Orangtua Wajib Tahu, Tahapan Perkembangan Kemampuan Bicara Anak Sesuai Usia

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 09 Juni 2020 | 13:47 WIB
Orangtua Wajib Tahu, Tahapan Perkembangan Kemampuan Bicara Anak Sesuai Usia
Kemampuan bicara anak. (Shutterstock)

Suara.com - Orangtua Wajib Tahu, Tahapan Perkembangan Kemampuan Bicara Anak Sesuai Usia

Kemampuan bicara tahapan tumbuh kembang anak yang perlu dilatih secara bertahap. Orangtua harus mengetahui batasan usia anak bisa bicara atau mendengar dan merespon suara sesuai kemampuannya.

Hal itu agar orangtua bisa mengetahui apakah anaknya mengalami keterlambatan bicara atau tidak.

Dokter spesialis anak prof. DR. Dr. Rini Sekartoni, SpA (K) menjelaskan bahwa kemampuan bicara dibagi menjadi dua yaitu reseptif dan ekspresif.

Reseptif merupakan kemampuan anak mendengar dan merespon suara atau ucapan orang lain. Sedangkan ekspresif, kemampuan anak dalam berbicara secara lisan.

Rini menjelaskan bahwa ketika bayi usia 0-2 bulan kemampuan ekspresifnya hanya menangis. Sedangkan reseptifnya mampu mengikuti sumber suara yang timbul.

"Perlu diperhatikan dia menoleh ke sumber suara atau tidak. Jadi ibu-ibu harus perhatikan kalau ada sumber suara wajahnya ada respon tidak. Itu untuk mengecek fungsi mata dan telinga," kata Rini dalam Webinar perayaan IDAI yang ditayangkan di kanal YouTube Primaku Channel, Senin (8/6/2020).

Usia 2-4 bulan, kemampuan ekspresif bayi mulai bertambah dengan bisa mengucapkan konsonan o dan a, kata Prof Rini. Menuritnya, tidak ada bayi yang bisa menyebut konsonan i dan e saat usia tersebut.

Saat usia enam bulan, bayi sudah harus mulai bisa mengucapkan suku kata seperti ma-ma-ma dan pa-pa-pa. Tahap itu biasa disebut dengan babbling.

"Gak ada yang bilang mi-mi-mi. Makanya orangtua yang dipanggil umi atau ibu itu susah karena bayi belum bisa menyebut i diusia awal. Dia belajarnya o dan a," kata Rini.

Kemampuan bicara anak. (Shutterstock)
Kemampuan bicara anak. (Shutterstock)

Ia menambahkan, selain mengucapkan suku kata, saat usia 9 bulan bayi sudah bisa menggerakan tangannya untuk menunjuk. Selain itu, bayi juga sudah mengerti kata umum seperti dah atau bye.

"Usia 12 bulan sudah bisa mengerti perintah verbal. Nanti 15 bulan bisa menunjuk anggota tubuh tapi harus diajarkan. Mengajarkannya pakai lagu bisa, tidak harus pakai lagu boleh," ucapnya.

Rini menyarankan, agar orangtua mengajarkan tentang anggota tubuh kepada anak di depan cermin. Orangtua menunjuk anggota tubuh dan anak diarahkan tangannya ke anggota tubuhnya sendiri.

Salah satu yang perlu diperhatikan adalah saat bayi usia 18 bulan. Ia harus mampu mengerti kalimat dan mengerti instruksi sederhana, bisa mengeluarkan kata secara cepat sekitar 6 sampai 10 kata yang benar dan tepat.

"Di atas dua tahun dapat mengikuti perintah dan perkatannya 50 persen sudah bisa dimengerti dan bisa membuat kalimat. Seterusnya akan tambah komplek kemampuan bicaranya," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Dokter Reisa Broto Asmoro, yang Bergabung Jadi Jubir Covid-19

Profil Dokter Reisa Broto Asmoro, yang Bergabung Jadi Jubir Covid-19

News | Selasa, 09 Juni 2020 | 11:30 WIB

Jadi Juru Bicara Covid-19, Intip Kembali Gaya Liburan Reisa Broto Asmoro

Jadi Juru Bicara Covid-19, Intip Kembali Gaya Liburan Reisa Broto Asmoro

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2020 | 07:55 WIB

Maksimalkan Tumbuh Kembang, Stimulus Wajib Diberikan Pada Anak di Usia Emas

Maksimalkan Tumbuh Kembang, Stimulus Wajib Diberikan Pada Anak di Usia Emas

Health | Senin, 08 Juni 2020 | 20:21 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB