5 Jenis Makanan Ini Bisa Sebabkan Sembelit, Apa Saja?

Risna Halidi | Frieda Isyana Putri | Suara.com

Rabu, 17 Juni 2020 | 11:00 WIB
5 Jenis Makanan Ini Bisa Sebabkan Sembelit, Apa Saja?

Suara.com - Sembelit merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami. Ternyata, beberapa jenis makanan bisa menjadi penyebab sembelit, terutama makanan yang minim serat.

Dikutip dari LiveStrong, berikut adalah 5 jenis makanan yang bisa menjadi penyebab sembelit yang Anda alami. Apa saja?

1. Produk susu

Produk susu seperti keju atau susu perlu dihindari agar tak menimbulkan sembelit. Casein, protein yang ditemukan dalam produk susu, rupanya sulit dicerna oleh beberapa orang.

Sehingga menyebabkan gangguan pencernaan seperti sembelit. Inilah sebabnya kita sering mengalami kembung atau kentut setelah mengonsumsi produk susu.

2. Makanan olahan atau beku

Makanan olahan atau beku yang instan mungkin menjadi pilihan yang cepat, namun ternyata tak baik untuk pencernaan. Sebab makanan-makanan ini umumnya tinggi lemak, garam dan gula serta rendah protein.

Garam yang berlebih akan mengumpulkan kelembapan dari sel dan mengurangi jumlah cairan dalam usus yang digunakan untuk memperlancar pergerakan makanan.

3. Gorengan

Ilustrasi gorengan dengan minyak yang dipakai berulang-ulang bikin batuk saat mengonsumsinya. (Shutterstock)
Ilustrasi gorengan dengan minyak yang dipakai berulang-ulang bikin batuk saat mengonsumsinya. (Shutterstock)

Gorengan atau makanan yang digoreng seperti kentang atau ayam goreng rupanya bisa menyebabkan sembelit. Jenis makanan seperti ini cenderung rendah serat dan tinggi lemak serta garam.

Berarti, makanan tersebut akan sulit dan lama dicerna oleh tubuh. Apalagi, jenis makanan ini dapat membuat feses kita mengeras, yang akan menyakitkan saat kita berhasil lepas dari sembelit.

4. Tepung-tepungan

Jenis Tepung Terigu. (Unsplash)
 Tepung Terigu. (Unsplash)

Tepung dalam roti putih, kraker, pasta, dan nasi putih bisa meningkatkan risiko mengalami sembelit. Hal ini disebabkan mereka mengandung sedikit serat dan banyak gluten.

Ada beberapa orang yang sensitif terhadap gluten, sehingga mengalami efek samping sembelit. Biasanya hal ini lumrah terjadi pada anak-anak.

5. Lemak jenuh

Ilustrasi makanan yang mengandung lemak jenuh (Shutterstock).
Ilustrasi makanan yang mengandung lemak jenuh (Shutterstock).

Terlalu banyak mengonsumsi lemak jenuh bisa menganggu sistem pencernaan kita, salah satunya menyebabkan sembelit. Beberapa makanan memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi, seperti makanan cepat saji.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar 5 Makanan Kaya Serat yang Baik untuk Kesehatan Jantung

Daftar 5 Makanan Kaya Serat yang Baik untuk Kesehatan Jantung

Health | Minggu, 14 Juni 2020 | 13:40 WIB

Anak Kurang Serat, Waspada 3 Masalah Kesehatan Berikut

Anak Kurang Serat, Waspada 3 Masalah Kesehatan Berikut

Health | Jum'at, 05 Juni 2020 | 08:11 WIB

Tiga Cara Mengobati Sembelit Saat Di Rumah Aja, Nggak Perlu Ke Dokter!

Tiga Cara Mengobati Sembelit Saat Di Rumah Aja, Nggak Perlu Ke Dokter!

Health | Selasa, 21 April 2020 | 17:40 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB