Kematian George Floyd: Kata Pakar tentang Polisi Injak Leher hingga Tewas

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 28 Mei 2020 | 19:20 WIB
Kematian George Floyd: Kata Pakar tentang Polisi Injak Leher hingga Tewas
Ilustrasi mayat (Foto: shutterstocks)

Suara.com - Kematian George Floyd pada Senin (24/5/2020) memicu reaksi protes dari warga kulit hitam di Amerika. Mereka secara serentak turun ke jalan menuntut Kepolisian Minneapolis, AS, untuk mengusut tuntas pembunuhan pria Afrika-Amerika tersebut.

Berdasarkan cuplikan video yang viral di media sosial, Floyd tewas saat dibekukan oleh polisi di pinggir jalan. Diduga Floyd tewas kehabisan napas.

Dalam video itu, dua polisi menjatuhkan tubuh Floyd ke tanah, kemudian salah satu petugas mengamankannya dengan menekan leher menggunakan satu lutut selama 8 menit.

"Aku tidak bisa bernapas! Tolong, tolong, aku tidak bisa bernapas. Aku tidak bisa bergerak. Semuanya (anggota tubuh) sakit. Tolong beri aku air atau sesuatu," ucap lelaki 46 tahun tersebut, memohon kepada petugas.

Insiden ini pun memicu kemarahan dan membangkitkan kembali pertanyaan tentang penggunaan kekuatan berlebihan saat menangkap pria kulit hitam.

Polisi saat membekukan Floyd di pinggir jalan (Facebook)
Polisi saat membekukan Floyd di pinggir jalan (Facebook)

Maria Haberfeld, mantan sersan Pasukan Pertahanan Israel mengatakan ia tidak pernah melihat teknik penangkapan seperti ini selama bertahun-tahun mempelajari, mengajar, dan menulis tentang penggunaan kekuatan oleh departemen kepolisian di AS dan luar negeri.

Haberfeld, yang telah secara ekstensif mempelajari modul pelatihan polisi di AS dan mengajarkan para petugas tentang etika penggunaan kekuatan, mengatakan ada beberapa teknik penglemahan sah oleh polisi yang melibatkan tekanan di sekitar leher.

"Tetapi semakin saya melihat video ini, dia menghancurkan leher Floyd. Sejauh yang saya tahu, itu bukan teknik pelatihan yang sah pada 2020 ini," katanya, dikutip dari Buzzfeed News.

Sementara itu, pihak Kepolisian Minneapolis (MPD) memberi wewenang kepada petugas untuk menggunakan dua jenis pengekangan leher sebagai 'opsi kekuatan yang tidak mematikan'.

baca juga

Ini didefinisikan sebagai mengompresi satu atau kedua sisi leher seseorang dengan lengan atau kaki, tanpa memberikan tekanan langsung ke trakea atau saluran napas (leher bagian depan).

Dalam daftar kebijakan MPD, pengekangan leher secara sadar atau menerapkan tekanan ringan hingga sedang, harus digunakan pada orang yang secara aktif memberontak.

George Floyd (Instagram/elseakoenreich)
George Floyd (Instagram/elseakoenreich)

Sedangkan pengekangan leher secara tidak sadar, yang dimaksudkan untuk membuat seseorang tidak sadar, dipakai pada tersangka yang menunjukkan agresi aktif, resistensi aktif, atau untuk tujuan menyelamatkan jiwa.

Kebijakan tersebut menyatakan pengekangan leher tidak boleh diterapkan terhadap subjek yang menolak secara pasif.

Dalam kasus ini, Floyd tampaknya sudah diborgol, dan tidak dianggap melakukan kekerasan atau ancaman. Ia juga tidak bersenjata.

Haberfeld menambahkan, insiden seperti Floyd ini memaparkan perlunya prosedur standar kepolisian berdasarkan penelitian ilmiah dan praktik terbaik.

"Kita melihat terlalu banyak insiden ini yang seharusnya tidak terjadi karena ada orang yang salah dalam profesi ini dan profesi ini tidak dapat membayarnya. Ini masalah hidup dan mati," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LBH Pers: Kritik Jurnalis Farid Gaban ke Menteri Teten Tak Bisa Dipidana

LBH Pers: Kritik Jurnalis Farid Gaban ke Menteri Teten Tak Bisa Dipidana

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 18:13 WIB

Polisi Injak Leher George Floyd Hingga Tewas, Warga AS Berdemo

Polisi Injak Leher George Floyd Hingga Tewas, Warga AS Berdemo

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 17:53 WIB

Di TPU Tegal Alur, Makam Khusus Jenazah Covid-19 Dibatasi Garis Polisi

Di TPU Tegal Alur, Makam Khusus Jenazah Covid-19 Dibatasi Garis Polisi

Video | Kamis, 28 Mei 2020 | 16:15 WIB

Terkini

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

News | Minggu, 13 September 2026 | 06:35 WIB

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 06:30 WIB

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

Kenapa Kangen Band Bubar?

Kenapa Kangen Band Bubar?

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 06:05 WIB

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 06:00 WIB

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

×