6 Masalah Kulit yang Timbul Akibat Pemakaian Masker dan Cara Mengatasinya

Vania Rossa | Suara.com

Jum'at, 05 Juni 2020 | 17:15 WIB
6 Masalah Kulit yang Timbul Akibat Pemakaian Masker dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi memakai masker. (Pexels)

Suara.com - Penggunaan masker sepanjang hari dapat meningkatkan kelembapan, menimbulkan gesekan, dan menghasilkan panas yang dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama pada orang dengan kondisi kulit sensitif.

Menurut Blair Murphy-Rose, seorang dokter kulit bersertifikat, seperti yang dilansir dari HuffPost, masker kain dapat menampung bakteri dan jamur, dan harus secara rutin dicuci dengan mesin cuci ataupun dengan tangan, menggunakan air panas dan sabun.

Dokter kulit bersertifikat, Nava Greenfield, juga menyarankan menyetrika masker Anda untuk perlindungan ekstra terhadap kuman.

Selain menerapkan kebersihan masker yang baik, hindari mengenakan riasan di bawah masker wajah untuk mencegah penyumbatan pori-pori lebih lanjut. Namun, tetap gunakan tabir surya, karena sinar UVA, UVB, dan cahaya biru dapat menembus masker.

Di bawah ini adalah 6 masalah kulit yang bisa timbul akibat penggunaan masker dan solusi perawatannya dari dokter kulit.

1. Jerawat

Salah satu iritasi kulit paling umum akibat penggunaan masker adalah jerawat, atau kini dikenal dengan istilah 'maskne'. Jerawat terjadi ketika tekanan dari masker memerangkap minyak dan sel kulit di pori-pori, demikian dikatakan Murphy-Rose.

Perawatan:

Tak perlu buru-buru melakukan perawatan kulit, karena bisa jadi malah akan membuat membuat kulit wajah Anda jadi kering dan memperburuk kondisi jerawat.

Saran Brendan Camp, dokter kulit bersertifikat, lakukan perawatan dengan produk yang mengandung asam salisilat, benzoil peroksida, dan belerang.

Greenfield merekomendasikan untuk membersihkan wajah dengan sabun wajah antijerawat sebelum mengenakan masker dan setelah Anda melepas masker.

Camp menyarankan Anda memakai toner bebas alkohol yang mengandung asam salisilat untuk membantu pengelupasan kimia. Lewati segala jenis pengelupasan mekanis (seperti scrub) karena dapat merusak kulit, terutama jika Anda memiliki jerawat aktif, karena bisa menyebarkan infeksi.
Pastikan semua produk yang Anda kenakan di wajah, seperti losion dan tabir surya, bersifat nonkomedogenik.

2. Kulit kering

Masker memang dapat mencegah penyebaran virus, tetapi dapat membuat kulit wajah jadi kering. Tandanya, kulit jadi merah, sensitif, dan kasar. "Kulit kering dapat terjadi jika masker terbuat dari bahan yang menyerap minyak alami kulit," kata Camp.

Perawatan:

Kembalikan keseimbangan kulit dengan krim yang mampu menjaga kelembapan kulit, seperti Vanicream, Vaniply Ointment, atau ceramide topikal.

3. Folikulitis

Tekanan tambahan pada pori-pori dapat menyebabkan folikulitis, suatu kondisi yang terjadi ketika folikel rambut menjadi meradang dan terinfeksi.

"Alat pelindung diri dapat menyebabkan lingkungan yang sempurna untuk pertumbuhan bakteri dan jamur pada kulit, dan dapat menyebabkan folikulitis bakteri atau jamur," kata Greenfield.

Tandanya, muncul benjolan kecil berwarna merah atau berisi nanah di sekitar folikel rambut.

Perawatan:

Robinson menggarisbawahi pentingnya membersihkan wajah Anda sebelum dan sesudah memakai masker. Greenfield juga menyarankan agar kaum lelaki meninggalkan sedikit kumis atau jenggot ketika bercukur untuk mencegah rambut yang tumbuh ke dalam.

