Mei 2020 | 16:26 WIB

Mana yang Lebih Berisiko Hipertensi, Perempuan atau Laki-laki?

Mana yang Lebih Berisiko Hipertensi, Perempuan atau Laki-laki?

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 09:27 WIB

Terkini

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB