Pakai Metode Pengeditan Gen, Penderita Penyakit Bawaan Dapat Disembuhkan

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Minggu, 14 Juni 2020 | 15:05 WIB
Pakai Metode Pengeditan Gen, Penderita Penyakit Bawaan Dapat Disembuhkan
Ilustrasi tes genetika, DNA. (Shutterstock)

Suara.com - Dua penderita beta thalassemia dan satu penderita penyakit anemia sel sabit tidak lagi membutuhkan transfusi darah yang biasa digunakan untuk mengobati bentuk parah dari penyakit bawaan turunan ini. Hal itu karena sel punca sumsum tulang mereka telah disunting gen dengan CRISPR.

CRISPR adalah teknologi yang dapat digunakan untuk mengedit gen. Ini adalah cara untuk menemukan sedikit DNA di dalam sel.

Hasil uji coba yang sedang berlangsung, yaitu menggunakan CRISPR untuk mengobati kelainan genetik yang diturunkan, diumumkan pada Jumat (12/6/2020) kemarin melalui pertemuan virtual European Hematology Association (EHA) atau Asosiasi Hematologi Eropa.

"Hasil awal menunjukkan, pada dasarnya, penyembuhan fungsional untuk pasien dengan beta thalassemia dan penyakit anemia sel sabit," kata anggota tim Haydar Frangoul di Sarah Cannon Research Institute di Nashville, Tennessee, dikutip New Scientist.

Beta thalassemia dan anemia sel sabit adalah penyakit disebabkan oleh mutasi yang memengaruhi hemoglobin, protein yang membawa oksigen dalam sel darah merah. Penderita yang memiliki bentuk parah memerlukan transfusi darah secara teratur.

Namun, beberapa orang dengan mutasi penyebab penyakit ini tidak pernah menunjukkan gejala apa pun, karena mereka terus memproduksi hemoglobin F (fetal hemoglobin) di masa dewasa. Biasanya, hemoglobin F berhenti diproduksi setelah lahir.

Ilustrasi rekayasa genetika. [Shutterstock]
Ilustrasi rekayasa genetika. [Shutterstock]

Penemuan ini telah mengilhami pengembangan perawatan berdasarkan peningkatan hemoglobin F. Dalam uji coba ini, dijalankan oleh perusahaan yang bekerja sama dengan CRISPR Therapeutics dan Vertexs, sel-sel induk sumsum tulang dikeluarkan dari manusia dan gen yang mematikan produksi hemoglobin F dinonaktifkan dengan CRISPR.

Sel-sel sumsum tulang yang tersisa dibunuh dengan perawatan kemoterapi, kemudian digantikan oleh sel-sel yang diedit.

Ini dilakukan untuk memastikan sel-sel darah baru diproduksi oleh sel-sel induk yang diedit, tetapi kemoterapi dapat memiliki efek samping yang serius, termasuk infertilitas.

baca juga

Dua pasien beta thalassemia tidak lagi membutuhkan transfusi darah sejak dirawat 15 dan 5 bulan lalu. Juga pasien dengan penyakit anemia sel sabit , 9 bulan setelah perawatan.

Hasilnya sangat bagus, kata Marina Cavazzana di Rumah Sakit Necker-Enfants Malades di Paris, Prancis, yang timnya telah merawat seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun dengan penyakit anemia sel sabit menggunakan pendekatan berbeda.

Sementara tiga pasien memang menderita beberapa efek buruk karena kemoterapi, penyuntingan gen CRISPR tampaknya aman. Namun, pasien mungkin perlu dimonitor selama sisa hidup mereka untuk memastikan tidak ada efek samping, kata Cavazzana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Talasemia Sedunia: Kelainan Darah Turunan yang Belum Ada Obatnya

Hari Talasemia Sedunia: Kelainan Darah Turunan yang Belum Ada Obatnya

Health | Jum'at, 08 Mei 2020 | 16:15 WIB

Persediaan Terbatas Selama Wabah, PMI Bantul Tak Kirim Stok ke Bank Darah

Persediaan Terbatas Selama Wabah, PMI Bantul Tak Kirim Stok ke Bank Darah

Jogja | Minggu, 19 April 2020 | 14:44 WIB

Donor Darah Menurun Karena Virus Corona, Ini Kata Palang Merah

Donor Darah Menurun Karena Virus Corona, Ini Kata Palang Merah

News | Selasa, 10 Maret 2020 | 07:25 WIB

Terkini

Dugaan Perundungan Mahasiswa Baru Telkom University, Polisi Tunggu Laporan Korban

Dugaan Perundungan Mahasiswa Baru Telkom University, Polisi Tunggu Laporan Korban

Jabar | Minggu, 11 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Koleksi Buku Internasional Kini Lebih Mudah Diakses Pencinta Literasi di Indonesia

Koleksi Buku Internasional Kini Lebih Mudah Diakses Pencinta Literasi di Indonesia

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Jangan Asal Semprot! Ini 6 Titik Rahasia agar Parfum Wangi Seharian

Jangan Asal Semprot! Ini 6 Titik Rahasia agar Parfum Wangi Seharian

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Ulasan Film Empat Musim Pertiwi: Karya Kamila Andini yang Sangat Menyentuh

Ulasan Film Empat Musim Pertiwi: Karya Kamila Andini yang Sangat Menyentuh

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Kepala di Semarang, Polisi Selidiki Dugaan Tawuran

Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Kepala di Semarang, Polisi Selidiki Dugaan Tawuran

Jawa Tengah | Minggu, 11 Oktober 2026 | 19:22 WIB

Jaga Keandalan Listrik MotoGP Mandalika, Direktur Pembangkitan PLN Memantau Lewat Control Room

Jaga Keandalan Listrik MotoGP Mandalika, Direktur Pembangkitan PLN Memantau Lewat Control Room

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Body Scrub Dulu atau Body Mask? Ini Urutan yang Benar

Body Scrub Dulu atau Body Mask? Ini Urutan yang Benar

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Perkuat Mandalika sebagai Destinasi Sport Tourism Dunia

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Perkuat Mandalika sebagai Destinasi Sport Tourism Dunia

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Dua Orang Tewas Tertemper KA Parahyangan di Karawang, Perlintasan Liar Ditutup

Dua Orang Tewas Tertemper KA Parahyangan di Karawang, Perlintasan Liar Ditutup

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:59 WIB

Persis Solo Mandul di Manahan, De Red FC Pulang Bawa Satu Poin

Persis Solo Mandul di Manahan, De Red FC Pulang Bawa Satu Poin

Surakarta | Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:56 WIB

×