Dan jangan coba-coba untuk memencet benjolan folikulitis, karena Anda mungkin mendorong infeksi lebih dalam ke pori-pori. Sebagai gantinya, basuh dengan waslap hangat.

4. Dermatitis

Beberapa jenis ruam kulit dapat muncul akibat penggunaan masker wajah. “Dermatitis kontak alergi muncul dengan gejala ruam gatal, merah, bersisik, dan seringkali terbatas pada area kontak,” kata Camp.

Salah satu penyebab dermatitis kontak alergi salah satunya adalah potongan logam di bagian atas hidung pada masker wajah yang berguna agar bentuk masker sesuai dengan kontur wajah Anda.

"Nikel adalah salah satu penyebab paling umum dari dermatitis kontak alergi dan dapat menyebabkan dermatitis kontak alergi pada individu yang rentan," kata Camp.

Jenis lain adalah dermatitis iritan yang disebabkan oleh gesekan dan menyebabkan bercak merah yang terlihat berkilau. Tanda infeksi ini menyakitkan, bengkak, atau gatal.

Dermatitis perioral, atau peradangan di sekitar mulut, adalah masalah lain. Ruam ini mungkin terlihat seperti jerawat, muncul sebagai benjolan berisi nanah.

Perawatan:

Semakin sensitif kulit Anda, semakin besar kemungkinan Anda akan mengalami dermatitis.

"Karena kondisi dipicu oleh penggunaan masker, maka cobalah lepaskan masker Anda sesering mungkin saat kondisi aman dan memungkinkan," kata Murphy-Rose.
Anda juga bisa menggunakan sabun wajah yang lembut atau tanpa pewangi yang dapat membantu menghindari iritasi. Tergantung pada tingkat keparahannya, berkonsultasilah dengan dokter kulit untuk mendapatkan resep salep.

5. Memar

Mereka yang berada di garis terdepan instansi kesehatan, seperti dokter dan perawat, akan mengenakan masker tanpa istirahat selama berjam-jam, dan sangat mungkin mengalami memar di wajah akibat dinding pembuluh darah kecil rusak, demikian dijelaskan Murphy-Rose.

Perawatan:

"Memar baru dapat diobati dengan kompres dingin untuk membatasi penyebarannya," kata Camp.

Setelah memar tidak tumbuh lagi, kompres hangat dapat digunakan untuk menghilangkan memar. Makan nanas, yang kaya akan enzim antiinflamasi yang disebut bromelain, juga dapat mengurangi pembengkakan.

6. Impetigo

Impetigo merupakan infeksi bakteri pada kulit yang timbul dengan gejala berupa kerak berwarna keemasan, dan paling sering disebabkan oleh bakteri Staphylococcus dan Streptococcus.

Perawatan:

Salep antibakteri dapat diberikan untuk membuka luka terlebih dahulu; kadang-kadang antibiotik oral diperlukan.

Sesuaikan juga rutinitas perawatan kulit Anda, dengan produk-produk yang dapat membantu menghindari iritasi akibat penggunaan masker wajah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakai Masker Bisa Bikin Sesak Napas. Keracunan Karbon Dioksida?

Pakai Masker Bisa Bikin Sesak Napas. Keracunan Karbon Dioksida?

Health | Jum'at, 22 Mei 2020 | 13:54 WIB

Selalu Pakai Masker, Partikel Covid-19 Tetap Bisa Menyebar di Dalam Ruang

Selalu Pakai Masker, Partikel Covid-19 Tetap Bisa Menyebar di Dalam Ruang

Health | Senin, 18 Mei 2020 | 10:57 WIB

Kenali Empat Masalah Kulit yang Menandakan Kondisi Kesehatan Tubuh

Kenali Empat Masalah Kulit yang Menandakan Kondisi Kesehatan Tubuh

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 10:40 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB