Melarikan Diri dari Wabah Corona, Wanita Ini Berjalan Ratusan Kilometer

Angga Roni Priambodo, Rosiana Chozanah

Rabu, 17 Juni 2020 | 18:29 WIB
Melarikan Diri dari Wabah Corona, Wanita Ini Berjalan Ratusan Kilometer
Ilustrasi berjalan kaki (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi virus corona yang menghantam seluruh negara di dunia telah memengaruhi semua aspek kehidupan, mulai dari ekonomi hingga pendidikan. Hal ini membuat beberapa orang putus asa.

Termasuk bagi Maria Tambo (40). Ia dan putri-putrinya datang ke Lima, Peru, dari desa terpencil di hutan hujan Amazon untuk mencari pekerjaan dan menyekolahkan putri tertuanya.

Tetapi ketika pandemi Covid-19 menyerang Peru, aktivitas negara itu terhenti. Lebih dari 70% orang bekerja di ekonomi informal, dan ketika pemerintah mulai memberlakukan lockdown ketat, Tambo menyaksikan kesempatan kerja menghilang.

Setelah hampir dua bulan karantina, mereka tidak punya uang lagi untuk membayar kamar sewaan atau makanan. Tambo memutuskan untuk kembali ke desa mereka di wilayah Ucayali, 350 mil (sekitar 563 km) jauhnya.

Karena seluruh transportasi umum tidak beroperasi, satu-satunya yang bisa mereka lakukan adalah berjalan kaki.

Tambo dan ketiga putrinya (YouTube/CNN)
Tambo dan ketiga putrinya (YouTube/CNN)

"Saya tahu bahaya yang saya hadapkan kepada anak-anak, tetapi saya tidak punya pilihan. Aku (dalam kondisi) akan mati untuk keluar dari sini atau mati kelaparan di kamar," sambungnya, dikutip dari CNN Internasional.

Tambo dan ketiga putrinya meninggalkan Lima pada awal Mei. Ia mengenakan masker dan menggendong bayinya, Melec, di punggungnya dengan ransel besar.

Amele (17), anak pertama, dan Yacira (7), anak kedua, berjalan dengan susah payah di kedua sisinya, membawa tas ransel mereka sendiri.

Keluarga mereka tidak sendirian. Ribuan warga Peru lainnya berada di jalan, putus asa untuk melarikan diri dari pandemi dan hilangnya pendapatan.

Perjalanan Tambo dan ketiga anaknya tidak mudah. Ia harus melewati jalan raya berdebu, jalan pedesaan yang gelap, hingga mencapai hutan hujan Amazon yang berbahaya. Panas terik ia lewati demi mencapai kampung halamannya lagi.

baca juga
Tambo dan ketiga putrinya serta pejalan kaki lain (YouTube/CNN)
Tambo dan ketiga putrinya serta pejalan kaki lain (YouTube/CNN)

Jelas, ini menguras tenaga dan emosi Tambo. Bahkan, ia sempat menggumamkan lagu untuk Melec, sambil menangis.

"Tidak ada jalan, kau membuat jalanmu sendiri (dengan) berjalan," gumamnya.

Ada juga saat-saat mereka dapat menumpang truk di jalan. Atau diberi makanan oleh orang yang lalu lalang. Tapi sebagian besar waktu, mereka berjalan.

Pada hari ketiga, saat ia mendapat tumpangan ke kota berikutnya, Tambo bercerita kepada sang supir.

"Tangan putriku berubah ungu. Kupikir dia tidak akan selamat," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Adi Pilih 'Jalur Tikus' Kembali ke Kampung Halaman di Tengah Pandemi

Kisah Adi Pilih 'Jalur Tikus' Kembali ke Kampung Halaman di Tengah Pandemi

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 08:10 WIB

Kisah Yuni, Pekerja Domestik yang Dirumahkan Terimbas Pandemi Corona

Kisah Yuni, Pekerja Domestik yang Dirumahkan Terimbas Pandemi Corona

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 04:30 WIB

Kisah Diaspora Muslim Pakistan Jalani Ibadah Ramadan di Masa Pandemi Corona

Kisah Diaspora Muslim Pakistan Jalani Ibadah Ramadan di Masa Pandemi Corona

Video | Kamis, 14 Mei 2020 | 13:26 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×