Isolasi Sosial Akibat Karantina Bisa Tingkatkan Risiko Kardiovaskular

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Jum'at, 22 Mei 2020 | 14:04 WIB
Isolasi Sosial Akibat Karantina Bisa Tingkatkan Risiko Kardiovaskular
Kesehatan jantung. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi Covid-19 membuat kekhawatiran mengenai serangan jantung mengingkat. Kekhawatiran itu muncul ketika orang-orang harus terisolasi dan tetap berada di rumah.

Dilansir dari Express, menurut penelitian yang dipresentasikan di European Academy of Neurology (EAN) menyatakan bahwa isolasi sosial akibat pandemi bisa memberikan efek samping mematikan.

Pada studi tersebut, temuan menunjukkan lebih dari 40 persen orang yang terisolasi secara sosial meningkatkan risiko kardiovaskular, seperti serangan jantung atau stroke.

Studi ini juga menemukan bahwa mereka yang terisolasi secara sosial hampir 50 persen lebih mungkin meninggal karena sebab penyakit apapun.

Pandemi yang melemahkan ekonomi juga menunjukkan bahwa kurangnya dukungan finansial secara independen meningkatkan risiko kardiovaskular.

Studi itu dilakukan oleh Heinz Nixdorf Recall (HNR) yang dipimpin Dr. Janine Gronewold dan Prof Dirk M. Hermann dari University Hospital di Essen, Jerman.

Penelitian ini menganalisis data dari 4.316 individu (usia rata-rata 59.1 tahun) yang direkrut ke dalam kelompok besar. 

Ilustrasi Isolasi Mandiri (Shutterstock)
Ilustrasi Isolasi Mandiri (Shutterstock)

Partisipan studi memasuki studi tanpa diketahui penyakit kardiovaskular dan mereka diikuti selama rata-rata 13 tahun.

Pada awal penelitian, informasi dikumpulkan tentang berbagai jenis dukungan sosial, dengan integrasi sosial dinilai berdasarkan status perkawinan dan hidup bersama, kontak dengan teman dan keluarga dekat, dan keanggotaan organisasi politik, agama, komunitas, olahraga atau profesional.

baca juga

"Kami telah mengetahui selama beberapa waktu bahwa merasa kesepian atau kurang kontak dengan teman dekat dan keluarga dapat berdampak pada kesehatan fisik Anda," komentar Dr Gronewold.

"Apa yang dikatakan penelitian ini adalah memiliki hubungan sosial yang kuat sangat penting bagi kesehatan jantung Anda, sama dengan peran faktor perlindungan klasik seperti memiliki tekanan darah yang sehat, kadar kolesterol, dan berat badan normal," tambahnya.

Selama 13,4 tahun masa tindak lanjut penelitian, 339 kejadian kardiovaskular seperti serangan jantung atau stroke terjadi, dan ada 530 kematian di antara peserta penelitian.

Setelah disesuaikan untuk faktor-faktor lain yang mungkin telah berkontribusi pada peristiwa dan kematian penelitian adalah kurangnya integrasi sosial. Mereka yang terisolasi secara sosial meningkatkan risiko kardiovaskular di masa depan sebesar 44 persen dan meningkatkan risiko kematian hingga 47 persen.

Kurangnya dukungan keuangan dikaitkan dengan peningkatan 30 persen risiko kardiovaskular.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inilah 5 Hal yang Terjadi pada Tubuh Karena Lama di Rumah Aja

Inilah 5 Hal yang Terjadi pada Tubuh Karena Lama di Rumah Aja

Health | Kamis, 21 Mei 2020 | 20:00 WIB

Meningkatnya Tekanan Darah Selama dan Setelah Olahraga Jadi Tanda Penyakit?

Meningkatnya Tekanan Darah Selama dan Setelah Olahraga Jadi Tanda Penyakit?

Health | Kamis, 21 Mei 2020 | 17:27 WIB

Total 5 Orang yang Masih Berada di Bilik Isolasi Mandiri Corona Jakarta

Total 5 Orang yang Masih Berada di Bilik Isolasi Mandiri Corona Jakarta

News | Selasa, 19 Mei 2020 | 21:41 WIB

Terkini

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:50 WIB

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:28 WIB

Kasus KM Virgo Transport 8, Pemilik Kapal Bisa Terjerat Pidana

Kasus KM Virgo Transport 8, Pemilik Kapal Bisa Terjerat Pidana

Video | Rabu, 30 September 2026 | 21:20 WIB

×