Kumur Air Garam Bisa Ringankan Gejala Virus Corona Covid-19, Benarkah?

Silfa Humairah Utami | Shevinna Putti Anggraeni
Kumur Air Garam Bisa Ringankan Gejala Virus Corona Covid-19, Benarkah?
Ilustrasi air garam. (Shutterstock)

Peneliti menemukan bahwa kumur air garam bisa meringankan gejala dan mempercepat pemulihan pasien virus corona Covid-19.

Suara.com - Gejala umum virus corona Covud-19 adalah demam tinggi, batuk hingga hilangnya indera penciuman. Pada beberapa pasien, gejala virus corona Covid-19 bisa lebih parah karena sejumlah faktor.

Tetapi, sebuah penelitian baru mengungkapkan tindakan tertentu bisa mengurangi gejala virus corona Covid-19 dan membuat pasien lebih cepat pulih.

Para peneliti dari Universita Edinburg telah menemukan bahwa berkumur pakai air garam bisa membantu mengurangi gejala dan durasi virus corona Covid-19.

Penelitian ini melibatkan 66 pasien dengan infeksi hidung dan tenggorokan yang diminta perawatan rutin dengan kumur air garam.

Setelah 12 hari perawatan, para peneliti memeriksa hidung atau pernapasan pasien. Hasilnya, kumur air garam mampu mengurangi gejala infeksinya.

Ilustrasi kumur air garam (Shutterstock)
Ilustrasi kumur air garam (Shutterstock)

Sementara itu dilansir oleh Mirror, mereka yang rutin berkumur air garam rata-rata memiliki risiko 2,5 lebih sedikit mengalami infeksi hidung.

Studi oleh Journal of Global Health, para peneliti yang dipimpin oleh Dr Sandeep Ramalingam telah menganalisis potensi berkumur air garam pada orang dewasa dengan infeksi saluran pernapasan atas.

Hasilnya menemukan subkelompok dengan infeksi alpha dan beta virus corona, tampaknya kumur air garam cukup efektif mengurangi gejala dan lamanya proses pengobatan.

Meski begitu, penelitian mengenai efektivitas kumur air garam untuk mengatasi infeksi hidung masih perlu dipelajari lebih lanjut.

"Tidak jelas apakah kumur air garam bisa mengatasi infeksi hidung dan seberapa efektif hipertonik untuk mengatasi Covid-19. Karena itu, temuan ini butuh penelitian lebih lanjut," jelas para peneliti.

Sebelumnya, studi tentang kumur air garam ini muncul setelah banyak penelitian tentang obat kumur efektif atau tidak dalam mengurangi penyebaran virus corona Covid-19.

Mereka pun sudah meninjau potensi obat kumur untuk mengurangi penularan virus corona Covid-19 pada tahap awal infeksi secara ilmiah.

SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 sendiri adalah virus terselubung dengan membran lemak luar (lipid).

Namun, sejauh ini para peneliti belum mengetahui potensinya merusak membran lemak luar ini sebagai cara yang bisa menonaktifkan virus di tenggorokan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS