Ini Risiko Tertular Covid-19 di Dalam Ruangan VS di Luar Ruangan

Vania Rossa

Rabu, 03 Juni 2020 | 09:31 WIB
Ini Risiko Tertular Covid-19 di Dalam Ruangan VS di Luar Ruangan
Ilustrasi penyebaran virus corona. (Shutterstock)

Suara.com - Selama hampir tiga bulan, kita menghabiskan waktu hampir 24 jam di dalam rumah demi memutus penularan Covid-19. Dan kini menjelang diterapkannya new normal, kita harus bersiap kembali ke luar rumah untuk beraktivitas.

Lalu, apakah berada di luar rumah akan meningkatkan risiko kita tertular Covid-19? Inilah fakta penularan Covid-19 di dalam ruangan dan di luar ruangan yang harus Anda ketahui, seperti dilansir dari Huffpost, Rabu (3/6/2020).

Virus corona menyebar lebih mudah di dalam ruangan

Virus corona lebih mudah ditransmisikan ketika Anda berada di area tertutup, di mana hanya ada sedikit ventilasi atau ruang untuk aliran udara. Ini terutama berlaku untuk ruang kecil, seperti lift.

"Dalam ruang tertutup yang begitu rapat tanpa aliran udara yang kuat untuk waktu singkat, saya khawatir Anda mungkin akan terpapar," kata William Schaffner, seorang profesor penyakit menular di Vanderbilt University.

Secara umum, risiko tertular virus jauh lebih rendah ketika Anda berada di luar ruangan. Ini karena ada lebih banyak ruang bagi Anda untuk memisahkan diri dari orang lain, dan ada lebih banyak aliran udara alami.

Beberapa bukti menunjukkan sinar matahari juga turut andil, meski penelitian lebih lanjut perlu dilakukan. Sebuah studi di The Journal of Infectious Diseases juga menunjukkan bahwa 90 persen partikel virus corona dinonaktifkan dalam 10 menit ketika terkena sinar UV dari sinar matahari, menurut laporan dari HuffPost UK. Meski begitu, Anda tidak boleh hanya berasumsi bahwa matahari akan mendisinfeksi segala sesuatu dari virus dan membuat Anda merasa aman karenanya.

Para ahli kesehatan merekomendasikan orang-orang keluar rumah ketika mereka bisa sebagai cara untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental selama pandemi ini. Namun, hindari kegiatan kelompok, seperti olahraga tim, taman bermain yang ramai, dll.

AC dan ventilasi yang buruk di dalam ruangan secara teoritis dapat menyebarkan virus

baca juga

Banyak orang panik ketika sebuah studi tentang restoran ber-AC di Guangzhou, Cina, menemukan virus corona menyebar ke beberapa keluarga yang duduk terpisah ketika makan di restoran. Masing-masing keluarga duduk di dekat AC, dan arah aliran udara tampaknya sesuai dengan mereka yang sakit. Sekitar 10 pelanggan akhirnya menjadi sakit.

Ini dapat terjadi di ruang yang lebih terbatas, termasuk rumah Anda. Sirkulasi virus di dalam ruangan biasanya terjadi jika Anda berada dalam jangkauan tetesan pernapasan yang dikeluarkan seseorang ke udara ketika bersin, batuk, atau bahkan hanya berbicara. Tetesan pernapasan ini sering kali "berat", artinya mereka dapat melayang di udara hingga beberapa meter sebelum jatuh ke tanah.

Seperti yang dicatat oleh Sistem Kesehatan Mount Sinai, “Jika seseorang di rumah yang terinfeksi virus itu batuk dan bersin dan tidak berhati-hati, maka partikel virus kecil dalam tetesan pernapasan dapat diedarkan di udara. Apapun yang menggerakkan arus udara di sekitar ruangan dapat menyebarkan tetesan ini, apakah itu AC, sistem pemanas, atau bahkan kipas.”

Tetapi risiko dapat dengan mudah dikurangi dengan mengikuti pedoman yang direkomendasikan

Para ahli menekankan bahwa semua ini seharusnya tidak menyebabkan kepanikan. Jika virus corona mengudara, kemungkinan akan terjadi tingkat infeksi yang lebih tinggi daripada yang sudah terjadi, demikian kata para ahli penyakit menular kepada HuffPost.

Selain itu, yang paling penting, risiko terkena virus di dalam ruangan dapat diturunkan jika Anda mengambil tindakan pencegahan.

Para ahli mengatakan bahwa membuka jendela dapat membantu membersihkan partikel virus dan menjaga udara lebih bebas mengalir. Membuka tirai juga dapat membantu mengurangi transmisi. Dan pastikan filter AC di rumah dalam kondisi prima.

"Satu hal yang dapat Anda lakukan jika Anda seorang pemilik rumah dan memiliki sistem pemanas dan pendingin udara adalah untuk memastikan bahwa filter udara diganti sesuai dengan instruksi. Beberapa filter dirancang untuk menghilangkan partikel seperti tetesan pernapasan,” menurut Mount Sinai.

Selain itu, faktor kedekatan Anda dengan orang yang terinfeksi juga penting diperhatikan. Inilah sebabnya mengapa jarak sosial sangat penting, baik saat Anda jalan-jalan di luar, atau ketika merawat orang sakit di rumah.

Semakin dekat Anda dengan seseorang yang sakit, semakin besar kemungkinan Anda bersentuhan dengan tetesan pernapasan yang dapat membuat Anda sakit. Para ahli merekomendasikan untuk menjaga jarak 2 - 2,5 meter antara Anda dan orang-orang saat di luar rumah.

Risiko tertular penyakit - apakah Anda di dalam atau di luar rumah - secara keseluruhan lebih rendah jika Anda mengikuti panduan higienitas yang dikeluarkan oleh pejabat kesehatan setempat.

Itu termasuk menutup mulut Anda saat bersin atau batuk, mencuci tangan, dan menghindari menyentuh wajah. Pastikan untuk membersihkan semua permukaan yang sering disentuh, seperti gagang pintu, meja, dan tombol lift.

Dan, kenakan masker ketika Anda pergi ke luar rumah. Ini dapat melindungi Anda dan orang lain dari paparan virus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak-anak di Bawah Lima Tahun Dilarang Naik KRL Saat New Normal Berlaku

Anak-anak di Bawah Lima Tahun Dilarang Naik KRL Saat New Normal Berlaku

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 18:49 WIB

Belajar di Rumah Bikin Siswa 'Tertinggal', Orang Tua: Yang Penting Selamat

Belajar di Rumah Bikin Siswa 'Tertinggal', Orang Tua: Yang Penting Selamat

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 11:35 WIB

Ahli: Jarak 2 Meter Tak Cukup Aman untuk Hindari Penularan Covid-19

Ahli: Jarak 2 Meter Tak Cukup Aman untuk Hindari Penularan Covid-19

Health | Jum'at, 29 Mei 2020 | 06:40 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×