Kumur Air Garam Bisa Ringankan Gejala Virus Corona Covid-19, Benarkah?

Silfa Humairah Utami, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 21 Mei 2020 | 16:30 WIB
Kumur Air Garam Bisa Ringankan Gejala Virus Corona Covid-19, Benarkah?
Ilustrasi air garam. (Shutterstock)

Suara.com - Gejala umum virus corona Covud-19 adalah demam tinggi, batuk hingga hilangnya indera penciuman. Pada beberapa pasien, gejala virus corona Covid-19 bisa lebih parah karena sejumlah faktor.

Tetapi, sebuah penelitian baru mengungkapkan tindakan tertentu bisa mengurangi gejala virus corona Covid-19 dan membuat pasien lebih cepat pulih.

Para peneliti dari Universita Edinburg telah menemukan bahwa berkumur pakai air garam bisa membantu mengurangi gejala dan durasi virus corona Covid-19.

Penelitian ini melibatkan 66 pasien dengan infeksi hidung dan tenggorokan yang diminta perawatan rutin dengan kumur air garam.

Setelah 12 hari perawatan, para peneliti memeriksa hidung atau pernapasan pasien. Hasilnya, kumur air garam mampu mengurangi gejala infeksinya.

Ilustrasi kumur air garam (Shutterstock)
Ilustrasi kumur air garam (Shutterstock)

Sementara itu dilansir oleh Mirror, mereka yang rutin berkumur air garam rata-rata memiliki risiko 2,5 lebih sedikit mengalami infeksi hidung.

Studi oleh Journal of Global Health, para peneliti yang dipimpin oleh Dr Sandeep Ramalingam telah menganalisis potensi berkumur air garam pada orang dewasa dengan infeksi saluran pernapasan atas.

Hasilnya menemukan subkelompok dengan infeksi alpha dan beta virus corona, tampaknya kumur air garam cukup efektif mengurangi gejala dan lamanya proses pengobatan.

Meski begitu, penelitian mengenai efektivitas kumur air garam untuk mengatasi infeksi hidung masih perlu dipelajari lebih lanjut.

baca juga

"Tidak jelas apakah kumur air garam bisa mengatasi infeksi hidung dan seberapa efektif hipertonik untuk mengatasi Covid-19. Karena itu, temuan ini butuh penelitian lebih lanjut," jelas para peneliti.

Sebelumnya, studi tentang kumur air garam ini muncul setelah banyak penelitian tentang obat kumur efektif atau tidak dalam mengurangi penyebaran virus corona Covid-19.

Mereka pun sudah meninjau potensi obat kumur untuk mengurangi penularan virus corona Covid-19 pada tahap awal infeksi secara ilmiah.

SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 sendiri adalah virus terselubung dengan membran lemak luar (lipid).

Namun, sejauh ini para peneliti belum mengetahui potensinya merusak membran lemak luar ini sebagai cara yang bisa menonaktifkan virus di tenggorokan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 di Singapura Hampir 30 Ribu, Pekerja Asing Mendominasi

Kasus Covid-19 di Singapura Hampir 30 Ribu, Pekerja Asing Mendominasi

Health | Kamis, 21 Mei 2020 | 15:20 WIB

Akibat Pandemi Covid-19, Wuhan Larang Perdagangan dan Konsumsi Hewan Liar

Akibat Pandemi Covid-19, Wuhan Larang Perdagangan dan Konsumsi Hewan Liar

Health | Kamis, 21 Mei 2020 | 15:30 WIB

Bisakah Kosmetik Jadi Media Penularan Covid-19? Ini Penjelasan Dokter

Bisakah Kosmetik Jadi Media Penularan Covid-19? Ini Penjelasan Dokter

Health | Kamis, 21 Mei 2020 | 14:13 WIB

Terkini

Rupiah Masih Lemas Lawan Dolar AS, Ditutup di level Rp17.884

Rupiah Masih Lemas Lawan Dolar AS, Ditutup di level Rp17.884

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 16:06 WIB

Arti Weton Lebu Katiyup Angin dan Cara Menetralisirnya Menurut Primbon Jawa

Arti Weton Lebu Katiyup Angin dan Cara Menetralisirnya Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 16:05 WIB

Kongres PSSI Jateng Memanas! 8 Anggota Komite Pemilihan dan Banding Mundur Jelang Hari H

Kongres PSSI Jateng Memanas! 8 Anggota Komite Pemilihan dan Banding Mundur Jelang Hari H

Jawa Tengah | Selasa, 22 September 2026 | 16:01 WIB

Promo J.CO, Makan Sepuasnya Dapat Diskon 50% dari BRI

Promo J.CO, Makan Sepuasnya Dapat Diskon 50% dari BRI

Bri | Selasa, 22 September 2026 | 16:00 WIB

Mengenal Buku Selasa Bersama Morrie, Obrolan tentang Arti Kehidupan

Mengenal Buku Selasa Bersama Morrie, Obrolan tentang Arti Kehidupan

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 16:00 WIB

Fenomena 'No Viral, No Justice' dalam Kasus Rumah Ibadah: Alarm Bahaya bagi Demokrasi

Fenomena 'No Viral, No Justice' dalam Kasus Rumah Ibadah: Alarm Bahaya bagi Demokrasi

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 15:58 WIB

Usai Rumah Jabatan dan Kantornya Digeledah, Bupati Gowa Diperiksa Kortas Tipidkor

Usai Rumah Jabatan dan Kantornya Digeledah, Bupati Gowa Diperiksa Kortas Tipidkor

News | Selasa, 22 September 2026 | 15:57 WIB

5 Perbedaan Tirtir Red Cushion vs Skintific Cover All, Cek Finish hingga Kandungan

5 Perbedaan Tirtir Red Cushion vs Skintific Cover All, Cek Finish hingga Kandungan

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 15:54 WIB

11 Bangunan Lama Diratakan dengan Tanah, Wajah Stasiun Lempuyangan Mulai Diubah

11 Bangunan Lama Diratakan dengan Tanah, Wajah Stasiun Lempuyangan Mulai Diubah

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 15:51 WIB

Eks Pj Bupati hingga Ketua DPRD Bekasi Diperiksa KPK, Kasus Suap Rp11,4 Miliar Memanas

Eks Pj Bupati hingga Ketua DPRD Bekasi Diperiksa KPK, Kasus Suap Rp11,4 Miliar Memanas

Bekaci | Selasa, 22 September 2026 | 15:51 WIB

×