PSBB Dilanggar, Dokter Jiwa: Masyarakat Gagal Lakukan Terapi Perilaku

M. Reza Sulaiman

Senin, 25 Mei 2020 | 13:03 WIB
PSBB Dilanggar, Dokter Jiwa: Masyarakat Gagal Lakukan Terapi Perilaku
Pos Pantau PSBB di kawasan Cawang, Jakarta Timur. (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha).

Suara.com - PSBB Dilanggar, Dokter Jiwa: Masyarakat Gagal Lakukan Terapi Perilaku

Hari Raya Idul Fitri membuat pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta meningkat. Berdasarkan data dari Kepolisian Daerah Metro Jaya, tercatat ada 275 pelanggaran di hari pertama lebaran pada Minggu (24/5/2020).

Berdasarkan keterangan polisi, pelanggaran yang dilakukan antara lain berboncengan sepeda motor dengan berbeda alamat rumah, pelanggaran pembatasan penumpang mobil, tidak menggunakan masker saat berkendara, hingga mobil yang melebihi kapasitas penumpang.

Lalu, apa ya kira-kira alasan seseorang melanggar ketentuan PSBB dari kacamata kejiwaan? Psikiater dari RS Omni Alam Sutera, dr. Andri, Sp.KJ, mengakitkan kondisi masyarakat saat ini dengan terapi perilaku.

Dalam keterangannya, dr Andri mengatakan aturan PSBB dibuat untuk mencegah penyebaran virus Corona Covid-19 yang saat ini tengah menjadi pandemi di seluruh dunia.

Aturan-aturan baru seperti memakai masker dan berkendara dengan penumpang terbatas merupakan upaya untuk menekan laju penularan penyakit. Aturan-aturan baru ini menurutnya, sama seperti konsep terapi perilaku di ilmu psikiatri.

"Dalam ilmu psikiatri sebenarnya ketika terapi perilaku dilakukan dengan baik oleh pasien, maka akhirnya akan tercipta perilaku baru yang lebih adaptif dengan kondisi pasien. Hal ini akan membuat kualitas hidup pasien sendiri akan meningkat," tutur pemilik akun Twitter @Mbahndi ini.

 Pelanggar PSBB dikenakan sanksi berupa push-up usai terjaring patroli gabungan Kelurahan Malaka Sari, dan Kelurahan Malaka Jaya beserta TNI-Polri di sejumlah titik keramaian di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu malam [ANTARA/Fianda Rassat].
Pelanggar PSBB dikenakan sanksi berupa push-up usai terjaring patroli gabungan Kelurahan Malaka Sari, dan Kelurahan Malaka Jaya beserta TNI-Polri di sejumlah titik keramaian di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu malam [ANTARA/Fianda Rassat].

Dalam penerapannya, pasien mungkin tidak mengetahui alasan terapi perilaku dilakukan. dr Andri mengatakan, bisa saja sebagian masyarakat tidak paham alasan adanya peraturan wajib mengenakan masker, menjaga jarak, hingga berdiam di rumah.

Hal ini membuat masyarakat rentan melanggar, karena tidak paham implikasi penerapan peraturan tersebut, yang sejatinya adalah melindungi dirinya dan keluarga dari risiko infeksi virus.

baca juga

"Mereka mungkin berpikir apa sebenarnya untungnya buat mereka dengan melakukan semua itu. Maka ketika dilonggarkan, semua aturan PSBB dilanggar. Artinya dalam hal ini PSBB bagi sebagian masyarakat telah gagal menjadi suatu proses terapi perilaku," urainya lagi.

Padahal menurut dr Andri, jika PSBB bisa diterapkan dengan tertib, dampak positifnya akan dirasakan sendiri oleh masyarakat.

"Jika PSBB sukses, maka seperti pada umumnya suatu terapi perilaku di ilmu psikologi, akan tercipta suatu perilaku baru yang lebih abik daripada sebelumnya," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekreasi di Masa Pandemi, Warga Berkerumun Beri Makan Rusa di Istana Bogor

Rekreasi di Masa Pandemi, Warga Berkerumun Beri Makan Rusa di Istana Bogor

Jabar | Senin, 25 Mei 2020 | 12:50 WIB

Masuk Lebaran, Ratusan Orang Terciduk Langgar PSBB di Jakarta

Masuk Lebaran, Ratusan Orang Terciduk Langgar PSBB di Jakarta

News | Senin, 25 Mei 2020 | 11:52 WIB

Rezeki Nomplok Kuli Bangunan saat Peziarah Membludak di Masa Pandemi

Rezeki Nomplok Kuli Bangunan saat Peziarah Membludak di Masa Pandemi

Jabar | Senin, 25 Mei 2020 | 11:34 WIB

Terkini

Ajukan Praperadilan, Kubu Febrie Klaim Demi Menjamin Proses Hukum yang Adil

Ajukan Praperadilan, Kubu Febrie Klaim Demi Menjamin Proses Hukum yang Adil

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:53 WIB

IHSG Masuk Level 6.300, INDY dan MDKA Meroket

IHSG Masuk Level 6.300, INDY dan MDKA Meroket

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Berawal dari Bau Busuk Menyengat, Saksi Intip Jendela dan Temukan Pensiunan ASN Meninggal Kaku

Berawal dari Bau Busuk Menyengat, Saksi Intip Jendela dan Temukan Pensiunan ASN Meninggal Kaku

Bogor | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:46 WIB

A Love Other Than Yours Rilis Still Cuts Perdana, Ada Bau-Bau Sad Ending?

A Love Other Than Yours Rilis Still Cuts Perdana, Ada Bau-Bau Sad Ending?

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Slow Living di Singapura, Pria Ini Usia 35 Tahun Pensiun Tapi Hidup Layak Jadi Pengangguran

Slow Living di Singapura, Pria Ini Usia 35 Tahun Pensiun Tapi Hidup Layak Jadi Pengangguran

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:41 WIB

Ratusan Ruko STC Pekanbaru Resmi Jadi Aset Pemkot, HGB Tak Bisa Diperpanjang

Ratusan Ruko STC Pekanbaru Resmi Jadi Aset Pemkot, HGB Tak Bisa Diperpanjang

Riau | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Lolos Pengawasan, Dedi Mulyadi Minta Camat Hingga Lurah Disanksi

Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Lolos Pengawasan, Dedi Mulyadi Minta Camat Hingga Lurah Disanksi

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:37 WIB

Rojali, Mantap, hingga Lipstick Effect, Tiga Fenomena yang Menggambarkan Wajah Baru Konsumsi RI

Rojali, Mantap, hingga Lipstick Effect, Tiga Fenomena yang Menggambarkan Wajah Baru Konsumsi RI

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:36 WIB

Dosen Dipecat Karena Tegur Mahasiswa Berpakaian Ketat? Pimpinan Muhammadiyah Investigasi

Dosen Dipecat Karena Tegur Mahasiswa Berpakaian Ketat? Pimpinan Muhammadiyah Investigasi

Sulsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:33 WIB

Bawa Keranda 'RIP Hukum', Mahasiswa Geruduk Kejagung Tuntut Febrie Adriansyah Dihukum Mati

Bawa Keranda 'RIP Hukum', Mahasiswa Geruduk Kejagung Tuntut Febrie Adriansyah Dihukum Mati

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:31 WIB

×