Array

Sindrom Peradangan Langka karena Covid-19 Juga Terjadi di Korea Selatan

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Rabu, 27 Mei 2020 | 17:13 WIB
Sindrom Peradangan Langka karena Covid-19 Juga Terjadi di Korea Selatan
Ilustrasi pasien anak mengalami sindrom peradangan langka. (Shutterstock)

Suara.com - Sindrom Peradangan Langka karena Covid-19 Juga Terjadi di Korea Selatan

Kasus sindrom peradangan langka pada anak-anak karena infeksi Covid-19 tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, namun juga di Korea Selatan.

Otoritas Korea Selatan melaporkan sindrom peradangan langka ini terjadi pada dua anak-anak berusia 11 dan 4 tahun.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea Selatan (KCDC) menyatakan pihaknya menjalankan penyelidikan, setelah dua bocah tersebut dilaporkan mempunyai Sindrom Peradangan Multi-sistem pada Anak (MIS-C).

Kedua pasien teruji negatif Covid-19, namun menjalani analisis lanjutan karena pasien anak itu berada di Filipina pada kurun waktu antara Januari dan Maret.

Pasien anak pertama sudah pulang dari rumah sakit, sementara pasien kedua diharapkan bisa juga keluar secepatnya, menurut pernyataan Jeong Eun-kyeong, direktur KCDC.

"Kedua pasien anak ini sudah pulih dari gejala yang timbul. Kami menjalankan tes antibodi Covid-19 kepada mereka untuk memastikan apakah mereka terinfeksi, dan setelah hasilnya keluar akan diketahui apakah mereka mengalami kasus MIS-C," ujar Jeong, dilansir ANTARA.

ilustrasi anak sakit peradangan langka karena covid-19. (Shutterstock)
ilustrasi anak sakit peradangan langka karena covid-19. (Shutterstock)

Pejabat KCDC yang bertanggung jawab dalam penanganan pasien bocah itu, Kwak Jin, menyatakan bahwa keduanya mendapat perawatan Sindrom Kawasaki.

Gejala MIS-C sendiri mirip dengan Sindrom TS (toxic shock) dan Sindrom Kawasaki, yang juga termasuk demam, ruam, bengkak pada kelenjar, dan radang jantung pada beberapa kasus parah.

Baca Juga: Sindrom Mirip Kawasaki Terkait Covid-19 Mulai Serang Dewasa Awal 20-an

Kasus-kasus MIS-C telah dilaporkan muncul di Prancis, Italia, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat (AS)--dengan lebih dari 100 kasus terjadi di negara bagian New York.

Sindrom tersebut memunculkan kekhawatiran akan COVID-19 berpotensi memberikan risiko lebih besar pada anak daripada yang selama ini dipahami, mengingat kebanyakan kasus infeksi virus corona itu terjadi parah pada orang tua dan orang dengan penyakit bawaan. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI