Hits: Reaksi Tubuh Saat Makan Mi dan Fungsi Lain Sunat Bagi Lelaki Dewasa

Risna Halidi

Kamis, 18 Juni 2020 | 20:33 WIB
Hits: Reaksi Tubuh Saat Makan Mi dan Fungsi Lain Sunat Bagi Lelaki Dewasa

Suara.com - Mi instan identik sebagai makanan yang bisa memicu masalah kesehatan terutama bila sering atau berlebihan dikonsumsi. Nah, ada sebuah video yang menunjukkan cari tubuh bekerja ketika mengolah makanan mi. Apa sih yang terjadi?

Sunat identik dilakukan pada anak lelaki dengan alasan anjuran agama serta kesehatan. Namun menurut Dokter spesialis bedah umum dr. Andika August Winata, Sp.B,lelaki dewasa memiliki alasan lain sunat yaitu estetika! Lho, bagaimana penjelasannya?

Berita mengenai cara reaksi tubuh saat makan mi serta alasan lain lelaki dewasa melakukan sunat masuk dalam daftar berita kesehatan paling hits di Suara.com edisi Kamis (18/6/2020).

1. Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Makan Mi Instan, Tonton Videonya

Ilustrasi makan mie instan. (Shutterstock)
Ilustrasi makan mie instan. (Shutterstock)

Anda terutama yang gemar makan mi instan, harus melihat video yang menunjukkan apa yang terjadi dalam tubuh saat organ pencernaan bekerja keras untuk mencerna makanan tersebut.

Pengetahuan ini sangat penting, karena bisa mempengaruhi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Baca selengkapnya

2. Fungsi Sunat Dewasa Bergeser Jadi Estetika, Kepala Penis Bisa Dibentuk

Ilustrasi sunat dewasa, kepala penis bisa dibentuk. (Shutterstock).
Ilustrasi sunat dewasa, kepala penis bisa dibentuk. (Shutterstock).

Sunat yang identik dilakukan saat kanak-kanak ternyata tidak mengenal batas usia, karena bisa dilakukan oleh bayi sejak usia 72 jam setelah kelahiran hingga lansia. Dan sunat dewasa, kini tak sekadar soal kesehatan, tapi sudah bergeser ke arah estetika.

baca juga

Dokter spesialis bedan umum dr. Andika August Winata, Sp.B mengatakan bahwa tak jarang orang dewasa menginginkan jahitan sunat di kepala penisnya dibentuk, entah bunga dan sebagainya, agar menarik.

Baca selengkapnya

3. Studi: Infeksi Virus Corona Menyebar dalam 5 Hingga 50 Menit di Ruangan!

Ilustrasi batuk (Shutterstock)
Ilustrasi batuk (Shutterstock)

Virus corona dapat menular dari orang ke orang melalui tetesan pernapasan yang keluar di udara, baik saat batuk maupun bersin. Seseorang dapat terinfeksi jika menghirup partikel mengandung virus atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi kemudian menyentuh wajah.

Itulah sebabnya protokol pencegahan begitu ditekankan, seperti menjaga jarak fisik hingga rajin mencuci tangan.

Baca selengkapnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inflasi Rendah, Klimaks Lesunya Daya Beli saat Pandemi

Inflasi Rendah, Klimaks Lesunya Daya Beli saat Pandemi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2020 | 20:24 WIB

Gegara Covid-19, Pasha Ungu Tinggalkan Istri dan Anak

Gegara Covid-19, Pasha Ungu Tinggalkan Istri dan Anak

Video | Kamis, 18 Juni 2020 | 20:04 WIB

Kepala Suku Kondang di Amazon Meninggal Dunia karena Virus Corona

Kepala Suku Kondang di Amazon Meninggal Dunia karena Virus Corona

News | Kamis, 18 Juni 2020 | 20:20 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×