Kapan Waktu yang Tepat Ajarkan Anak Bahasa Asing?

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Selasa, 09 Juni 2020 | 14:19 WIB
Kapan Waktu yang Tepat Ajarkan Anak Bahasa Asing?
Ilustrasi anak autis belajar bahasa asing. (Shutterstock)

Suara.com - Anak-anak usia dini tak jarang telah diajarkan bahasa asing oleh orangtuanya. Entah karena memiliki orangtua yang berbeda bangsa atau kesengajaan mengajarkan anak lebih dari satu bahasa atau bilingual.

Tetapi sebelum mengajarkan bahasa, orangtua harus memperhatikan kemampuan berbicara pada anak. Anak-anak secara umum baru bisa bicara secara jelas dan menyebutkan beberapa kata pada usia dua tahun.

Dokter spesialis anak prof. DR. Dr. Rini Sekartoni, SpA (K) mengatakan, sebelum usia dua tahun anak sebaiknya cukup diajarkan satu bahasa yang kemudian menjadi bahasa ibu.

"Secara teori sebenarnya mengajarkan bilingual bisa dilakukan setelah usia dua tahun dengan catatan dia sudah memiliki kemampuan salah satu bahasa ibu. Jadi dari lahir memang hanya stimulasi satu bahasa. Setelah dua tahun baru boleh lebih dari satu bahasa," kata Rini dalam Webinar perayaan IDAI yang ditayangkan di kanal YouTube Primaku Channel, Senin (8/6/2020).

Menurut Rini, tidak semua anak mampu distimulasi dengan lebih dari satu bahasa sebelum usia dua tahun.

Kemampuan bicara anak. (Shutterstock)
Kemampuan bicara anak. (Shutterstock)

Jika, orangtua berbeda bangsa atau menggunakan lebih dari satu bahasa, maka harus memantau proses stimulasi anak sejak awal.

Caranya, kata Rini, sejak anak usia tiga bulan, orangtua bisa mengetes dengan cara melihat respon anak.

"Jangan pantaunya setelah usia dua tahun, ya sudah terlambat. Nanti tiga bulan dicek anaknya ngerti gak kalau orangtua bicara bahasa indonesia ngerti gak. Responnya kan belum bersuara, baru menoleh," jelasnya.

Menurut Rini, bahasa ibu tidak harus selalu bahasa indonesia. Jika anak terlanjur diajarkan dua bahasa sebelum usia dua tahun atau harus tinggal di luar negeri.

baca juga

"Kalau hanya merespon dalam bahasa inggris ya berarti harus pakai bahasa inggris. Jadi harus dinilai satu per satu. Kalau dia tinggal di luar begeri harus dipilih bahasa ibu yang mana," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orangtua Wajib Tahu, Tahapan Perkembangan Kemampuan Bicara Anak Sesuai Usia

Orangtua Wajib Tahu, Tahapan Perkembangan Kemampuan Bicara Anak Sesuai Usia

Health | Selasa, 09 Juni 2020 | 13:47 WIB

Soal Polemik Injil Bahasa Minang, Gubernur Irwan Bandingkan Dengan Nyepi

Soal Polemik Injil Bahasa Minang, Gubernur Irwan Bandingkan Dengan Nyepi

News | Minggu, 07 Juni 2020 | 22:26 WIB

Plt Dirjen Bimas Katolik Sebut Tidak Masalah Ada Injil Berbahasa Daerah

Plt Dirjen Bimas Katolik Sebut Tidak Masalah Ada Injil Berbahasa Daerah

News | Jum'at, 05 Juni 2020 | 22:34 WIB

Terkini

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:07 WIB

PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya

PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:06 WIB

1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa

1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa

Jogja | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:51 WIB

3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia

3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram

Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:42 WIB

Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026

Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:39 WIB

Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura

Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:35 WIB

UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS

UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:28 WIB

×