Dari A- ke Selective Default, Rating ADHI Ambruk dalam 6 Bulan

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 19 September 2026 | 13:42 WIB
Dari A- ke Selective Default, Rating ADHI Ambruk dalam 6 Bulan
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menghadapi tekanan yang semakin berat. Foto ADHI.
baca 10 detik
  • Rating ADHI anjlok dari idA- ke Selective Default dalam hitungan bulan.
  • ADHI gagal bayar kupon obligasi Rp60,82 miliar hingga masa remedial berakhir.
  • Pemegang obligasi menolak seluruh usulan restrukturisasi ADHI.

Suara.com - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menghadapi tekanan yang semakin berat. Setelah berbulan-bulan mengalami penurunan peringkat kredit, emiten konstruksi pelat merah itu kini masuk status Selective Default setelah gagal memenuhi pembayaran kupon obligasi.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) pada 16 September 2026 menurunkan peringkat kewajiban umum ADHI menjadi idSD atau Selective Default dari sebelumnya idCCC. Pada saat yang sama, peringkat Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Seri B dan C dipangkas menjadi idD atau Default dari idCCC.

Penurunan tersebut terjadi setelah ADHI tidak mampu membayar kupon obligasi sebesar Rp60,82 miliar yang jatuh tempo pada 24 Agustus 2026. Kewajiban tersebut juga tidak diselesaikan hingga masa remedial berakhir pada 14 September 2026.

Sementara itu, Pefindo mempertahankan peringkat Obligasi Berkelanjutan IV ADHI di level idCCC dan menempatkan peringkat ADHI serta obligasi tersebut dalam CreditWatch dengan implikasi negatif. Pefindo menyatakan peringkat dapat ditinjau kembali apabila ADHI berhasil menyelesaikan kewajiban kupon yang gagal dibayar.

Sepanjang 2026, peringkat ADHI terus merosot. Pada Maret dan Juni, Pefindo masih mempertahankan peringkat idA-. Pada 31 Juli, peringkat diturunkan menjadi idBB dengan CreditWatch Negative.

Tekanan berlanjut pada Agustus. Pefindo kembali memangkas peringkat ADHI menjadi idB, sebelum pada 24 Agustus diturunkan lagi menjadi idCCC. Memasuki September, peringkat kewajiban umum akhirnya jatuh ke level idSD.

Dengan kata lain, dalam hitungan bulan, ADHI bergerak dari level idA- menuju selective default.

Tekanan terhadap ADHI juga terlihat dari hubungan perseroan dengan para pemegang obligasi. Dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi pada 11 September 2026, seluruh usulan restrukturisasi yang diajukan perseroan mendapat penolakan mayoritas pemegang obligasi.

Usulan perubahan jatuh tempo ditolak 99,57% suara, sedangkan perubahan tingkat bunga ditolak 99,48% suara. Usulan pengesampingan pelanggaran akibat tidak dibayarnya bunga ke-17 juga ditolak 94,73% suara. Total obligasi yang diwakili dalam rapat mencapai sekitar Rp2,344 triliun.

baca juga

Persoalan utang tersebut bahkan sempat berdampak pada perdagangan saham ADHI. Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham perseroan setelah kewajiban pembayaran bunga ke-17 Obligasi Berkelanjutan III belum dipenuhi.

Pemerintah dan Danantara juga tengah melakukan penataan besar-besaran terhadap perusahaan tersebut. Pada awal September, ADHI diminta melepas seluruh 18 anak usahanya sebagai bagian dari upaya penyehatan dan pengembalian fokus perseroan ke bisnis inti sebagai kontraktor.

Rencana konsolidasi BUMN Karya juga masih berubah-ubah. ADHI sebelumnya disebut akan digabung dengan PT PP (Persero) Tbk (PTPP), tetapi hingga awal September belum ada keputusan final mengenai skema merger maupun perusahaan mana yang akan menjadi entitas yang bertahan.

Proyek LRT City yang dikembangkan melalui anak usahanya menghadapi persoalan penyelesaian. Sekitar 2.400 unit dari 5.400 unit yang telah terjual belum diserahterimakan kepada konsumen. Pemerintah dan Danantara bahkan membuka opsi refund apabila penyelesaian proyek tidak dapat dilakukan sesuai skema yang disiapkan.

Danantara sebelumnya berencana menyediakan sekitar Rp456 miliar untuk membantu penyelesaian proyek tersebut. Namun pada 9 September, ADHI menyatakan skema, struktur, pihak penerima, dan besaran pendanaan masih dalam pembahasan sehingga dana tersebut belum dapat dipastikan pencairannya.

Pada 15 September, pemerintah kemudian menyatakan rencana untuk melanjutkan pembangunan 12 lokasi proyek properti ADHI, termasuk LRT City. Pemerintah menyebut inventarisasi dan identifikasi proyek masih berlangsung, sementara opsi penyelesaian untuk konsumen tetap dibahas.

Di tengah berbagai tekanan tersebut, operasional ADHI sebenarnya masih berjalan. Perseroan melaporkan memiliki 117 proyek aktif hingga Agustus 2026 dan memperoleh kontrak baru Rp8,3 triliun hingga Juli, naik 118,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun pendapatan semester I 2026 hanya Rp3,11 triliun, sementara laba bersih tercatat Rp8,49 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Kejar Bukti Kasus OTT, Ruang Dirjen ATR/BPN Lampri Digeledah

KPK Kejar Bukti Kasus OTT, Ruang Dirjen ATR/BPN Lampri Digeledah

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:22 WIB

Investor Tolak Mentah-mentah Usulan Restrukturisasi Utang Rp2,3 T Adhi Karya

Investor Tolak Mentah-mentah Usulan Restrukturisasi Utang Rp2,3 T Adhi Karya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 12:16 WIB

Adhi Karya Tetap Akan Bangun 12 Lokasi Apartemen Mangkrak Pakai Uang Danantara

Adhi Karya Tetap Akan Bangun 12 Lokasi Apartemen Mangkrak Pakai Uang Danantara

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 19:34 WIB

Terkini

Dekan FEB Unair: Ekonomi Kuartal III-2026 Tumbuh 5,3 Persen, Investasi dan Manufaktur Menguat

Dekan FEB Unair: Ekonomi Kuartal III-2026 Tumbuh 5,3 Persen, Investasi dan Manufaktur Menguat

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 18:30 WIB

Sinopsis Love and Wifi in the Palace, Cinta Beda Zaman Lewat Smartphone

Sinopsis Love and Wifi in the Palace, Cinta Beda Zaman Lewat Smartphone

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:30 WIB

Bukan Hanya Warga Miskin, Desil 7-8 Juga Diusulkan Dapat BPJS PBI

Bukan Hanya Warga Miskin, Desil 7-8 Juga Diusulkan Dapat BPJS PBI

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:28 WIB

Lip Balm Tinted untuk Apa? Intip Manfaat dan 3 Rekomendasinya

Lip Balm Tinted untuk Apa? Intip Manfaat dan 3 Rekomendasinya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 18:25 WIB

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 18:21 WIB

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

5 Toner Lokal untuk Menyamarkan Pori-pori dan Mengontrol Minyak Berlebih

5 Toner Lokal untuk Menyamarkan Pori-pori dan Mengontrol Minyak Berlebih

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

Pramono Anung Sebut Obligasi Jakarta Belum Direstui Pemerintah Pusat

Pramono Anung Sebut Obligasi Jakarta Belum Direstui Pemerintah Pusat

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:14 WIB

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi dan Pengajuan KPR di Tengah Mobilitas Pekerja Dukuh Atas

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi dan Pengajuan KPR di Tengah Mobilitas Pekerja Dukuh Atas

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 18:10 WIB

Fenomena Thrifting: Antara Gaya Hidup dan Ancaman Limbah Tekstil

Fenomena Thrifting: Antara Gaya Hidup dan Ancaman Limbah Tekstil

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:05 WIB

×