Ahli: Jarak 2 Meter Tak Cukup Aman untuk Hindari Penularan Covid-19

Vania Rossa

Jum'at, 29 Mei 2020 | 06:40 WIB
Ahli: Jarak 2 Meter Tak Cukup Aman untuk Hindari Penularan Covid-19
Pentingnya jaga jarak untuk menghindari droplet virus corona. (Shutterstock)

Suara.com - Imbauan menjaga jarak setidaknya 2 meter dengan orang lain banyak digaungkan untuk memperlambat penyebaran virus corona melalui droplet. Tetapi, tiga orang ahli memperingatkan bahwa jarak 2 meter mungkin tidak cukup aman - dan mereka mengatakan bahwa dunia perlu menganggap lebih serius penularan virus melalui udara.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan dalam jurnal Science, para ahli menyerukan 'pengujian yang luas dan teratur' untuk menemukan kasus tanpa gejala, dan mereka menunjuk ke tempat-tempat di mana pemakaian masker sudah umum dilakukan dan virus telah berhasil dikendalikan, seperti Singapura, Hong Kong, dan Taiwan. Panduan dari WHO saja mungkin tidak cukup untuk semua situasi, demikian para ahli menyebutkan, seperti dikutip dari CNN, Jumat (29/5/2020).

"Bukti menunjukkan bahwa virus corona diam-diam menyebar di aerosol yang dihembuskan oleh orang yang terinfeksi dan ini sangat menular ke orang tanpa gejala," tulis Chia Wang dari National Sun Yat-sen University di Taiwan, serta Kimberly Prather dan Dr. Robert Schooley dari University of California, San Diego.

"Semakin banyak bukti bahwa rekomendasi WHO untuk menjaga jarak 2 meter kemungkinan tidak cukup dalam banyak kondisi di dalam ruangan, di mana aerosol dapat tetap di udara selama berjam-jam, menumpuk dari waktu ke waktu, dan mengikuti aliran udara pada jarak lebih jauh dari 2 meter," kata mereka.

Ketiga ahli ini, yang merupakan spesialis dalam kimia dan penyakit menular, mengatakan aerosol dari bernapas dan berbicara dapat menumpuk, tetap menular di udara dalam ruangan selama berjam-jam, dan mudah terhirup dalam-dalam ke paru-paru. Itu membuat pemakaian masker semakin penting, bahkan ketika orang sudah menjaga jarak.

Lebih lanjut, CDC atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS berfokus pada apa yang disebut droplet dari pernapasan yang dihasilkan ketika seseorang batuk atau bersin. Tetesan tidak berlama-lama di udara, tetapi CDC mengatakan mereka droplet tersebut dapat mendarat di mulut atau hidung orang-orang yang berada di dekatnya atau mungkin terhirup ke paru-paru.

Penyebaran lebih mungkin terjadi ketika orang berada dalam kontak dekat satu sama lain, atau dalam jarak sekitar 2 meter, demikian pernyataan CDC. Itu karena droplet dari pernapasan relatif lebih besar dan jatuh ke tanah - tidak seperti aerosol yang lebih kecil dan lebih cenderung tinggal di udara lebih lama.

Para ahli mengatakan bahwa sebagian besar penyebaran Covid-19 tampaknya terjadi melalui transmisi aerosol melalui udara yang diproduksi oleh individu tanpa gejala selama bernafas dan berbicara.

Sementara penelitian lebih lanjut diperlukan, mereka menyerukan skema pengujian yang kuat dan mengatakan orang perlu untuk melindungi dirinya dengan masker. “Agar masyarakat dapat melanjutkan langkah-langkah yang dirancang untuk mengurangi penularan aerosol harus diimplementasikan, termasuk penapisan universal dan pengujian meluas secara berkala untuk mengidentifikasi dan mengisolasi individu tanpa gejala yang terinfeksi,” kata para ahli tersebut.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Penularan Covid-19, Toko Ritel di AS Kini Sewa Robot Gantikan Pekerja

Cegah Penularan Covid-19, Toko Ritel di AS Kini Sewa Robot Gantikan Pekerja

Video | Jum'at, 22 Mei 2020 | 13:09 WIB

Doni Monardo: Jelang dan Akhir Lebaran Saat-saat Kritis Penularan Covid-19

Doni Monardo: Jelang dan Akhir Lebaran Saat-saat Kritis Penularan Covid-19

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 22:59 WIB

Kelas Olahraga Tari Intensitas Tinggi Berisiko Menularkan Covid-19

Kelas Olahraga Tari Intensitas Tinggi Berisiko Menularkan Covid-19

Health | Rabu, 20 Mei 2020 | 12:24 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×