Pakai Masker Bisa Bikin Sesak Napas. Keracunan Karbon Dioksida?

Vania Rossa, Frieda Isyana Putri

Jum'at, 22 Mei 2020 | 13:54 WIB
Pakai Masker Bisa Bikin Sesak Napas. Keracunan Karbon Dioksida?
Ilustrasi memakai masker. (Pexels)

Suara.com - Pakai Masker Bisa Bikin Keracunan Karbon Dioksida? Ini Faktanya

Menggunakan masker kini menjadi hal yang wajib dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Akan tetapi, beberapa orang menyebut memakai masker bisa membuat kita kekurangan asupan oksigen, atau memaksa mereka bernapas menggunakan karbon dioksida yang dilepaskan oleh tubuh mereka sendiri.

Sehingga, hal tersebut menyebabkan mereka merasa lemas, pusing, atau 'tercekik'. Banyak juga yang khawatir akan bahayanya dan bagaimana kekurangan oksigen dan kelebihan karbon dioksidan bisa berdampak pada kesehatan mereka.

Dilansir Health.com, karbon dioksida adalah zat alami yang dikeluarkan dari proses pernapasan tubuh. Seberapa bahayanya karbon dioksida bagi tubuh?

Dalam kasus yang langka, hal tersebut bisa menjadi berbahaya, menurut National Institute of Health. Mereka menyebutkan bahwa menghirup kadar karbon dioksida (CO2) yang tinggi dapat membahayakan nyawa.

Hiperkapnia atau keracunan karbon dioksida bisa terjadi, menyebabkan pusing, vertigo, pandangan berbayang, sulit konsentrasi, tinnitus (denging di telinga), kejang, dan sesak napas karena kekurangan udara.

Yang perlu digarisbawahi adalah semua hal tersebut terjadi apabila karbon dioksida berada pada kadar tinggi.

"Karbon dioksida ada di atmosfer pada kadar sekitar 0,04 persen. Akan jadi berbahaya apabila kandungan berada lebih dari 10 persen," kata Bill Carroll, PhD, profesor kimia di Indiana University.

baca juga

Tidak semua masker diproduksi sama, dan bagaimana masker bisa mempengaruhi kadar karbon dioksida bergantung pada bahannya dan seberapa ketat saat dipakai.

Menurut Carroll, tidak mungkin kita akan pingsan karena kekurangan oksigen akibat menggunakan masker kain yang tidak menempel ketat pada wajah.

"Saat kamu bernapas, udara dapat berada di dalam masker dan juga melewati pori-pori dari bahannya. Ini sebabnya masker kain tidak dapat melindungimu dari menghirup virus tersebut, namun hanya mencegah napas Anda agar melindungi orang lain," jelasnya.

Sehingga, pakailah masker kain Anda hingga menutupi hidung dan mulut, namun tidak begitu ketat hingga Anda kesulitan bernapas. Apabila Anda merasa sesak napas, kemungkinan ada penyebab lain seperti serangan panik, yang dapat memicu sesak napas mendadak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sesak Napas Saat Pakai Masker? Begini Cara Mengatasinya

Sesak Napas Saat Pakai Masker? Begini Cara Mengatasinya

Health | Rabu, 20 Mei 2020 | 08:05 WIB

Selalu Pakai Masker, Partikel Covid-19 Tetap Bisa Menyebar di Dalam Ruang

Selalu Pakai Masker, Partikel Covid-19 Tetap Bisa Menyebar di Dalam Ruang

Health | Senin, 18 Mei 2020 | 10:57 WIB

Kenali Gejala Serius Virus Corona Covid-19, Cek Mulut dan Kemampuan Bicara!

Kenali Gejala Serius Virus Corona Covid-19, Cek Mulut dan Kemampuan Bicara!

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 15:46 WIB

Terkini

Pembebasan Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali ke Lapas Malang, 6 Pegawai Diperiksa

Pembebasan Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali ke Lapas Malang, 6 Pegawai Diperiksa

Jatim | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Dari Cedera hingga Recovery, Layanan Fisioterapi di Jakarta Utara Dukung Aktivitas Olahraga

Dari Cedera hingga Recovery, Layanan Fisioterapi di Jakarta Utara Dukung Aktivitas Olahraga

Sport | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Kursi DPR Mau Ditambah 11, RUU Pemilu Godok Minimal 4 Kursi per Dapil

Kursi DPR Mau Ditambah 11, RUU Pemilu Godok Minimal 4 Kursi per Dapil

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Ikano Unpad Desak Reformasi Hukum Notaris Hadapi Ancaman AI dan Cyber Notary

Ikano Unpad Desak Reformasi Hukum Notaris Hadapi Ancaman AI dan Cyber Notary

Jabar | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Pergeseran Warga Rempang Berlanjut, BP Batam Klaim Kompensasi Manusiawi

Pergeseran Warga Rempang Berlanjut, BP Batam Klaim Kompensasi Manusiawi

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Berawal dari 5,76 Gram Sabu, Polisi Bongkar Simpanan 81,86 Gram di Kos Kendal

Berawal dari 5,76 Gram Sabu, Polisi Bongkar Simpanan 81,86 Gram di Kos Kendal

Jawa Tengah | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahap Permukiman Padat di Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Lahap Permukiman Padat di Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Jakarta | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bergulir di PTUN, Prosedur Evaluasi BKN Jadi Sorotan

Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bergulir di PTUN, Prosedur Evaluasi BKN Jadi Sorotan

Banten | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:41 WIB

Temuan MK soal Ijazah Gibran, Feri Amsari: Bisa Jadi Jalan Pemakzulan

Temuan MK soal Ijazah Gibran, Feri Amsari: Bisa Jadi Jalan Pemakzulan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:41 WIB

Sektor Akomodasi dan Mamin Tumbuh 13,14 Persen, Industri MICE Jadi Motor Ekonomi

Sektor Akomodasi dan Mamin Tumbuh 13,14 Persen, Industri MICE Jadi Motor Ekonomi

Jakarta | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:36 WIB

×