Bila Gejala Ini yang Dialami, Pasien Penyakit Jantung Harus Dibawa ke RS

Bimo Aria Fundrika

Senin, 25 Mei 2020 | 14:20 WIB
Bila Gejala Ini yang Dialami, Pasien Penyakit Jantung Harus Dibawa ke RS
Ilustrasi penyakit jantung. (Shutterstock)

Suara.com - Sejak pandemi virus corona atau Covid-19 meluas ke hampir seluruh negara, mayoritas pasien dengan penyakit lainnya seperti penyakit jantung diimbau untuk meminimalkan kunjungan ke rumah sakit untuk menurunkan risiko tertular Coronavirus Covid-19.

Namun ada kondisi-kondisi darurat tertentu yang membuat pasien mau tidak mau harus segera dibawa ke rumah sakit.

Pasien penyakit jantung yang mengalami berbagai gejala atau keluhan khas seperti nyeri dada, berdebar, sesak napas atau pingsan berulang, harus segera dibawa ke rumah sakit.

Ilustrasi serangan jantung.  (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi serangan jantung. (Sumber: Shutterstock)

Namun tidak jarang juga penderitanya tidak bergejala sama sekali atau memiliki gejala ringan yang tanpa disadari, padahal sudah memiliki risiko tinggi.

“Justru kondisi tanpa gejala ini cenderung lebih berbahaya. Hal ini dikarenakan penderita belum menyadari dirinya terkena gangguan jantung, sehingga perlu dilakukan pengenalan penyakit lebih lanjut melalui skrining atau penilaian faktor risiko,” ungkap dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospitals Kebon Jeruk. dalam media briefieng online, beberapa waktu lalu.

Penilaian faktor risiko merupakan langkah yang penting untuk mendeteksi penyakit jantung pada tahapan awal sebelum berkomplikasi dan menimbulkan gejala. Ada kondisi yang disebut oleh Paskah sebagai red flag dan mesti segera dibawa ke dokter.

"Jadi, apabila ada keluhan sesak yang semakin memberat, nyeri dada, seperti ditimpa beban berat, mengalami sesak dan tidak bisa tidur dalam posisi rata, batuk terus-menerus dan mengeluarkan dahak dengan warna bercak pink, dan keringat dingin, dan disertai dengan mual, dan muntah itu sebaiknya ke rumah sakit," terang Paskah panjang lebar.

Ia melanjutkan, seseorang yang berisiko tinggi sebaiknya juga terus melakukan evaluasi berkala sesuai waktu yang ditentukan.

Jika terjadi ketidakstabilan kondisi jantung, maka terapi optimal tetap harus dilakukan sesuai rekomendasi, baik berupa perawatan intensif di rumah sakit maupun menjalani berbagai prosedur penting seperti kateterisasi jantung dan intervensi koroner, serta operasi bedah jantung sesuai dengan kondisi yang ada.

baca juga

“Kita tak boleh abai dalam memantau kesehatan jantung sendiri, karena penyakit yang menyerang jantung termasuk penyakit serius yang kronik. Jadi, jangan takut berobat ataupun menjalani prosedur medis jika memang dibutuhkan sebelum terlambat," kata Paskah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Risiko Penyakit Kardiovaskular Lebih Kecil pada Perempuan

Studi: Risiko Penyakit Kardiovaskular Lebih Kecil pada Perempuan

Health | Jum'at, 22 Mei 2020 | 20:30 WIB

Isolasi Sosial Akibat Karantina Bisa Tingkatkan Risiko Kardiovaskular

Isolasi Sosial Akibat Karantina Bisa Tingkatkan Risiko Kardiovaskular

Health | Jum'at, 22 Mei 2020 | 14:04 WIB

Ladies, Waspada Penyakit Jantung Akibat Keseringan Minum Boba

Ladies, Waspada Penyakit Jantung Akibat Keseringan Minum Boba

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 11:09 WIB

Terkini

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

×