Orangtua, Kenali Gelaja Hipertensi Pada Anak

Selasa, 19 Mei 2020 | 16:30 WIB
Orangtua, Kenali Gelaja Hipertensi Pada Anak
Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)

Suara.com - Orangtua, Kenali Gelaja Hipertensi Pada Anak

Anak-anak dan remaja juga bisa mengalami penyakit hipertensi. Berbeda dengan orang dewasa, hipertensi pada anak dibagi dalam tiga kategori berdasarkan derajatnya.

Konsultan Nefrologi Anak DR. Dr. Krisni Subandiyah, Sp. A (K) menjelaskan, hipertensi pada anak dibedakan menjadi hipertensi ringan atau derajat 1, derajat 2, dan krisis hipertensi.

"Usia 1-13 tahun tensi 130/80 sampai 138/89 itu sudah kita kategorikan sebagai hipertensi derajat 1. Anak usia di atas 13 tahun juga sama," kata Krisni dalam siaran langsung bersama Instagram Ikatan Dokter anak Indonesia (IDAI), Selasa (19/5/2020).

Sementara derajat 2, lanjutnya, apabila tensi anak lebih atau sama dengan 140/90 mmHg. Sedangkan kondisi krisis hipertensi dialami pasien anak saat dalam keadaan mendadak dibawa ke rumah sakit dan tensinya mencapai 180/130 mmHg atau lebih.

Krisni menyampaikan bahwa hipertensi pada anak tidak memiliki gejala fisik yang jelas. Sehingga seringkali anak dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan derajat 2 atau krisis hipertensi.

"Kadang kalau pasien krisis hipertensi pun kalau datang ke poliklinis itu bukan datang untuk hipertensi. Jadi biasanya datang karena ada gejala yang lain," kata Krisni.

Menurutnya, tidak ada gejala yang jelas saat hipertensi anak masih pada kategori derajat 1.  Tetapi pada hipertensi derajat 2, ada beberapa gejala yang bisa dialami anak.

"Misalnya anak sering sakit kepala, vertigo, kadang-kadang anak mengalami gangguan penglihatan. Sering disertai mual dan muntah-muntah. Kalau sudah krisis hipertensi pasien biasanya sudah kejang atau koma," ucapnya.

Baca Juga: Mangkal di Tanah Abang, Pedagang Kelontong Diisolasi di Bilik Corona

Selain anak-anak, Krisni menyampaikan bahwa bayi juga bisa mengalami hipertensi. Penyebab yang paling sering terjadi karena adanya kelainan pada ginjal atau ada penyempitan pada darah.

Pada bayi dan anak-anak, 60 sampai 80 persen adalah kasus hipertensi sekunder atau disebakan karena ada gangguan kesehatan lain. Sementara hipertensi primer terjadi pada sekitar 30 persen kasus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI